Why do people bored with their ‘islam’

Pertama kali mengenal Islam, aku dikenalkan dengan sholat, zakat, puasa, dan berbagai macam ibadah ritual. Lalu aku mengenal Islam pula dengan disuruh menghafal juz amma sejak sekolah dasar, lalu dilanjut dengan menghafal juz 1 saat kelas lima. FYI, aku bersekolah di sekolah islam. Sering sekali aku berpikir bahwa sekolah di sekolah islam itu membosankan. Sangat.

Setiap hari menghafal bahasa arab yang aku tak tahu apa artinya, sholat berjamaah setiap zuhur dan ashar, hafalan pelajaran agama yang luar biasa banyak dan cukup sulit bagiku (seperti ngafalin doa abis sholat duha, ngafalin doa sholat jenazah, tata cara berbagai sholat, dll), membuatku kadang merasa lelah. Kesimpulan yang aku dapat selama itu adalah, bahwa Islam itu ibadah ritual, terlalu banyak tuntutannya, yang aku tahu waktu itu bagaimana cara berhubungan dengan Allah SWT adalah dengan melakukan berbagai ibadah ritual tersebut. Tapi, ya, aku bosan.

Lalu setelah beranjak sedikit besar, aku akhirnya mengerti Islam yang indah itu bukan sekedar shalat, zakat, puasa, mengerjakan semua perintah dan menjauhi larangan-Nya saja. Jauh. Jauh, dan sangat jauh dari itu, ada sebuah pondasi yang kuat yang harus dimiliki seseorang yang memegang Islam. Pondasi tersebut adalah hal terpenting, yang akan membuang jauh rasa penat karena dirasa tuntutan yang banyak, hal yang justru menjadikan semua ibadah membosankan menjadi kenikmatan yang kau butuhkan. Hal yang mengubah pandanganku terhadap Islam, yang awalnya terasa membosankan, menjadi kebutuhan.

Jika diibaratkan Islam adalah sebuah rumah, maka shalat adalah tiangnya. Zakat, haji, dan puasa juga merupakan bagian dari rumah itu. Tapi apa ada yang memikirkan bagaimana pondasinya? Ia tak terlihat, tapi ia yang menjaga semuanya tetap berdiri. Dan pondasi adalah hal paling penting. Jika seseorang meruntuhkan tiang rumahnya (tidak sholat.red), maka pondasinya perlu dicek, apakah sudah cukup kuat? Bukan hanya menyalahkan dan mempercantik tiang tersebut. Karena percuma, jika rumahmu indah tapi diterjang badai sedikitpun langsung roboh. Percuma, jika shalat, zakat, puasa, tetapi tidak ada pondasinya.

Maka itulah, pondasilah, yang sebenarnya membuat Islam itu indah, kuat, dan itu bukanlah ibadah ritual semata.

Tapi pertanyaannya adalah, kenapa dalam pendidikan, Islam dikenalkan sebagai ibadah ritual semata saja?

Sehingga orang-orang justru terlanjur malas memahami Islam dengan dihadapkan banyak kewajiban-kewajiban hidup pada awalnya. Kenapa tidak dikenalkan apa ‘dasar’ yang membuat seseorang harus melakukan ibadah-ibadah ritual? Kenapa tidak diajarkan bahwa sholat itu adalah kenikmatan, dan bukan tuntutan yang memberatkan? Kenapa semuanya seolah menutupi pondasi itu? Apa ada yang ketakutan dengan kekuatan rumah Islam?

cornspirasi as always.

 

what friends are for.

Awal mula terjadinya mutiara adalah karena sebuah pasir yang memasuki kerang. Pasir itu sebenarnya merupakan hal yang akan membuat sakit kerang. Tapi lama-lama pasir menyebalkan itu justru akan tumbuh menjadi mutiara.

Aku menemukan sepucuk surat ditasku. Dahulu.

Siang, Opi.

Kalau saja aku ini kerang. Aku ingin memintamu untuk melempar pasir kemataku. Biarlah aku sakit sekarang. Biar. Tegalah. Aku akan menumbuhkan pasir itu menjadi mutiara. Kalau kau tidak melempar pasir padaku, justru aku takut dimasa depan aku jadi tidak punya apa-apa. Aku percaya, kamulah yang akan berani melempar pasir itu.Tega lah!

