Luna Tic

Akulah puisimu. Aku juga merupakan simbol keindahan dari gelapnya malammu. Tidak, aku tidak sedang gombal, karena bukankah aku memang begitu adanya? Aku mengamatimu dari kejauhan. Aku tak mungkin mendekat, tapi menjauh darimu pun aku takkan sanggup.

Kenalkan, aku adalah sebongkah batuan dan debu yang selalu berjalan mengitarimu. Aku adalah bulan. Diumurku yang setua ini, aku ingin bercerita tentang hal yang tidak ada seorangpun tahu. Tentangmu.Tentang bumimu dimasa mudanya.

Waktu itu bumi masih muda, tentunya akupun baru terbentuk. Aku tertidur saat itu, lalu aku mendengar suara booooooom! begitu kerasnya hingga aku terbangun. Aku terbangun seketika. Kepulan asap keluar dari bagian atas bumi. Untukmu mungkin itu dibelahan barat-daya. Lalu dibalik kepulan asap itu muncul sebuah benda bulat besar-amat besar sampai-sampai aku bisa melihat detailnya. Sebuah UFO dari planet D.

“Ayo cepat turun, kita harus mencapai jantung bumi sebelum Kailm menghancurkan rencana kita!” Seorang alien yang sepertinya merupakan pemimpin mereka terbang mengendarai sebuah pesawat sambil memastikan semua alien-alien tersebut turun semua dengan pergerakan yang cepat.
“Pasukan Intac segera laksanakan plan kalian, segera menuju utara!” Perintahnya. Disambut dengan teriakan “SIAP JENDRAL” dari seluruh pasukan Intac yang sudah rapi berbaris dibagian kiri UFO. Sementara para alien-alien yang lain masih turun temurun dari pesawat bulat itu.

Lalu ada lagi gerombolan alien disamping Pasukan Intac, dengan jumlah yang sama. Mereka memegang banyak alat-alat yang kukira merupakan alat perang. Aku bertanya-tanya mereka akan memerangi apa. Bukankah di bumi hanya ada makhluk bernama Pribumi? Dan Pribumi bukan makhluk yang suka bertindak macam-macam. Dimasa yang akan datang, kau akan memanggil para Pribumi dengan sebutan binatang. Sayangnya kalian kini malah memperlakukan para Pribumi bukan selayaknya tuan rumah lagi.

Rupanya gerombolan kedua itu adalah Pasukan Sinistr. Tiap aliennya memegang benda yang berbeda-beda. Ada yang seperti memegang pedang, seperti pemukul kasti, tongkat, dan banyak lagi.
“Sinistr! Segera menyebar! Matikan para Pribumi dan utamakan yang bertubuh besar seperti itu!” Alien yang menggunakan pesawat mendekati Pasukan Sinistr, menunjuk beberapa Bangsa Saurus yang sedang melahap rumput. Lagi-lagi disambut dengan ucapan “SIAP JENDRAL” dari para alien di pasukan Sinistr.

Apa? Aku terhenyak seketika. Mereka ingin menghancurkan para Pribumi? Dan mereka menitik beratkan pada pemusnahan Bangsa Saurus. Tidak. Ini benar-benar mimpi buruk. Aku sesak sekali. Seperti ada bola dikerongkonganku.

Dari UFO bulat itu, sepertinya tidak ada lagi alien yang keluar. Dan dari jauh sini terlihat mereka seperti semut-semut yang banyaknya tak terkira. Kukira jumlah mereka ada sekitar 10.000 an. Mereka berbaris rapi sesuai dengan pasukannya masing-masing. Si alien berpesawat, terbang kesana kemari, memerintah tiap pasukan untuk bergerak sesuai tugas masing-masing.

Ah tunggu! Ternyata dibagian Tenggara ada lagi pemandangan yang super aneh. Tiba-tiba saja bermunculan dari tanah beberapa alien yang memiliki bentuk sama dengan alien-alien jahat tadi. Tapi alien yang ini terlihat teduh. Tidak ada kemarahan diwajahnya. Aku bingung, haruskah aku memanggilnya dengan sebutan alien? Toh mereka tidak berasal dari planet lain, tetapi mereka muncul dari dalam bumi. Eh, tunggu! rupanya ada sebuah pesawat juga didekat alien yang muncul dari tanah itu. Pesawatnya sama-sama bulat. Berwarna cokelat, tapi tidak ada tanda-tanda asal planetnya dari mana.

Aku berpikir keras. Mereka lebih aneh lagi. Membawa pesawat tetapi malah muncul dari tanah. Apa rencana mereka? Apakah mereka sama seperti alien yang jahat tadi? Ingin memusnahkan Pribumi? Atau mereka semua adalah teman alien tadi yang sama-sama ingin merebut tangan bumi dari para Pribumi? Pening sekali kepalaku memikirkan nasib bumi kedepannya. Karena mau tidak mau aku pasti terkena dampaknya.

Kemudian aku tahu kalau alien yang muncul dari tanah itu bernama Kailm dan yang muncul dari pesawat planet D adalah Natex. Kedua alien ini secara fisik memang sama. Tidak ada perbedaan sama sekali. Hanya saja, Kailm berusaha memperjuangkan keberadaan bumi dan pribumi, sementara Natex berusaha untuk mengambil alih bumi.
tobecontinu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s