Lightealth

Siapa sangka cahaya yang selalu kita gunakan sehari-hari ternyata berdampak buruk bagi kesehatan. Bukan hanya pada manusia, tapi juga pada hewan. Tapi disin akan dijelaskan lebih detail mengenai akibat dari polusi cahaya bagi kesehatan manusia.

Selama ini kita disibukkan dengan mencegah polusi udara, dan air tanpa menganggap bahwa polusi cahaya itu penting. Padahal, dampak dari polusi cahaya tidak sesepele yang kita bayangkan. Bukan hanya para astronom yang kesusahan, tapi dalam jangka waktu panjangpun akan mennyebabkan penyakit bagi manusia.

Menurut Tunggul Ali dalam artikelnya yang berjudul “Polusi Cahaya”, tubuh manusia memiliki jam biologis yang disebut circadian clock. Circadian clock iniyang mengatur produksi hormon, regulasi sel, kerja otak, dan aktivitas biologis lainnya. Pada tingkat gen, jam tersebut mempengaruhi kerja 10-15 % gen yang kita miliki. Tidak heran jika jam tersebut terganggu maka akan muncul masalah masalah kesehatan seperti depresi, insomnia, obesitas, penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes, resistansi insulin, metabolism miskin, bahkan kanker .

            Hal-hal tersebut rupanya berkaitan dengan hormone melatonin. Hormon ini hanya di produksi dimalam hari dan berpengaruh pada proses tubuh, termasuk aktivitas metabolic, tanggapan imunologi, dan fungsi hormonal lainnya. Dengan meningkatnya hormone melatonin, maka produksi hormone estrogen akan menurun. Dengan adanya cahaya, menyebabkan tubuh menghasilkan hormone melatonin yang menurun dari seharusnya, sehingga estrogenpun diproduksi dengan banyak. Semakin meningkatnya produksi estrogen, akan mengakibatkan kanker payudara. Bahkan penelitian membuktikan bahwa wanita di negara maju memiliki tingkat terkena kanker payudara lima kali lebih besar dari wanita di negara berkembang.  Salah satunya adalah penelitian perawat yang mengalami shift pagi dan malam diketahui memiliki resiko terkena kanker payudara lebih tinggi dibanding yang hanya bekerja pada siang hari saja.

Bukan hanya kanker, tapi cahaya yang berlebih juga dapat mengakibatkan kemampuan adaptasi mata pada terang dan gelap berkurang.

Siapkah Anda dengan semua resiko ini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s