Togetherness

Tetiba ingat lagi tentang snmptn dua tahun lalu.

Aku tidak ikut, tentu saja. Tapi saat hari pengumuman tiba, aku merasa sedih yang sangat. Baru kali ini aku sedih bukan karena diri sendiri. Tapi karena orang-orang yang dekat denganku belum lolos snmptn.

Ini bukan lebay atau fiksi, tapi bayangkan saja saat kau sudah memiliki tempat kuliah–yang bahkan diinginkan sebagian temanmu–tapi justru temanmu belum mendapat tempat dimanapun. Aku merasa begitu egois, padahal aku tak bermaksud, karena apa pula yang bisa aku lakukan?
Ah lagipula teman sekolah, tak ada yang menggantikannya, bukan? Senang sedih bersama. Belajar dan berlaku bodoh bersama. Semua selalu bersama-sama, lalu pada akhirnya aku mendahului mereka dalam memasuki jenjang kuliah. Ingin aku berteriak pada takdir untuk berbagi ‘keberuntungan’ku pada mereka. Bahkan aku sempat berfikir ingin bersama mereka dalam merasakan ketidak beruntungan dalam memasuki ptn, dan ya, ini keinginan yag buruk, aku tahu.

Berada dalam kesenangan tapi sendirian itu menyakitkan.

Itu kesedihan yang bisa dibilang terlebay dalam hidupku. Saat menemuiku, mereka malah kaget. Mereka kaget kenapa aku bersedih selebay ini. Sedihnya ini rasanya seperti patah hati. Malah merekalah yang bilang padaku “Lebay amat sih pi, kita masih bisa daftar ke universitas lain kali”

Dan perkataan itu seketika membuatku merasa orang termelankolis yang bodoh.

Ohiyaya. Aku lupa bahwa masih banyak sekali jalan mereka menuju Roma.

Sesungguhnya inti dari tulisan ini bukanlah cerita tersebut. Tapi intinya adalah kalimat :
Berada dalam kesenangan tapi sendirian itu menyakitkan.
Berada dalam kesenangan tapi sendirian itu menyakitkan.

Berada dalam kesenangan tapi sendirian itu menyakitkan.
Berada dalam kesenangan tapi sendirian itu menyakitkan.

Aku saksi hidupnya.

Sayang, ini baru kehidupan dunia.

Akan lebih menyedihkan lagi jika nanti diakhirat kau hanya memasuki surga sendirian. Itu akan menyakitkan. snmptn saja yang bukan segalanya aku sudah merasa sebersedih itu.

Maka ayolah, ayolah kita memasuki surgaNya bersama. Kau, jangan tinggalkan aku. Begitupun aku, aku sangat ingin semua orang yang aku sayangi bersama-sama memasuki langit ketujuh itu, tak ada yang tertinggal didasar bumi.

 

 Demi waktu, Sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi.  Kecuali orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan, dan saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran.

……dan saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran.

QS. Al-Ashr

 

jangan simpan surgamu sendiri. jangan eksklusif. Selagi masih bisa saling mengingatkan, ingatkanlah. Sebelum umur habis, sebelum penyesalan saja yang tersisa.
(i talk to my hand-again)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s