Miracle of Being Care

Hari ini aku bener-bener ngerasain bahwa yang namanya peduli itu amat penting. Mungkin bagi Anda-Anda yang udah terlalu sering dikader akan ngerasa bosen banget denger kata-kata peduli.

“Kalian gak peduli sama angkatan kalian?!!”

“Woy, bantu temen sebelahnya! peduli dong! peka!”

“Gak ada yang peduli nih temen seangkatannya dihukum??!”

Oops cukup curhatnya, ini bukan tulisan edisi osjur.

Jadiiiiii sore itu, aku lagi duduk manis diangkot sambil ngelamun mikirin tugas akademik, tugas os***jur, tugas unit, dan………kamu. najong abis. Lagi asik-asiknya bikin agenda kegiatan buat hari besoknya dikepala, tiba-tiba, seperti biasa, kaya ada sesuatu yang ngegaruk tenggorokan. I knew shit will happens, soalnya hal ini sering banget terjadi beberapa minggu kebelakang. A-Super-Never-Ending-Cough.

Aku terbatuk-batuk tanpa jeda sedikitpun. Bahkan baru batuk yang ke tiga aja udah keluar air mata banyak, entah kenapa. Pokonya ini batuk yang bikin malu sejagat raya, soalnya ga bisa berhenti dan suaranya nyebelin banget. Dengan susah payah akupun nyari air di tas. 

Eng ing eng. Ternyata……………ga ada. Bahkan sedihnya lebih dari patah hati.

Aku kembali berjuang dengan that super never ending cought. Saat leher udah sakit banget sampe ke dada dan air mata banjirnya kaya lumpur lapindo (naon pisan), ada sebuah lengan yang menjulurkan aq**ua dan sedotan.

kyakyakyaaaaaaaa emang air minumlah satu-satunya hal yang dibutuhkan saat itu. Tanpa mikirin gengsi, tanpa mikirin minum itu dikasih dari orang asing, tanpa mikirin rasa malu, aku langsung ngambil dan nusukin sedotannya. Lama banget sih ngenusuknya soalnya tubuh ini masih terguncang-guncang karena batuk. 

Akhirnya setelah minum perlahan, batuknyapun reda. Aku noleh ke seorang yang ngasih air minum itu. Rasanya kaya ngeliat bidadari di filmnya marshanda waktu aku kelas lima SD. Aku yang udah gak batuk-batuk lagi senyum dan ngucapin makasih berulang-ulang sama orang baik itu. Dia cuma senyum dan ngangguk dengan wajahnya yang cerah dan menenangkan.

Impresi terhadap orang itu menjadi sangat tinggi bagiku. Pengen banget ngebales kebaikannya. Rasanya pengen ngedoain dia supaya hidupnya lancar, supaya dapet jodoh yang baik, supaya akhiratnya juga selamat, aamiiin. eh kenapa jadi sesi doa.

Mungkin dari sudut pandang bidadari itu *eea, perilaku dia nggak begitu wah. Tapi, Anda-anda semua harus tau kalau dipandangan aku, perbuatan dia itu sangat mulia dan menyelamatkan jiwa yang capek dan malu karena batuk. Apalagi dia bukan siapa-siapa, orang yang gak kenal sama aku tapi dia peduli dan peka. 

Bahkan dikelas aja saat aku batuk setengah mati rasanya ga ada yang sepeduli itu. 

Gapapa sih, pada intinya aku bisa ngambil kesimpulan,

Selama kita bisa nolong dan peduli sama orang, bantulah orang yang kesusahan tersebut. Bagi kita mungkin bantuan itu bukan apa-apa tapi bagi dia, bantuan itu bisa jadi amat sangat berguna. Meskipun orang yang kesusahan itu bukan orang yang kamu kenal.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s