We Need ‘it’ So Bad

Hari Akhirat, bagi yang meyakininya, maka mengingatnya akan membuat ketakutan. Akankah diri ini memasuki surga-Nya dan bertemu dengan-Nya? Kadang hal itu terasa masih teramat-amat sangat jauh. Lalu apakah justru diri ini akan dilempar di neraka-Nya? Kalaupun iya, rasanya tidak akan sanggup. Mana ada orang yang sanggup setiap hari minum nanah dan lelehan logam. Mana ada orang yang sanggup menahan sakitnya dibakar dengan api neraka; padahal asapnya saja sudah sepanas api di dunia. Berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun. Dimana sehari adalah 50.000 tahun di dunia. Tak ada yang sanggup. Tapi setidaknya-ada-orang-orang-yang-akan-mengalami-hal-seperti-itu (Semoga bukan aku dan kamu, yang baca). Sebagai bentuk pertanggung jawaban dari kelalaian didunia. Mau-tidak mau, harus mau.

Tapi sesungguhnya, manusia memang membutuhkan hari pembalasan.

Kejahatan begitu marak di dunia ini. Aku baru saja membaca kisah seorang Kakek yang dibuang oleh orang di ambulance. Dibuang, lalu kemudian beliau meninggal. Aku juga pernah membaca tentang seorang ibu yang sudah tua, dan dibuang oleh anaknya sendiri di sebuah tol saat hendak pergi ke suatu tempat. Entah mereka punya hati atau tidak, tapi itu benar-benar mengenaskan.

Kejahatan lainnya adalah tentang negara yang dijajah, contohnya saja Palestina. Adilkah saat anak-anak yang tak berdosa dibunuh dengan keji? Lalu apakah koruptor yang sudah merampok harta rakyat miskin sudah mendapatkan balasannya sebelum ia mati? Belum. Seandainya tak ada akhirat, enak sekali hidup para orang jahat itu, kan? Mereka hidup dengan senang. Tapi hidup juga dilain pihak akan menjadi sangat kejam, bagi mereka yang terzhalimi.

Percayalah, Tuhan Maha Adil.

Saat dunia belum membayar keadilannya, maka akhiratlah jawabannya. Saat kesalahan dan kebaikan dihitung sekecil apapun. Wahai manusia yang dalam hidupnya merasa belum terbayarkan, nantikanlah hari pembalasan. Saat keringat dan darahmu belum ada yang menggantikannya, Dia pasti akan menggantikannya.

Tidak ada yang sia-sia. Meskipun hanya setitik keringat-jika untuk perjuangan ini.

 

A Gift From Bestfriend

I’m the blessed one that having a best best friend. She gave me this when I was cryin and felt so damn alone in this world:

Untuk Warnamu

Posted on 31/07/2013 by 

Tinta yang tergoreskan di buku catatanmu tak akan pernah terganti
Posisi maupun warna tinta itu, sejati tak teganti
Memiliki kedudukan tersendiri di sana, selalu

Seperti warna-warni dalam harimu yang digoreskan manusia-manusia itu
Silih berganti menghiasi warna hidupmu sendiri
Menempati posisi tersendiri di hatimu adalah kawan bahkan mungkin lawan

Kau tak akan kehilangan, ku pastikan
Karena warna-warni itu akan terpatri jelas dalam hatimu, sejati
Kemarin yang menghiasi hari-harimu, bahkan mungkin untuk hari ini

Kau tak akan bersedih bukan?
Karena kau juga mengerti apa arti warna-warni mareka dalam hidupmu
Tak akan tergantikan, ku rasa dan kau pun pasti tahu itu

Aku yang hanya bisa mendengar celotehanmu tentang ini-dan-itu
Hanya bisa berharap kau diberkahi oleh Sang Pengatur warna harimu
Menitipkan secuil doa untukmu, hanya itu yang ku sanggup

Kau tahu ?
Kau adalah penguat untuk Biruku di sini, menemani hariku yang kelabu
Kau sering berkata tidak untuk setiap kelabu yang ku adukan padamu
Untuk persahabatan yang tak pernah ku sentuh sebelumnya, aku bahagia

