Happy Fasting, You!

Kemarin sempat kaget karena baru sadar kalau Ramadhan bener-bener udah di depan mata, bahkan udah melambai-lambai mendekat. Aku sejujurnya merasa sedikit sedih karena kok aku ga ngerasa gimana-gimana ya gak kaya orang lain yang begitu excited dan gak sabar untuk menyambut bulan mulia ini. Astaghfirullah sih, bisi dosa.

Bulan yang bisa jadi bulan akselerasi bagi keimanan dan tabungan pahala ini pastinya mubazir banget kalau ga dimanfaatin, apalagi aku yang sehari-harinya seperti kurang amal soleh, maka bulan ini harus jadi penambalnya. Sepertinya harus banyak berkaca dengan Ramadhan kemarin yang bersaing dengan mati-matian kehidupan diklat divisi untuk o-es-k-m (sengaja nulisnya alay, bisi ada yang nemu tulisan ini via google as always).

Ramadhan tahun kemarin, aku terlalu fokus (atau mau nggak mau harus mau?) diklat medik. Sahurnya kadang tepat beberapa menit setelah malam swasta, atau malam-malam ‘biasa’. Buka puasa juga pernah minum susu ultra doang eh dilanjut diklat lagi. Kalau ga ada diklat malem bisa sih tidur sampai 5 jam bari itu juga kebangun terus gara-gara takut ada jarkom. Kalau masalah push up, agitasi, dan lari? Ha-Ha. Itu masih berjalan seperti biasa gak peduli kalau ini bulan puasa. Bahkan buset pisan ga kita sempet utang 130 seri push up, dan setiap diklat malam suka kadang ketiduran ‘sedikit’ pas lagi danlatnya ngomong (eh ga nyambung).

Kalau ada hari tanpa diklat, itu so pasti diisi dengan pbb dan olahraga angkatan atau minta wawancara pendiklat. Melelahkan tapi kenapa ya tetep aja semangat dan seneng, hahaha.

Tarawih apa kabar? Tadarrus apa kabar? Entah aku yang lemah atau apa, tapi sering banget-banget-dan banget bolong :(Saat jeda antara buka puasa dan diklat, ada beberapa orang yang maksain taraweh tapi aku mah engga, soalnya takut ga keburu :/ Tadarruspun kayaknya nggak nyampe 15 juz. Bahkan kurang dari itu. Bener-bener gak produktif untuk amalan-amalan yang biasanya dilakukan maksimal saat Ramadhan.

Tapi pada akhirnya aku bisa melewati bulan Ramadhan dengan ke-nauzubillah-capek-dan-rempong-pisan-nya diklat itu. Bisa. Dan itu membuatku sadar kalau sebenernya kita punya kapasitas diri yang lebih dari apa yang kita biasanya lakukan. Buktinya buka puasa seadanya dan tidur seadanya pun kita bisa tetep kuat. Makaaaaaaaaaaaaaaa Ramadhan kali ini yang sibuknya nggak separah jaman dahulu, harus tetep diisi sama hal ekstra. Kalau tahun kemarin banyak tarawih ngaji dan momen-momen baik dan berpahala yang sering terlewat, maka Ramadhan sekarang harus memaksimalkan semuanya.

Kalau taun kemaren push up berseri-seri bisa, masa sekarang taraweh 11 rakaat aja udah keder?

Kalau taun lalu tidur dikit bisa, masa sekarang malah tidur mulu seharian?

Dilihat dari Ramadhan kemarin, aku tahu aku seharusnya bisa maksimal. Tinggal masalah kemauan, paksaan, dan kerajinan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s