Power of Believers

Dalam sebuah peperangan –kalau tidak salah saat perang salib, saat itu setelah pasukan muslim sampai ke negara tujuanya, pemimpin mereka membakar kapal-kapal yang membawa mereka ke tempat perang tersebut.

“Kenapa kapal-kapal kita dibakar, Amir?” Tanya salah seorang prajurit.

“Sebagai muslim, kita hanya memiliki dua pilihan. Pertama, kita berhasil memenangkan agama Allah, dan yang kedua, kita mati sebagai syuhada. Kita tidak boleh memilih untuk pulang dan menyerah, maka dari itu aku suruh kalian untuk membakar kapal-kapal kita. Apapun yang terjadi, kita harus tetap berjuang. Menang atau kalah”

Pada hakikatnya, bagi muslim tidak ada yang namanya “menang atau kalah” tapi “menang atau pulang dan jadi pecundang”. Karena kalaupun pasukan muslim pada akhirnya kalah, tapi kematian mereka berarti kemenangan bagi tiap-tiap jiwa. Kemenangan karena menduduki surga-Nya. Kemenangan karena telah mencapai keridhoan-Nya. Kemenangan tiap jiwa dalam mencapai tujuan hidup yang dicintaiNya.

Hidup ataupun mati, pejuang muslim yang sebenarnya akan tetap menang.

Permasalahannya adalah, apakah kita termasuk kedalam pejuang muslim? 

Atau kita hanyalah pejuang IP semata yang hanya nangis darah kalau gak bisa ujian tapi justru biasa aja saat “agama” nya dilecehkan?

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s