Belajar dari Keterkagetan Saat Osjur dan Diklat.

Osjur.

Suka kaget nggak sih pas malem agitasi osjur ternyata banyak banget kesalahan kecil kita yang jadi masalah besar? Padahal kesalahan itu pada awalnya nggak terlalu dianggep sama kita–para yang diosjur–nya. Oke contohnya aja saat diksar hari ke-sekian dimana kami disuruh bawa spek lapangan yang salah satunya adalah alat mandi. Kami, baruna, malah bawa cuma sabun doang shampo sabun doang, atau shampo sabun plus anduk. Salah ngga sih? Asa ngga kan ya? Tapi….. do you know what happened to us in selasar danlap????????

Jadi disitu kami disalahin karena gak bawa alat mandi lengkap, karena harusnya bawa alat mandi tuh sikat gigi, odol, sabun, sampo, anduk. Kami malah lupa bawa sikat gigi+odolnya, malah ada yg bawa sikat gigi+shampo doang, aneh ga sih.

Atau pas diklat medik, obat yang masih bersegel aja, yang dalam ngilangin segelnya tinggal robek dikit doang beberapa detik aja, sering jadi masalah yang membuat para camedikers harus memisahkan diri dan dapet hukuman yang lumayan malesin. Kata pendiklat gini, “Jangan dibuka sekarang! udah telat!”

this is what will happened in akhirat kelak. Dengan kekagetan yang akan lebih banyak lebih super dan lebih extrim dari pada kaget-kaget saat osjur atau diklat.

Pasti akan banyak rasa kaget karena hal-hal kecil dalam hidup ini yang terlalu kita abaikan. Sehingga nantinya malah menbuat kita jatuh kedalam hukuman. Hukuman. Hukumannya kan neraka.

Mungkin ngegosip bareng temen yang cuman lima detik bisa bikin lidah ini dipotong-potong ditaburi nanah lalu dibakar api selama beratus taun dineraka.

Mungkin beberapa helai rambut yang males untuk dimasukin ke kerudung karena keluar-keluar mulu lewat pipi akan membuat rambut kita nanti dijambak dan ditarik selama puluhan tahun.

Mungkin sebuah titik di tangan yang nggak terkena air wudhu nantinya akan digantikan dengan air neraka (maksudnya api guys).

Mungkin pegangan sekedar salam kenalan sama lawan jenis yang udah dianggap biasa bakal membuat tangan ini kenalan juga sama besi panas.

Mungkin shaum-shaum sunnah selama ini gak dianggap karena kita malah riya dengan ngapdet di twitter “asik bentar lagi buka puasa” atau “Alhamdulilah saum hari ini lancar” yang secara sadar gak sadar itu adalah perbuatan riya yang ngapus semua amalan kita.

Mungkin………….terlalu banyak kemungkinan yang bisa terjadi dari hal-hal kecil. Apa lagi hal-hal yang besar dan udah pasti dosa. Boleh mention ga? Misalnya aja nyontek, melalaikan solat (apalagi gak solat), pacaran, ga nutup aurat, dan lain-lain.

Diosjur aja, seperfect-perfectnya kita, selalu aja ada kesalahan yang ga sengaja terlupakan dan jadi masalah.

Apalagi yang nggak perfect.

Apalagi nanti pas yang ngosjurnya adalah Penguasa Dunia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s