Lussife.

Lussife. Kau tahu? Milyaran tahun lalu namaku itu begitu dianggap buruk diseluruh jagat raya ini. Setiap makhluk yang mendengar namaku, akan segera menutup telinganya. Namaku itu bagaikan mimpi buruk yang menghantui masa depan tiap-tiap jiwa. Bahkan saat aku berjalan ke bulan, semua penghuninya memalingkan muka. Aku mengembara ke venus, seluruh penghuninya malah bersembunyi. Kemudian aku berlibur ke mars, tetiba semua penduduk bertindak seperti akan memerangiku–untungnya aku segera pergi lagi secepat mungkin.

Makhluk yang dikutuk. Mereka bilang itulah aku. Ha-ha. Tenang, aku akan mengajakmu menjadi bagian dari diriku, tunggu saja. Dan kau akan bangga menjadi temanku.

600 abad sebelum itu, aku adalah makhluk kesayangan Tuhan. Aku beribadat setiap hari setiap waktu dan tak mengenal tempat, tak kenal lelah. Aku jalankan setiap perintah Tuhan selama 600 abad tersebut. Hingga datanglah hari itu. Hari yang merubah hidupku. Merubah masa depanku. Merubah segala yang ada di alam semesta ini. Merubah hidupmu juga.

Hari itu Tuhan menciptakan suatu makhluk baru terbuat dari debu yang bernama Insi. Cih! Anehnya, dia adalah makhluk tersempurna yang pernah kulihat. Ia memiliki banyak hal yang tidak kami miliki. Dan yang paling membuatku benci padanya adalah ia diajarkan banyak ilmu oleh Tuhan yang bahkan para Mikayl pun belum mengetahui tentang itu. Ah, rasa iri ini bisa memusnahkan peribadatanku selama 600 abad itu. Aku segera mencoba mengenyahkan pikiran-pikiran tersebut.

Tapi kau tahu apa? Ada satu hal yang ternyata justru membuat rasa dengkiku semakin menjadi jadi. Tuhan menobatkan Insi sebagai “Pemimpin” kau mungkin bisa menyebutnya dengan kata khalifa. Ini sungguh tidak adil! Insi itu anak kemarin sore yang masih cupu, sementara aku telah mengabdi pada Tuhan dalam waktu yang teramat lama. Dan yang dipilih menjadi khalifa adalah dia? Insi yang….tidak ada apa-apanya itu? (well, sebenarnya dia memang telah memiliki segalanya) Tidak. Aku sungguh tidak bisa mengerti ini semua.

Suatu hari, jabatan itu akan dikukuhkan. Tuhan mengumpulkan semua makhluk untuk bersujud padanya sebagai simbol untuk mendukung jabatan khalifa nya itu. Bahkan Mikayl si Cahaya, sudah setuju untuk menopang segala kehidupan Insi untuk menjalankan khalifa nya dengan sujud pada Insi. Aku dengan kekesalan masih terdiam. Sujud? Membantu Insi menjadi khalifa? Mendukung Insi menjalankan jabatan yang sudah aku incar sejak lama itu? Tidak. Aku geleng kepala dan protes pada Tuhan mengenai ini semua.

Hati kecilku tahu bahwa sebenarnya Tuhan memilih Insi sebagai khalifa itu memang keputusan yang tepat mengingat Insi telah diberi banyak potensi yang tidak dimiliki makhluk lain. Tapi…….tapi aku juga masih menginginkan jabatan suci itu.

Menjadi khalifa itu artinya menjadi wakil Tuhan untuk menjalankan kerajaan-Nya dibumi. Untuk mengajak manusia (kata jamak dari Insi) bernaung dibawah perintah dan laranganNya demi kebaikan bersama. Itu seharusnya adalah jabatan milikkku yang sudah menyerahkan diri pada Tuhan selama 600 abad. Bukankah begitu?

Karena aku enggan bersujud dan enggan membantu Insi dalam menjalankan jabatan ‘suci dan berat’ nya itu, aku lalu dikutuk. Aku dikutuk oleh Tuhan. Aku akan berakhir di tempat buruk. Terburuk. Tempat terburuk yang ada dalam jagat raya ini. Dan aku janji, aku tidak mau sendirian berada di tempat itu nantinya. Aku berjanji dengan janji yang kuat bahwa aku akan membuat anak-anak Insi lupa bahwa mereka sedang menjabat jabatan mulia dari Tuhan. Aku akan mengajak mereka semua menjadi sahabatku.

Hahaha, maksudku, mereka akan menganggapku sebagai teman baik meski aku masih selalu menganggap mereka adalah musuhku.  Menyenangkan! Aku akan buktikan, bahwa anak cucu Insi banyak yang tidak suka dengan jabatan mulia itu dengan mendukungku ‘melepas’ jabatan itu dari pundak mereka.

Hahahaha. Dasar manusia bodoh.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s