Sejarah=Sajarotun=Pohon

Seseorang tiba-tiba mengetuk pintu rumahku dengan keras. Aku membuka pintu, dan seorang lelaki berkata ingin bertemu dengan ayahku, penting katanya.

Lalu aku persilakan ia masuk, duduk, dan aku panggilkan ayah. Setelah itu aku kembali ke kamar untuk mengerjakan suatu hal. Hingga akhirnya aku kehausan dan keluar kamar untuk mencari minum dan sedikit cemilan. Rupanya tamu tadi sudah pergi. Lalu ayah bercerita padaku tentang maksud kedatangannya.

Ternyata orang tadi adalah seorang kuli bangunan yang sedang bekerja untuk sebuah ruko di pusat perbelanjaan yang cukup ternama di Bandung. Pagi ini ia mengeruk tanah dibawah ruko tersbut, dan ia menemukan sebuah patung pria chinesse yang berukuran cukup besar. Tetapi anehnya, banyak sekali tulisan-tulisan arab di patung tersebut. Tulisan arab tersebut menyebutkan nama Allah SWT dan nama Rasul Muhammad SAW. Patungnya terbuat dari emas. Setelah diteliti, katanya patung itu merupakan peninggalan sejarah karena telah berusia sekitar 800 tahunan. Wow!

Lalu aku jadi ingat juga kisah 99 cahaya di langit Eropa. Dimana diceritakan bahwa Napoleon Bonaparte telah membangun sebuah jalan yang lurus yang melewati banyak bangunan hebat. Namun jika jalan tersebut terus dilanjutkan, akan berakhir ke Ka’bah. Ini menimbulkan kontroversi apakah Napoleon Bonaparte itu akhirnya masuk Islam atau tidak, karena pastinya Napoleon membangun jalan tersebut bukan dengan tidak sengaja. Juga kisah ibunda Isa, Maryam yang lukisannya terpampang di museum sejarah di Paris. Dalam lukisan itu, Maryam mengenakan kain kerudung yang bertuliskan ‘La Ilaha illallah muhammadar rasulullah’. Menunjukkan keeksisan Islam dimasa lampau.

Atau juga mengenai astronom yang melihat cahaya dari ka’bah saat bumi dalam gelap dari luar angkasa sana. Hal ini membuatnya masuk Islam. Selain itu tentang orang yang menemukan korelasi antara ayat Qur’an dan fenomena sungai di bawah laut. Ia pun akhirnya masuk Islam.

Juga tentang kemerdekaan bangsa ini. Sebenarnya, Cut Nyak Dien dan Teuku Umar yang mati-matian melawan Belanda itu, mereka berperang atas nama Islam. Mereka melawan karena mereka ingin terbebas dari jajahan orang kafir. Bukan dari orang Belanda yang menjajah Indonesia. Ataupun tentang Gajah Mada yang nama aslinya adalah Gaj Ahmada (nama islam), dan kabar bahwa Majapahit sebenarnya adalah kerajaan Islam, pada akhirnya.

Mengenai Kartini pun, setahuku dia adalah seorang yang sedang mempelajari makna Al-Qur’an, maka lewat Qur’an lah ia tahu bagaimana seharusnya hak dan martabat seorang wanita. Sayang sekali, sebelum ia beres mempelajarinya, ia meninggal dunia. Itulah kenapa ia masih belum tahu hukum berhijab, karena ia memang belum mempelajari sampai surat An-Nuur.

Waktu kecilpun aku sering dibelikan buku mengenai tokoh-tokoh Islam. Rupanya banyak sekali orang Islam yang sudah menemukan banyak ilmu pengetahuan sebelum orang Barat mengklaim bahwa tokoh mereka lah yang menemukannya. Tragedi perang salib, dimana perpustakaan umat Islam dibakar pada masa itu, mungkin menjadi salah satu penyebab kita kehilangan informasi bahwa banyak sekali orang Islam yang cemerlang dan menerangi kegelapan dunia.

Entahlah, tapi aku merasa bahwa sejarah gemilang mengenai Islam selalu ditutup tutupi. Bahwa Islam telah banyak menggoreskan pena untuk kemajuan dunia, diabaikan dan sengaja ‘diganti’.

Sejarah itu milik dia yang sedang menang.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s