Pelangi&Awan

Senang sekali menjadi pelangi yang bisa menyapa setiap manusia dengan warnanya sendiri. Memberi kebahagiaan disana-sini. Memberi kehangatan dalam tiap tiap hati manusia. Senyuman pelangi yang selalu dirindukan setiap jiwa, aku ingin memilikinya. Ketenangan dan cerianyapun, aku ingin.

Sementara awan mendung, hanya berbicara dengan dirinya sendiri. Ingin menyapa manusia dengan hangat tapi sekuat apapun ia mencoba bersinar pada akhirnya hanya bisa mengeluarkan hujan saja. Awan mendung yang terabai dan tak diinginkan. Dingin. Awan terkadang bercerita padaku, ia tak pernah meminta diciptakan menjadi awan hujan. Bahkan kalau bisa memilih, ia lebih baik menjadi matahari saja yang riangnya begitu terang.

Tapi pada akhirnya pelangi berkata pada awan mendung, Jangan bersedih, Bukankah tanpamu aku takan ada?.  Awan mendung lalu tersenyum, betul juga, pikirnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s