WhatEyeGoat

Wawancara.

Bagi seorang anak unit jurnalistik yang nggak loyal seperti saya, hal itu merupakan kewajiban yang lumayan malesin. Kenapa? Soalnya pertama, harus berani sksd dan kenalan sama orang yang gatau siapa. Kedua, si orang yang mau di wawancaranya kadang merupakan orang yang ngeselin. Ketiga, aku ngelakuin semuanya sendirian.

Yaudah lah ya ini mah rahasia umum yang ga perlu diungkit-ungkit

Tapi, dibalik deadline yang mepet, terdapat juga seberkas cahaya yang datang dari masalah ini. Pertama, si narasumber biasanya ngasih inspirasi. Kedua, dia juga ngasih wawasan baru. Ketiga, dia ngasih berita yang pengen kita liput (ini sih pasti). Keempat, bisa jadi ajang modus.

Kalo kata Kartini, habis gelap terbitlah terang.

Setelah sok-sok SKSD dan bermuka tebal, biasanya aku selalu dapet banyak hal positif dari narasumber. Misalnya nih ya, kemaren sempet wawancara seorang ketua acara besar di Salman. Orang itu secara nggak langsung ngingetin aku juga tentang banyak hal. Terus dia juga ngasih tau kalo sebenernya Idul adha itu seharusnya dirayain lebih besar dari Idul fitri. Dan idul fitripun sewajarnya jangan dirayain berlebihan, kenapa? Soalnya kita berpisah sama bulan Ramadhan, kok perpisahannya malah bersenang-senang, sih?

Lalu aku juga wawancara sama kakak kelas yang udah super banget dah. Dia baru lulus tapi udah kerja di india dan di dubai. Mulai kerjanya pun sejak sebelum diwisuda. Beliau ngasih banyak wejangan dan wawasan baru tentang oseanografi. Terus aku yang aga linglung karena baru dapet pelajaran ose sangat sedikit ini diajarin tentang gelombang seismik untuk nyari minyak dilaut dengan mendetail sampe aku ngerti. Padahal  bukan hal itu yang aku cari beritanya. Thanks kak :’)

Beberapa waktu lalu juga aku wawancara sebuah unit yang bergerak di kebudayaan visual modern. Disitu, aku roaming banget dan nggak ngerti apa-apa tentang hal berbau Jepang (dan unit ini ada hubungannya dengan jepang sih meski nggak secara keseluruhan). Lalu aku kayak anak teka yang diajarin dari nol lagi. Merasa bodoh banget. Tapi setelah itu, aku mengantongi banyak wawasan baru.

Seneng, sih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s