Ini, menjadi tamparanku sekarang. Kamu, mau bergantian? Jadi sekarang giliranmu yang melempar pasir padaku?

Evil Said

Kalau saja mati itu reinkarnasi
Lalu diri menjadi teregois
Lupa titah Pencipta
Lupa harapan orang tersayang

Bolehkah keinginan untuk menghilang
Menghapus semua namaku didunia
Menghapus semua namaku dikepala manusia
Meski itu akan sama saja

Lalu aku menjadi orang baru saja, atau tiada saja
Boleh?

My Dad’s 5yo Daughter and Him.

“Ayah, sini dipijitin kepalanya”

“…”

“semoga..pikiran-pikiran ayah yang tidak mau dipikirkan bakalan diilangin.amin!”, sambil memijat kening ayah.

“….”, Tersenyum.

get well very soon my hero! ❀

4l4i

Ada seorang anak yang selalu kehilangan.

Teman-temannya tak habis pikir bagaimana cara untuk membantunya. Akhirnya mereka semua melakukan sebuah rencana. Rencana untuk menolong anak yang selalu kehilangan itu agar tidak kehilangan lagi. Rencananya adalah: menghilangkan barang berharga si anak yang selalu kehilangan.

Anak yang selalu kehilangan itu panik. Barang itu terlalu berharga untuk dihilangkan. Anak itu tetap tenang namun kegelisahan memuncak dihatinya. Teman-temannya pura-pura membantu; padahal tahu pasti dimana barang berharga itu berada. Akhirnya, anak yang selalu kehilangan mulai menangis. Menangis adalah pekerjaan yang sangat jarang dilakukannya. Ia terlalu kebal dengan kehilangan, air mata sudah terlalu malas untuk keluar. Tapi kali ini berbeda.

Setelah air mata itu habis, teman-temannya lalu membuat sebuah pengakuan. Kejujuran atas rencana mereka menghilangkan barang berharga itu, lalu mengembalikannya. Anak yang selalu kehilangan tidak marah. Ia teramat senang barang berharganya tidak hilang lagi. Teman-temannya hanya berpesan satu hal;kau harus apik menyimpan barang berhargamu. Kami selalu melihat barang berhargamu tercecer seperti tak ternilai. Anak yang selalu kehilangan mengangguk, berjanji dalam hati kalau ia tak mau kehilangan lagi.

Tapi, maafkan, kawan.

Anak yang selalu kehilangan itu, hari ini sudah dewasa, dan kehilangan lagi.

Untuk Temanku Yang Temannya Hujan

Seorang temanku, setia pada hujan
Eh, apa justru hujanlah yang setia padanya?
Apapun
yang pasti mereka selalu beriringan
Meski kadang tidak hujan
tapi mendung itu selalu ada padanya
aku pikir, sudah terlalu lama
Bukan aku marah
karena hujan merebut temanku
Bukan aku kesal
karena hujan menyingkirkan matahari dari temanku
aku juga tidak tahu apa
Maaf diksiku yang tak sebaik milikmu, teman
Temanku bilang maaf karena ia tak bisa berbagi mentari
Seharusnya aku, mentari apa yang pernah kuberi padanya?
Temanku,
Kau ini benar-benar

Kemarin aku bertanya pada hujan
Katanya, sabar saja
Sabar–maaf kalau bosan, karena
Hujan perlahan akan menghapus sesal masa lalu
Atau justru untuk menyimpan masa depan
Masa depan yang entah kapan akhirnya
Temanku juga pernah bilang begitu
Ia sungguh percaya

Tetaplah percaya
Hujan menyebalkan itu
Akan jadi hal yang disyukuri,
nanti.

Kalau aku boleh bilang;
kau penakluk badai yang paling kuat yang aku kenal
Serius.

watchout.

Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu”. Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,

(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka”. Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.

Al-A’raf:50-51

Terlalu banyak yang menjadikan agama sebagai main-main dan senda gurau. Semoga bukan kita, aku dan kau yang sedang membaca.

Buat 8th March Girl dari Yulymu

tiga…dua……satu………….

nainpibedey

hahaha maaf atas kealayan dalam hidup ini.

