4l4i

Ada seorang anak yang selalu kehilangan.

Teman-temannya tak habis pikir bagaimana cara untuk membantunya. Akhirnya mereka semua melakukan sebuah rencana. Rencana untuk menolong anak yang selalu kehilangan itu agar tidak kehilangan lagi. Rencananya adalah: menghilangkan barang berharga si anak yang selalu kehilangan.

Anak yang selalu kehilangan itu panik. Barang itu terlalu berharga untuk dihilangkan. Anak itu tetap tenang namun kegelisahan memuncak dihatinya. Teman-temannya pura-pura membantu; padahal tahu pasti dimana barang berharga itu berada. Akhirnya, anak yang selalu kehilangan mulai menangis. Menangis adalah pekerjaan yang sangat jarang dilakukannya. Ia terlalu kebal dengan kehilangan, air mata sudah terlalu malas untuk keluar. Tapi kali ini berbeda.

Setelah air mata itu habis, teman-temannya lalu membuat sebuah pengakuan. Kejujuran atas rencana mereka menghilangkan barang berharga itu, lalu mengembalikannya. Anak yang selalu kehilangan tidak marah. Ia teramat senang barang berharganya tidak hilang lagi. Teman-temannya hanya berpesan satu hal;kau harus apik menyimpan barang berhargamu. Kami selalu melihat barang berhargamu tercecer seperti tak ternilai. Anak yang selalu kehilangan mengangguk, berjanji dalam hati kalau ia tak mau kehilangan lagi.

Tapi, maafkan, kawan.

Anak yang selalu kehilangan itu, hari ini sudah dewasa, dan kehilangan lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s