Good Things About Being Alone

Kadang ada suatu masa dimana kita merasa teramat lemah. Berada dalam titik ternista dalam hidup. Dirasa tak mampu bangkit, tak ada tangan yang membantu, tak ada penyemangat yang meneriakan namamu saat kau dibawah. Betapa pada masa itu, kau sering berkeluh kesah dan berandai-andai ini itu- seandainya tak begini-dan tak begitu. Menyalahkan masa lalu, bahkan takdir. Dirasa semua terlalu gelap, mencari setitik cahaya yang tak tahu akan ada dimana. 

Pada hakikatnya kita takan pernah sendirian. Saat permasalahan menghimpit dan memenjarakanmu dengan kejam, mungkin itulah saat dimana Dia rindu padamu. Masalah itu bisa saja di datangkan agar kau kembali menyebut nama-Nya. Kembali bersujud, menangis, memohon, dan merindu pada-Nya. Kembali berteman, mencinta, dan memeluk erat-Nya dalam hatimu setelah sekian lama kau menomor terakhirkan-Nya, menjauhi, mengabaikan, dan malas untuk memikirkan-Nya. Berterima kasihlah, karena terkadang jalan gelap itu justru dapat membuatmu melihat cahaya dengan lebih jelas dan pasti.

Aku pernah berada dalam kegelapan itu. Saat dimana aku tak punya tempat berpulang kecuali pada-Nya. Saat dimana tak ada yang mendengarkan dan memahami kecuali diri-Nya. Saat itu kau merasa bahwa hal paling membahagiakan dalam hidup adalah saat kau berada bersama-Nya. Saat air mata penyesalan, kerinduan, ketakutan berkumpul jadi satu dan melegakan sedikit ruang penat dihatimu.

Kadang, dengan kau berada dalam kegelapan, justru itulah saat yang paling baik bagimu untuk melihat cahaya. Kejar, dan dekaplah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s