Mungkin aku tak bisa menggantikan posisi warna-warni harimu yang lalu
Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa
Mungkin di sini aku hanya bisa menghiasi harimu dengan Biruku sendiri
Karena hanya itu yang ku sanggupi

Semoga Sang Pemilik Semesta Ini menaburkan sejuta warna untuk harimu
Esokmu, dan hari-hari yang akan kau lalui di masa mendatang
Mungkin akan tanpa aku, kurasa aku akan bersedih atas ini

Maafkan aku kawan,
Untuk aku yang tak bisa membantumu tentang banyak hal
Maafkan aku kawan
Untuk aku yang hanya bisa mendengar tanpa pernah berkata
Maafkan aku

Semoga Allah senantiasa menaburkan warna-warni untuk harimu
Semoga Allah selalu melindungi hidupmu dan dirimu sendiri,
Amiiinn.

Untuk 34.560.000 sekon yang berlalu
Aku senang bisa mengenal baik dirimu
Mungkin menangis bisa meluturkan hitam sedihmu

Thank you so much, for your ears that always listen to me-my trash-my stupid-unimportant-story. Thank you for being there when nobody was. Thank you for your shoulder when I’m crying. And your…..everything!

I owe you! 🙂

The Most Horror Story In The World

I just wanna share you The-Most-Horror-Story-In-The-World. Hmm…but no! Not story, but it’ll be reality. That’s why I called it The Most Horror, because this will happen, someday. Now, take a deep breath and read The Story carefully, slowly, and deeply. You gonna find your heart beating so fast or your tears turn down. But if not….idk haha. Remember, read it slowly~

Even another part of yourself want to read it fast, don’t do it due to you won’t understand This Story. Ah! and do not forget to imagine it.

Bismillahirrahmanirrahiim

1. Hari Kiamat, 2. Apakah hari Kiamat itu? 3. Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? 4. Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran, 5. dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan. 6. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, 7. maka dia berada dala kehidupan yang memuaskan. 8. dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, 9. maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. 10. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? 11. (yaitu) api yang sangat panas.

QS. Al-Qaariah

.1. Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat), 2. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, 3. dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (jadi begini)?”, 4. pada hari itu bumi menceritakan beritanya, 5. karena sesungguhnya Rabbmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya. 6. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka 7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. 8. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

QS Al-Zalzalah

1. Apabila langit terbelah, 2. dan patuh kepada Rabbnya, dan sudah semestinya langit itu patuh, 3. apabila bumi diratakan, 4. dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong, 5. dan patuh kepada Rabbnya, dan sudah semestinya bumi itu patuh, (pada waktu itu manusia akan mengetahui akibat perbuatannya). 6. Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja sungguh-sungguh menuju Rabbmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya. 7. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, 8. maka ia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, 9. dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. 10. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang, 11. maka dia akan berteriak: “Celakalah aku”. 12. Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). 13. Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir). 14. Sesungguhnya dia yakin bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali (kepada Rabbnya). 15. (Bukan demikian), yang benar, sesungguhnya Rabbnya selalu melihatnya. 16. Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja. 17. dan dengan malam dan apa yang diselubunginya, 18. dan dengan bulan apabila jadi purnama, 19. sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan). 20. Mengapa mereka tidak mau beriman?, 21. dan apabila Al-Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud, 22. bahkan orang-orang kafir itu mendustakan(nya), 23. Padahal Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka). 24. Maka beri kabar gembiralah mereka dengan azab yang pedih, 25. Tetapi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya.

QS-Al-Insyiqaq

17. Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya 18. Dari apakah Allah menciptakannya? 19. Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya 20. Kemudian Dia memudahkan jalannya 21. kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur, 22. kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali. 23. sekali-kali jangan; manusia itu belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya, 24. maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. 25. Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), 26. kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, 27. lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, 28. anggur dan sayur-sayuran, 29. Zaitun dan pohon kurma, 30. kebun-kebun (yang) lebat, 31. dan buah-buahan serta rumput-rumputan, 32. untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu. 33. Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkalala yang kedua) 34. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, 35. dari ibu dan bapaknya, 36. dari isteri dan anak-anaknya, 37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. 38. Banyak muka pada hari itu berseri-seri, 39. tertawa dan gembira ria, 40. dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu, 41. dan ditutup lagi oleh kegelapan

42. Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.

