Day 7

Bagaimana kalau aku ceritanya secara sistematis aja, biar bosen.

Jadi kami pagi ini ada praktikum yang wajib bawa laptop. Lalu sebgai orang yang ga punya kosan deket akhirnya aku harus berangkat bawa leptop plus spek-spek diksar beserta baju ganti dan alat-alat buat bikin handmade.
Sebagai anak yang ga bisa pake kendaraan maka aku naik angkot dengan bawa barang-barang yang gedenya udah kaya mau kemping tadi, dengan dua tas pula. Eeeeh diangkot ternyata ada bapa-bapa yang bawa barang dgangannya, yaitu balon. Alhasil aku duduk dengan barang banyak dan tenggelam diantara balon-balon bocah. Pada intinya aku merasa sangat cupu sekali guys.

Teruuuus udah gitu kami praktikum kuliah dan lalala sampai akhirnya jam 15.30 kami harus kumpul di gku timur buat cek spek, latian pbb, dan lain-lain.

Hal tersial disore itu adalah aku lupa bawa celana training dan baru sadar saat mau kumpul angkatan. Prinsip kumpul angkatan kami adalah time is money. Kamu telat semenitpun harus bayar 2000 beserta push-up. Maka dengan sangat riweuh dan emosi akupun pulang lagi kerumah dengan menempuh perjalanan 45 menit. Emosi semakin memuncak saat si mang angkot malah lelet banget jalannya, tapi apa daya akhirnya aku hanya nahan-nahan kesel doang sambil minta tambahan waktu kumpul angkatan biar ga didenda.

Lalu aku nyampe rumah, langsung naro leptop dan barang ga penting lainnya. Aku bawa training, dan langsung pergi lagi. 45 menit perjalanan hanya untuk 10 menit dirumah, kawan. Pengen nangis deh.

Tapi karena kalo telat denda maka aku memutuskan naek ojek aja meskipun bayarannya ternyata seharga taxi -.-

Naaaaaah, langsung aja ke waktu saat kami bertemu danlap-danlap, kira-kira jam 7.20 malam di selasar labtek biru. Kalo kaya gini udah bisa dibaca sih, pasti pbb dulu lalu cekspek dan sisanya omelan dan nasehat danlap mengenai angkatan.
Ternyata,
Pbb kami ternyata kacau.
Spek kami lengkap, tapi kami lelet.
Sangat jauh dengan minggu kemarin dimana kami benar-benar gercep abis sampe danlap bingung mau bilang apa.
Hari ini kami tidak menepati janji kami untuk datang diksar denan lebih baik lagi. Kami kehilangan semangat, dan akhirnya mengacaukan segala hal.

Satu lagi, tugas kami gak ada satu orangpun yang udah beres. Eng ing eng, omelan omelan lagi.

Tapi yang paling berkesan dan ber’bekas’ adalah entah berapa puluh menit kami nge-trill dan entah berapa seri kami turun push up. Nyaris kayak diklat medik. u.u cape pisun pokonya mah, kaki-kaki kami udah pada bergetar dan keringet mulai ngucur banyak sekali.

Teruuuus
Saat itu kesalahan seseorang akan ditanggung seangkatan kecuali orang tersebut. Ini seharusnya membuat kami ngerti kalau kami ini stu angkatan, satu tubuh, satu keluarga. Apapun kesalahan yang dilakukan oleh masing-masing akan berdampak ke semua orang. Jadi, kami juga seharusnya belajar bagaimana bertanggung jawab.

Yahbsudah dulu deh.
Ngantuk, besok dateng nyubuh, diksar.
Bye

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s