bingcongekam

Aku memasuki angkutan umum, pukul 20 lewat 14 menit. Harusnya aku pulang ba’da maghrib, tapi karena bertemu dua teman lama, jadi kami berbincang dulu hingga lupa waktu. Aku sekarang duduk dengan seorang laki-laki dan seorang perempuan didepanku. Mereka sedang berbicara seru sekali. Yang perempuan, berambut hitam sebahu dengan baju pink lengan pendek dan jeans–sangat typical untuk mahasiswa dikampus ini. Namanya mungkin Agnes. Yang laki-lakinya juga sama saja, maksudku, berpakaian seperti mahasiswa dikampus kami. Ia bernama Setia.

Aku menoleh kepada keributan di kiriku, rupanya ada sepasang lagi. Yang perempuan berkaca mata dengan rambut tipis sepunggung, dan manis wajahnya. Namanya…menurutku dia cocok bernama Ayu. Laki-lakinya terlihat sangat senang mendengarkan perempuan itu berceloteh, lelaki ini kupikir namanya Kevin. Mereka membicarakan hal serius seperti tentang kuliah bahkan sekali-kali tentang politik. Entah kenapa sekali-kali mereka tertawa–padahal tidak ada lucunya. Mungkin sedang saling memiliki perasaan.

Berbeda dengan pasangan didepanku yang membicarakan hal-hal bodoh dimasa lalu. Setia bercerita bahwa waktu SMA dia sering bertanya pada guru hingga dimarahi. Agnes juga bercerita kalau dia hobi lypsync saat menunggu dosen. Aku sedikit menahan tawa mendengar obrolan mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s