QS. Abasa

1. Apabila matahari digulung 2. dan apabila bintang-bintang berjatuhan, 3. dan apabila gunung-gunung dihancurkan, 4. dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan), 5. dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan, 6. dan apabila lautan dipanaskan. 7. dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh), 8. apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, 9. karena dosa apakah dia dibunuh, 10. dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka, 11. dan apabila langit dilenyapkan, 12. dan apabila neraka jahim dinyalakan, 13. dan apabila surga didekatkan, 14. maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.

QS. At-Takwiir

1. Aku bersumpah dengan hari kiamat, 2. dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri) 3. Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? 4. Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna. 5. Bahkan manusia itu hendak berbuat maksiat terus menerus. 6. Ia bertanya: “Bilakah hari kiamat itu” 7. Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), 8. dan apabila bulan telah hilang cahayanya, 9. dan matahari dan bulan dikumpulkan, 10. pada hari itu manusia berkata: “Ke mana tempat lari” 11. sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung! 12. Hanya kepada Rabbmu sajalah pada hari itu tempat kembali. 13. Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya 14. Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri 15. meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya. 16. Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya 17. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. 18. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. 19. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan amilah penjelasannya. 20. Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia, 21. dan meninggalkan (kehidupan) akhirat. 22. Wajah-wajah (orang-orang mu’min) pada hari itu berseri-seri. 23. Kepada Rabbnyalah mereka melihat. 24. Dan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram, 25. mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang amat dahsyat. 26. Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan, 27. dan dikatakan (kepadanya): “Siapakah yang dapat menyembuhkan?” 28. dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia), 29. dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan) 30. kepada Rabbmulah pada hari itu kamu dihalau. 31. Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al-Qur’an) dan tidak mau mengerjakan shalat, 32. tetapi ia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran), 33. kemudian ia pergi kepada ahlinya dengan berlagak (sombong). 34. Kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu 35. kemudian kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu 36. Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)? 37. Bukankah dia dahulu dari setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), 38. kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, 39. lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki-laki dan perempuan. 40. Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?

QS.Al-Qiyammah

1. Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?

2. Tentang berita yang besar 3. yang mereka perselisihkan tentang ini. 4. Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, 5. Kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui 6. Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? 7. dan gunung-gunung sebagai pasak? 8. dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, 9. dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat, 10. dan Kami jadikan malammu sebagai pakaian 11. dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, 12. dan Kami bangun di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh, 13. dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), 14. dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, 15. supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, 16. dan kebun-kebun yang lebat? 17. Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan 18. yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok, 19. dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu, 20. dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia. 21. Sesungguhnya neraka jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai 22. lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, 23. mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, 24. mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, 25. selain air yang mendidih dan nanah, 26. sebagai pembalasan yang setimpal. 27. Sesungguhya mereka tidak takut kepada hisab, 28. dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sungguh-sungguhnya, 29. Dan segala sesuatu sudah Kami catat dalam suatu kitab 30. Karena itu rasakanlah. Dan kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab. 31. Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan, 32. (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur. 33. dan gadis-gadis remaja yang sebaya, 34. dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). 35. Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula perkataan) dusta. 36. Sebagai balasan dari Rabbmu dan pemberian yang cukup banyak, 37. Rabb yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia. 38. Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang diberi izin kepadanya oleh Rabb Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar. 39. Itulah hari yang pasti terjadi, Maka barangsiapa yang menghendakai, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Rabbnya. 40. Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya dan orang kafir berkata: “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah”.

QS An-Naba

Sebenarnya, masih banyak lagi yang menerangkan tentang Hari Kiamat, i’ll post it next time 🙂 Enjoy your life!

What Do You Want

Would you stop thinking about what everyone wants? Stop thinking about what i want, what he wants, what your parents want.

What do you want? What do you want?

-Noah the notebook

(Malam yang ingin ngepause TA ini aku membuka draft blog sejak 3 tahun lalu. Dan aku pernah menulis ini 2 tahun lalu. Jadi ini adalah draft tahun 2013)

Put Things Back To It’s Place

Bismillahirrohmanirrahim….