Pokonya, lagi pengen ngucapin ‘hati-hati waktu hidupmu semakin berkurang’ buat sahabat baik selama tiga tahun di SMA. Untuk temen dimana waktu MOS kita malah diem-dieman dan sama sekali gak ngobrol, sampai akhirnya kita sekelas, dan menjadi gila dengan adanya satu sama lain.

Semoga, dengan bertambahnya usia, maka kedewasaan Nain juga makin bertambah πŸ™‚

Saran aku nih ya, agak kurang-kurangin kebodohan kita di zaman jahiliyah kita dulu seperti sebut saja………..bikin video lypsinc lagu nikita willy tp videonya diketahui teman sekelas & kelas sebelah, foto-foto selfie sampe naik-naik kursi citos, nelfon orang sambil nyanyi happy birthday padahal dia gak ulang taun, kejar-kejaran biksu pusdai, pergi ke taman lalu lintas tanpa tujuan, dan masih sangat banyak lain-lainnya. Jangan lagi, ya. Eh, gapapa ketang

Semoga juga Nain makin sukses dalam kuliahnya πŸ™‚

Sekali lagi, jangan sampai kesalahan kita dimasa lalu terulang lagi ya. Misalnya waktu dikelas nyelundupin makanan (eh gapapa ketang ini mah), pas try out ssc nulisnya nama orang lain-bukan nama kita, pas ujian agama nyontek arti surat al-fatihah ke *ar***, bolos bimbel online (tp kalo ini aga wajar sih, da capek, i know dat feels) dan sebagainya. Tapi selebihnya Nain keren banget kok dalam pelajaran, apalagi kimia, matematika, dan yang susah-susah lainnya. Makasih juga udah sering ngajarin aku pelajaran yang kelam tersebut meski aku kadang telmi hahaha.

Semoga, masalah hatinya segera beres dan mendapat yang terbaik πŸ™‚

Inget gak, saat tiap istirahat kita dengan rempong tengokin kelasnya tapi hasilnya nihil (walau diakhir berhasil juga, lol), atau semua chat YM dengan sidia yang selalu di printscreen dan selalu aku pengen upload tapi Nain selalu larang (yaiyalah), atau juga perfitnahan satu sama lain antar kita berempat yang menyebabkan banyak adik kelas yang GR dan ngerasa kita ngeceng mereka hingga akhirnya ada tragedi tonjokan maut di halte :)) atau juga tentang…….udah ah banyak yang secret, biar kita aja yang tau, hahaha (asa banyak ketawa, maap yak). Sabar ya, Nain, tentang cerita yang Nain bilang beberapa waktu lalu. Meski selalu ada yang menyakiti, tapi lupakan semua dan life must go on! Jadilah diri yang semakin baik agar dapat jodoh yang baik pula. (aga kaya astrologi di majalah tapi gapapa yaaa).

Semoga Nain dikelilingi lingkungan yang baik:)

Kayaknya, dengan Nain bareng kita tuh itu udah merupakan lingkungan yang cukup baik sih (becanda ketang, huhu) . Meski dalam pertemanan kita berempat (yang kemudian jadi lima, dan terus bertambah) banyak mengalami hal menyenangkan dalam hidup, seperti foto narsis yang terlalu banyak (fyi, di fb aku ada 4 album yang masing-masing isinya 100 dan semuanya foto narsis kita gara-gara program laptop dari sekolah tea), sering thawaf 7 keliling sekolah pas pelajaran dan pas curhat, sering duduk di ijo-ijo sambil ngegosip, nyanyi-nyanyi lagu jb dikelas, bersedih-sedih saat si jb dikatain kakek-kakek, dan dadah-dadah norak ke cctv saat kita makan siang padahal lagi bulan romadon (da kita lagi ga solat), atau juga hal-hal bodoh lain yang ga usah aku tulis disini. Semoga, sekarang lingkungan Nain, dikampus, rumah, atau dimanapun, semakin baik dan tidak menyebalkan, hehehe.

