Untuk Temanku Yang Temannya Hujan

Seorang temanku, setia pada hujan
Eh, apa justru hujanlah yang setia padanya?
Apapun
yang pasti mereka selalu beriringan
Meski kadang tidak hujan
tapi mendung itu selalu ada padanya
aku pikir, sudah terlalu lama
Bukan aku marah
karena hujan merebut temanku
Bukan aku kesal
karena hujan menyingkirkan matahari dari temanku
aku juga tidak tahu apa
Maaf diksiku yang tak sebaik milikmu, teman
Temanku bilang maaf karena ia tak bisa berbagi mentari
Seharusnya aku, mentari apa yang pernah kuberi padanya?
Temanku,
Kau ini benar-benar

Kemarin aku bertanya pada hujan
Katanya, sabar saja
Sabar–maaf kalau bosan, karena
Hujan perlahan akan menghapus sesal masa lalu
Atau justru untuk menyimpan masa depan
Masa depan yang entah kapan akhirnya
Temanku juga pernah bilang begitu
Ia sungguh percaya

Tetaplah percaya
Hujan menyebalkan itu
Akan jadi hal yang disyukuri,
nanti.

Kalau aku boleh bilang;
kau penakluk badai yang paling kuat yang aku kenal
Serius.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s