Akhirnya semester baru dimulai juga. Semester empat. Time to say goodbye to holiday~

Semester empat ini, semoga para tugas dan ujiannya tidak membuatku kehilangan arah lagi. Mumpung masih di awal waktu, aku harus kembali meluruskan niat bahwa; nilai bukanlah segalanya. 

Relationship Between Butterflies&Passion

There are butterflies.
Beautiful butterflies.
They are flyin’ in my stomach.
Fly and fly.
Then they comes to my chest.
Some tickles my heart.
Some fly through my arms, my fingers, my legs, my head.
I don’t know how to stop them.
Suddenly one of those butterflies stays in my right ear.
“this….is….love…..” he speaks so slowly that I almost can’t hear it.

At the end, all the butterflies are giggling.

15/01/2014 19:56

those things always happen when i sit behind my laptop with many things in my head and feel like want to writing it passionately.

I just found them! My passion!((((yeah, I don’t write things in better ways but all i need is love when doing that. Not the result.))))

Butterflies_in_my_Stomach_by_chuibar1

nih sumber gambar nya

Procrastinator

Procrastinator. Yes I am. You too, right? Hahaha. Kadang bisa juga dibilang deadliner. Garis Mati. Btw kok serem ya mesti ada kata dead dalam deadline.

Yah, begitulah keadaan kebanyakan manusia. Bisanya hanya menunda-nunda. Kalau ada tugas, di selow-selowin sampe h-1 atau bahkan j-1. Tapi giliran nggak bisa, langsung cari jalan pintas; nyalin. Begitupun dengan ujian. Belajarnya di selow-selowin sampe h-1 atau malah kebablasan ga sempet belajar. Tapi giliran gak bisa, langsung cari jalan pintas; nyontek. Kita (iya, kita, aku dan kamu) terlalu terlena oleh waktu. Time is money, they said. It means time is precious thing. Menyia-nyiakannya adalah sia-sia (?).

Kalau boleh lebay, menurut hemat saya, cara mengatur waktu yang paling baik adalah dengan making priorities. Prioritas pertama adalah hal-hal yang berdampak panjang dan super penting dan mendesak. Lalu kedua adalah penting dan agak nggak mendesak. Ketiga adalah tidak penting tapi mendesak dan keempat tidak penting dan tidak mendesak. Asa kayak seminar 7 habbits kalau gini ceritanya sih. Gapapa lah ya nyontek-nyontek dikit.

Aku pernah disinggung oleh perasaan diri sendiri, karena terlalu larut dalam kehectican dunia kampus; entah itu akademik atau percintaan hal lainnya. Emang kalau misalnya kamu mati besok, bakal ditanya sama malaikat ‘sudah bereskah laporan Pendosmu???’ atau ‘berapa IP kamu semester kemaren??’ lalu saat aku jawab ‘a..aku..belom beres ngerjain laporan’, suatu makhluk langsung mencambuk diriku dengan tali berapi. Terus pas jawab ‘I..I..P aku..di..ba..ba..wah…tigaaaaaaaa’ si makhluk buruk rupa kembali melucutiku dengan cambuknya. Tapi pertanyaannya adalah akankah hal itu terjadi?? Akankahhhh?

Ya enggaklah.

Yang ada juga si malaikat akan nanya ‘Siapa Tuhanmu?????’ lalu almarhum/almarhumah akan menjawab siapa Tuhannya saat didunia. Bukan Tuhan dalam agama yang di tulis di KTPnya. Bukan juga Tuhan yang ia mati-matian menghafal nama-Nya didunia agar lancar saat ditanya oleh Munkar Nakir. Tuhan yang di jawab saat itu adalah sesuatu yang amat mendominasi hidup almarhum/almarhumah saat di dunia. Bisa jadi dia menjawab ‘tu….tu..hanku…..adalah…..ii…..p…..k………aaaaaaaa’

Kadang kalau lagi sendirian suka muncul imajinasi kayak gitu. Tapi mungkin gak?

 

Sustainable Development: Is It The Best Answer For The Future?

So this morning, I and my friend came to a seminar from MTI (Keluarga Mahasiswa Teknik Industri). The topic is about Sustainable Development. At the first time I heard that topic, I didn’t feel attracted. But when I saw the speakers, I thought the seminar will be interesting! So we decided to buy the tickets, and another reason why we attended this seminar is because we have nothing to do in this holiday, then the seminar–at least will make us more productive in this gabut day.

