Buatmu, para penghabis liburku.

Ingatkah kamu akan beberapa hari itu? Saat cahaya rembulan setia menemani kita. Sama halnya dengan terik matahari. Hujan seperti mengerti keadaan. Ia senantiasa bersembunyi atau mungkin ia pergi ke tempat lain yang lebih membutuhkan kehadirannya. Hari-hari yang melelahkan sekali, kan? Bekerja siang malam, bahkan dini hari. Tanpa diberi sepeser uang, tapi tentu kita telah mendapat pelajaran berharga dari hari-hari ini yang tak cukup dibayar uang berapapun. Dan bagiku itu sungguh lebih dari cukup.

Ingatkah kamu bahwa kita akan senantiasa lari-lari mengejar waktu? Kita belajar menyembunyikan kelelahan dan rasa sakit kita untuk menunjukan kepada dunia bahwa kita ini orang-orang yang semangat dan kuat. Kita terus berusaha tersenyum meskipun matahari dan rasa lapar selalu menghantui. Tapi bersama kamu dan kamu, semuanya menjadi begitu ringan. Segala kesusahanku tergantikan dengan senyummu, candamu, dan semangatmu.

Ingatkah kamu saat kita berusaha melawan kantuk dimalam-malam itu? Malam tanpa penerangan, kecuali cahaya dari rembulan yang setia itu. Saat kita disudutkan, disalahkan, dan diinjak. Tapi kita tidak berhenti, kita masih terus bersama melawan semuanya untuk menunjukan bahwa kita bukanlah apa yang mereka katakan. Aku ingat bagaimana kamu selalu membela kita, memperjuangkan, dan menyemangati tanpa henti. Peluh-peluh menjadi saksi perjuangan kita. Kadang kamu terjatuh sakit, tapi dengan segera kamu berhasil bangkit. Begitupun denganku. Aku terkadang sakit, namun mengingatmu membuat semangatku muncul dan membuatku bangkit kembali.

Mungkin hari-hari itu telah usai. Mungkin semuanya hanya tinggal kenangan. Tapi, tahukah kamu? Kita, akan selalu ada dihatiku. Kamu dan kamu mengajarkanku banyak hal. Tentang bahagia, persahabatan, rasa sakit, dan pengorbanan. Adakah aku–atau setidaknya kita–dihatimu, kawan?

Varsha Abhinaya!
Varsha Abhinaya!

 

Terimakasih banyak juga untuk guru-guru kami–para pediklat yang telah menurunkan banyak cinta dan kasih sayang sejati dengan cara-cara yang tidak terprediksi :—-)

Advertisements

2 thoughts on “Buatmu, para penghabis liburku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s