Bukan tentang pengusir setan

Tiba-tiba saja aku teringat dengan acara-acara tv saat aku kecil. Aku dulu senang dengan cerita-cerita horor dan tentu berbanding terbalik dengan kenyataannya yang ke wc saja selalu minta antar orang tua. Meski begitu, aku tak pernah kapok. 

Dalam cerita-cerita di televisi tersebut, aku masih ingat sekali, cara orang-orang mengusir hantu itu bisa dengan berbagai macam cara. Bisa dengan bawang putih, dukun-dukunan, dan yang paling manjur adalah dengan; membaca ayat Qur’an atau dengan membuka halaman Qur’an. Setelah itu si hantu akan kepanasan dan lenyap.

Sekarang, tayangan seperti itu rasanya sudah jarang sekali.

Lalu mari melompat kemasa kini. Sekarang sedang marak program one day one juz. Aku sih, pada awalnya setuju saja, meski ya, aku tak mencoba program tersebut (kalau boleh mencari pembenaran: karena aku sibuk kuliah).

Kalau boleh mencari pembenaran satu lagi: Aku takut dalam membaca Quran hanya mengejar kuantitas tanpa memikirkan kualitasnya. Oke, dari segi pahala mungkin dengan mengikuti one day one juz bisa banyak pahala yang diraih –wallahu alam. Namun bukankah inti dari diturunkannya Qur’an itu untuk dipahami? Ditengah sibuk kuliah, aku lebih memilih membaca Quran hanya satu halaman tapi beserta arti dan pemaknaannya (mungkin lagi-lagi ini adalah pembenaran karena ada orang yang mengaji satu juz tiap hari beserta artinya).

Lalu bulan Ramadhan seperti ini, saat aku masih muda sekolah dulu, aku selalu mengusahakan untuk khatam. Supaya nanti dapat THRnya double. Tapi sebelum dan seusai membaca Qur’an aku tak merasakan perbedaan. Jadi aku mengaji semata-mata hanya ingin pahala dan THR saja.

Mari kembali kepada tayangan hantu saat aku masih kecil dulu. Disitu seolah-olah Qur’an adalah suatu hal sakral dengan kekuatan magis yang mampu mengusir kejahatan setan. Padahal, Quran bisa mengusir kejahatan dengan cara diamalkan oleh kita. Bukan karena kita membaca bacaan-bacaan yang kita sendiri tidak mengerti artinya apa.

Tak jarang juga fenomena yang seperti men’suci’kan Qur’an. Saking suci nya Qur’an, sampai-sampai lebih baik simpan saja di lemari tertinggi, jangan disentuh, dan jadi pajangan saja. 

Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

 

Ya, semoga saja, seusai kita membaca Qur’an, kita mendapatkan kebahagiaan karena menemukan “terang”.

Bukan hanya karena ingin meraih pahala apalagi THR.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s