They- the CPs told us to come at 8.00am but, you know, that in Sunday morning we as Bandung resident always trapped in traffic jam at Gasibu. Yeah, and we came late.

The consequences is we didn’t allowed to enter the Aula Barat (place where the seminar held) to listen the 1st speakers. Then, after the 1st speakers finished give his speech, we allowed to come in.

We sat behind guys from Vietnam. Hmm…We realized that participants of the seminar not only Indonesian, but also from another country like Vietnam and Singapore. Wow, it’ll be great, I thought. Then my mayor came~~

2nd speaker: The Mayor of Bandung; M Ridwan Kamil S.T.M.UD.
Mr.Ridwan Kamil told us that in era colonial, Bandung was loved by people because it’s good wheather. In that time–until now, people from Jakarta often came to Bandung to go shopping and that’s the reason why Bandung called Paris Van Java. Bandung just like Singapore. It has no natural energy sources, but Bandung has 2.6 million people. Most of them are below 40 age, and Bandung also has 55 (is that rite? I didn’t hear clearly) university. So, Bandung will have income from it’s creative, young, and educated people.

As a mayor, he will build Bandung with sustainable development. There are three pillars to make a sustainable development for Bandung; people, ecology, and economy. Those three things must be balanced in any place at Bandung. This former lecturer of Architecture ITB said that Bandung is a city that has larger economic growth than another cities in Indonesia. But it’ll be meaningless if it’s people live without happiness and work under pressure. He told us many times, I’ll make Bandung become liveable and lovable city.

He has been a mayor for three months, and as you see, Bandung now is very different than before. Flowers everywhere, park everywhere, and garbage become much more than before. Bandung now has Bandros, a unique bus for tourists, bus school (free), some wifi in parks, Masjid ( I don’t want to say mosque), and any other places. Last week, Jomblo Park was launched. Last night, there was a Braga Culinary Night that will be held every once a month. Mr Ridwan Kamil always having dinner with poor family every week. And he also allowing his residence to be a wedding place for couple that have no money to held a wedding’s ceremony. And I was like ohmygod my mayor is soooooooo cool. He’s so down to earth!!!! Then he said, I hope those things will enhance index of happiness Bandung’s people. All the seminar’s participant gave him applause with smile in their face.

In conclusion, Mr.Ridwan Kamil not only made economy as priority of Bandung’s development, but he also balancing between economy, people’s happiness, and ecology.

3rd speaker: Putri Silalahi (Coca Cola Amatil)

Coca Cola Amatil Indonesia is a big company. All their products are everywhere. When you go to mall, to hypermart, even in a traditional market, you can find them. The key of their succeed is PT CCAI integrate sustainability and environment responsibility. There are 4 pillars to make this business activity sustain; marketplace, environment, workplace, and community.  Marketplace means they committed to provide high quality products that meets the beverage needs of consumers. PT CCAI has many drinking products; milk, energy, soft drinks, juice, and mineral water. You can choose one of our product that you need,she said. She also told us not to drink their product without knowing what we really need. All their products also has no calories. PT CCAI was launched a new product last year, and will always try to make some innovative.

The second one is environment. Their principle is zero waste, and they don’t want to ‘throw’ their waste back to the people. Bottles of their product are PET bottles which is the easiest kind of plastic bottle to be unraveled. They also produce a cooler that has electricity a half smaller than electricity at usual fridge. Their cooler using the latest technology , and of course much more environmentally friendly. It’s great, isn’t it? Mrs. Putri Silalahi, showed us a video of an advertisement of Coca Cola at Mexico. At the video, they-people there, drink a coca cola at a unique bottle. Made from ice. So that after you finished drink coca cola, you can also eat your bottle! how amazing! Soon, Indonesia will has coca cola bottles like that, she smiled.

The third is workplace. They believe that workplace must be a place of exploration, creativity, and professional growth. A place where people can be inspired and motivated to achieve extraordinary result. And the last is community. They made relationship with communities that directly touch their manufacturing borders.For example, they don’t throw their lees of tea when producing frestea. But they change it into compos. They allowed people to see, or even to plant. They also believe that strong communities make strong business.