Heal The World

Ada yang masih ingat pelajaran saat SD dulu, tentang perintah yang paaaaaaaaling pertama Allah SWT perintahkan kepada nabi Muhammad? Bentar, aku rasa banyak orang yang akan mensekip bacaan ini. Bosan. Malas. Gak akan seru.Tentang agama? Ceramah dimesjit aja bisa kali, mbak. Baiklah, itu terserah padamu.

Allah SWT berfirman di Gua Hiro melalui malaikat Jibril sebagai wahyu pertama untuk Nabi Muhammad SAW: Iqra’. Bacalah!

Ya, membaca merupakan perintah pertama Allah SWT untuk nabi Muhammad SAW. Membaca bukan hanya sekedar menerjemahkan tulisan, tetapi membaca juga merupakan perintah bahwa nabi Muhammad harus membaca kondisi masyarakat disekelilingnya. Memang itulah yang selalu nabi lakukan sebelum beliau mendapatkan wahyu. Beliau sering mengasingkan diri ke Gua Hira untuk merenungi sebenarnya apa yang terjadi di lingkungan masyarakat Arab saat itu.

Berdagang, mendewakan syair, paham kekeluargaan (meski benar ataupun salah, mereka harus membela keluarga satu sukunya), menyembah berhala (menurut mereka, berhala yang selama ini mereka ibadahi adalah perantara untuk menyampaikan ibadah mereka kepada Allah SWT, sebenarnya mereka juga bilangnya beragama Islam) , mengubur anak perempuan hidup-hidup (atau mereka akan hidup penuh kehinaan), curang dalam berdagang, merupakan sebagian kecil dari kebiasaan buruk bangsa Arab jahiliyah dulu. Lalu Allah SWT menyuruh nabi agar peka terhadap keadaan lingkungannya. Agar setelah peka, bisa melakukan sesuatu untuk mengubahnya menjadi lebih baik. Kata ‘lebih’nya harus dicoret karena kebiasaan tersebut memang tak ada yang baik, kan?

Tentu saja, perintah itu bukan semata-mata untuk Rasulullah saja, tetapi juga untuk kita, para pengikutnya. Pernahkah berhenti sejenak dari ke-sok-sibukan hidup untuk membaca dan mencoba peka dengan apa yang terjadi disekitar kita? Kadang aku sendiripun–saat banyak tugas–memperhatikan diri sendiri untuk makan saja sudah merasa tak sempat, apalagi untuk peka dengan masalah sekeliling. Masalah sendiri aja belum beres, ujarku saat itu. How selfish I am.

Well, pernahkah terfikir bahwa kondisi masyarakat saat ini hampir 11-12 dengan kondisi Arab Jahiliyah dahulu? Bahkan menurutku, zaman sekarang sudah sangat lebih jahiliyah lagi.

Kalau zaman dahulu bangsa Arab membunuh anak perempuan hidup-hidup, zaman sekarang sudah tak peduli lagi bayi itu laki-laki atau perempuan sudah main bunuh saja. Dibunuhnya bisa saat didalam kandungan, bisa juga saat sudah lahir. Aborsi. Menurut sumber, aborsi di Indonesia terjadi 2.5 juta setiap tahunnya yang artinya setiap hari terjadi pembunuhan 7000 bayi! How awful!! Sudah lebih keji daripada Arab jahiliyah dulu dan lebih keji juga daripada zaman Fir’aun yang hanya membunuh seluruh bayi laki-laki.

Belum lagi ada program KB, yang memfasilitasi orang tua untuk memiliki dua orang anak saja. Entahlah, tapi aku tidak setuju dengan hal ini. Bagaimana kalau sebenarnya suatu keluarga bisa untuk memiliki anak 5? atau 4? atau bahkan 10? Aku merasa, KB ini mematikan kesempatan anak manusia untuk hidup.

Lalu masalah beribadah kepada Allah SWT melalui perantara berhala. Jangan salah, mungkin saat ini kita sudah tidak lagi menyembah patung dirumah atau dimesjid, tapi masih banyak juga masyarakat yang percaya bahwa dengan mengirim sesajen ke laut lepas merupakan ibadah lewat nyi roro kidul atau semacamnya, ada juga yang meminta keberkatan di kuburan wali songo, ada juga yang mengkeramatkan pohon, dan masih banyak lagi. Tidakkah ada yang sadar bahwa Allah SWT itu Maha Mendengar? Tak perlu dengan perantara roh dulu jika ingin Tuhan mendengar doa kita.Banyak hal seperti ini terjadi di masyarakat sekarang, namun sayangnya masih banyak juga yang belum menyadari bahwa hal ini merupakan perbuatan syirik.

Kemudian masalah curang dalam berdagang, you don’t say lah ya. Semua orang juga udah pada ngerti kayaknya kalau masalah ini. Bahkan zaman sekarang bukan hanya curang dalam berdagang. Tetapi juga curang dalam memerintah (korupsi), bahkan curang dalam masalah kecil–ujian sekolah.

Bahkan, selain hal-hal tersebut, masih banyak lagi kesuperjahiliyahan akhir zaman ini. Jahiliyah yang lebih jahiliyah daripada zaman Arab Jahiliyah dulu. Sayangnya, saat ini tak akan muncul lagi seseorang yang kedatangannya ditunggu para ahli kitab, seorang Basyirah, Nadzirah, seorang yang akan menyembuhkan moral masyarakat,  seperti yang terjadi di zaman Arab jahiliyah dulu,  Nabi Muhammad SAW . Tapi jangan risau, beliau sudah memprediksikan keadaan ini, bahkan diakhir hayatnya, ia sangat mengkhawatirkan keadaan ummatnya, sampai-sampai kalimat terkahir yang ia ucapkan adalah ummati, ummati. Beliau tak akan hidup kembali, tapi beliau telah mewarisi kita ‘obat’ untuk menyembuhkan luka di masyarakat ini. Al-Qur’an dan As-Sunnah. Jangan sekali-kali berani menyepelekannya kalau kau tidak pernah mencoba memahami isinya.

Begitulah sedikit  unek-unek disenja ini. Aku memang belum merubah masyarakat–bahkan orang terdekat menjadi lebih baik, tapi setidaknya aku mencoba untuk menerjemahkannya dahulu di dalam tulisan ini. Semoga nanti aku, kamu, dan seluruh ummat Islam di dunia akan lebih peka kepada sesamanya untuk menolong mereka dan berjalan bersama menuju al-falah; kemenangan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s