Procrastinator

Procrastinator. Yes I am. You too, right? Hahaha. Kadang bisa juga dibilang deadliner. Garis Mati. Btw kok serem ya mesti ada kata dead dalam deadline.

Yah, begitulah keadaan kebanyakan manusia. Bisanya hanya menunda-nunda. Kalau ada tugas, di selow-selowin sampe h-1 atau bahkan j-1. Tapi giliran nggak bisa, langsung cari jalan pintas; nyalin. Begitupun dengan ujian. Belajarnya di selow-selowin sampe h-1 atau malah kebablasan ga sempet belajar. Tapi giliran gak bisa, langsung cari jalan pintas; nyontek. Kita (iya, kita, aku dan kamu) terlalu terlena oleh waktu. Time is money, they said. It means time is precious thing. Menyia-nyiakannya adalah sia-sia (?).

Kalau boleh lebay, menurut hemat saya, cara mengatur waktu yang paling baik adalah dengan making priorities. Prioritas pertama adalah hal-hal yang berdampak panjang dan super penting dan mendesak. Lalu kedua adalah penting dan agak nggak mendesak. Ketiga adalah tidak penting tapi mendesak dan keempat tidak penting dan tidak mendesak. Asa kayak seminar 7 habbits kalau gini ceritanya sih. Gapapa lah ya nyontek-nyontek dikit.

Aku pernah disinggung oleh perasaan diri sendiri, karena terlalu larut dalam kehectican dunia kampus; entah itu akademik atau percintaan hal lainnya. Emang kalau misalnya kamu mati besok, bakal ditanya sama malaikat ‘sudah bereskah laporan Pendosmu???’ atau ‘berapa IP kamu semester kemaren??’ lalu saat aku jawab ‘a..aku..belom beres ngerjain laporan’, suatu makhluk langsung mencambuk diriku dengan tali berapi. Terus pas jawab ‘I..I..P aku..di..ba..ba..wah…tigaaaaaaaa’ si makhluk buruk rupa kembali melucutiku dengan cambuknya. Tapi pertanyaannya adalah akankah hal itu terjadi?? Akankahhhh?

Ya enggaklah.

Yang ada juga si malaikat akan nanya ‘Siapa Tuhanmu?????’ lalu almarhum/almarhumah akan menjawab siapa Tuhannya saat didunia. Bukan Tuhan dalam agama yang di tulis di KTPnya. Bukan juga Tuhan yang ia mati-matian menghafal nama-Nya didunia agar lancar saat ditanya oleh Munkar Nakir. Tuhan yang di jawab saat itu adalah sesuatu yang amat mendominasi hidup almarhum/almarhumah saat di dunia. Bisa jadi dia menjawab ‘tu….tu..hanku…..adalah…..ii…..p…..k………aaaaaaaa’

Kadang kalau lagi sendirian suka muncul imajinasi kayak gitu. Tapi mungkin gak?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s