We Need ‘it’ So Bad

Hari Akhirat, bagi yang meyakininya, maka mengingatnya akan membuat ketakutan. Akankah diri ini memasuki surga-Nya dan bertemu dengan-Nya? Kadang hal itu terasa masih teramat-amat sangat jauh. Lalu apakah justru diri ini akan dilempar di neraka-Nya? Kalaupun iya, rasanya tidak akan sanggup. Mana ada orang yang sanggup setiap hari minum nanah dan lelehan logam. Mana ada orang yang sanggup menahan sakitnya dibakar dengan api neraka; padahal asapnya saja sudah sepanas api di dunia. Berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun. Dimana sehari adalah 50.000 tahun di dunia. Tak ada yang sanggup. Tapi setidaknya-ada-orang-orang-yang-akan-mengalami-hal-seperti-itu (Semoga bukan aku dan kamu, yang baca). Sebagai bentuk pertanggung jawaban dari kelalaian didunia. Mau-tidak mau, harus mau.

Tapi sesungguhnya, manusia memang membutuhkan hari pembalasan.

Kejahatan begitu marak di dunia ini. Aku baru saja membaca kisah seorang Kakek yang dibuang oleh orang di ambulance. Dibuang, lalu kemudian beliau meninggal. Aku juga pernah membaca tentang seorang ibu yang sudah tua, dan dibuang oleh anaknya sendiri di sebuah tol saat hendak pergi ke suatu tempat. Entah mereka punya hati atau tidak, tapi itu benar-benar mengenaskan.

Kejahatan lainnya adalah tentang negara yang dijajah, contohnya saja Palestina. Adilkah saat anak-anak yang tak berdosa dibunuh dengan keji? Lalu apakah koruptor yang sudah merampok harta rakyat miskin sudah mendapatkan balasannya sebelum ia mati? Belum. Seandainya tak ada akhirat, enak sekali hidup para orang jahat itu, kan? Mereka hidup dengan senang. Tapi hidup juga dilain pihak akan menjadi sangat kejam, bagi mereka yang terzhalimi.

Percayalah, Tuhan Maha Adil.

Saat dunia belum membayar keadilannya, maka akhiratlah jawabannya. Saat kesalahan dan kebaikan dihitung sekecil apapun. Wahai manusia yang dalam hidupnya merasa belum terbayarkan, nantikanlah hari pembalasan. Saat keringat dan darahmu belum ada yang menggantikannya, Dia pasti akan menggantikannya.

Tidak ada yang sia-sia. Meskipun hanya setitik keringat-jika untuk perjuangan ini.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s