Semoga Nain sukses dan kuat dalam menghadapi hidup πŸ™‚

Dulu kita sering cerita tentang masalah hidup kita. Tapi semua dibawa enjoy aja. Entah karena kita masih SMA sehingga semua jadi terasa sangat mudah jika dibawa bercanda, atau karena memang masalah kita mudah dihadapi. Tapi aku tahu, setelah itu–setelah lulus, kehidupan akan lebih sulit ditempuh. Dengan permasalahan kita masing-masing–entah apa saja, karena kita sudah seperti kehabisan waktu bertatap muka sesering dulu dan cerita tentang hidup. Tapi apapun masalahnya, teteeeeup semangaaaaat yaaaaaaaaaaaa (dan jadi alay lagi). Semoga semua masalah bisa menjadi tangga agar kita jadi orang yang lebih ‘tinggi’ lagi.

Semoga, sukses dunia akhirat.

Mungkin sebuah doa yang terlalu mainstream, tapi memang doa yang cakupannya teramat luas. Kadang aku juga merindukan obrolan kita dahulu tentang Dajjal, tentang hari kiamat, tentang sendal Crocs, tentang Ahmad Dhani, Coca-Cola, Starbucks, 2012, Lady Gaga, dan seperangkat obrolan mengenai masa depan-yang-teramat-depan. Kadang, sekarang akupun haus akan obrolan kita semacam itu lagi. Ya,pokonya, semoga keselamatan selalu melindungi Nain hingga ke akhirat. Aamiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin

Btw, jangan bilang kalau aku itu tua lagi ya. Karena sekarang,

UMUR KITA SAMA!!!!!!!!!! yeayyyyyyyyyy!!! Hidup Manusia Tua!! hahahaha

All the best ya, sampai keabadian, maksudnya sampai akhirat kelak. Semoga meski kita sekarang jarang ketemu, tapi di surga nanti kita bisa ketemu lagi πŸ™‚

miss yaaa, birthday girl :—)

Gambar

Sophie Kinsella

Nama tersebut ditulis bukan karena aku dan dia memiliki nama yang sama, tapi karena ia telah sedikit menginspirasi hariku. Sophie Kinsella adalah seorang penulis tapi aku ga terlalu memfavoritkan dia sih, soalnya tujuan baca novel2nya Sophie Kinsella hanyalah murni untuk belajar bahasa inggris, bukan karena isinya kata orang bagus atau apapun. Yaudahlahya.

Salah satu buku yang pernah aku baca berjudul ‘I’ve Got Your Number’, tentang orang yang ngilangin cincin pernikahan. Tapi bukan itu sih yang mau digaris bawahi, ada salah satu tokohnya yang namanya Poppy. Nah, di novel itu sudut pandangnya adalah ‘aku sebagai orang pertama’ dimana orang pertamanya adalah Poppy. Jadi intinya–bagi yang aga ga ngerti–di novel itu sudut pandangnya dipandang dari kaca mata si Poppy.

Poppy ini dari awal diceritakan sebagai orang yang payah, cupu, pekerjaannya ga bagus, yaa pokonya sebagai perempuan sangat biasa aja. Sekali lagi, ini dari sudut pandang si Poppy itu sendiri. Kesimpulannya, jadi ia memandang diri ia sendiri tuh ga ada bagus-bagusnya. Teledor, dan bukan merupakan perempuan cantik-modis-kaya-gaul. Dari sini, aku merasakan hal yang Poppy rasain. gila ini sih aku banget. hahahaha cupu ngets. Sampai kemudian diceritain bahwa ada suatu keajaiban menimpa pada dirinya, yaitu ada seorang yang namanya Magnus melamar dia. Magnus adalah orang yang kaya lelaki idaman di sinetron-sinetron gitu. Kaya, pinter, sering keluar negri, dll. Oke, ini bukan mau ngebahas pernikahan merekanya gimana.

Endingnya justru ngagetin, ternyata, Poppy itu, kalau dilihat dari sudut pandang orang lain, merupakan seorang perempuan yang modis, lumayan berada, dan cukup mengasyikkan. Dilain pihak, si Magnus ternyata merupakan laki-laki yang nggak gentle dan cukup payah.

Begitulah, perspective is everything.

Mari coba lihat diri kita bukan hanya dari kacamata diri sendiri (dimana yang selalu kita lihat hanya jeleknya diri kita saja). Lihat dari kacamata orang lain, supaya seenggaknya nggak sedih-sedih amat gitu hidup sebagai diri sendiri.

sampah banget sih ini.