Aneh (hal yang kamupun udah tau)

Kalau di peribahasa sih ada yang bilang gini; Gajah di pelupuk mata ga keliatan tapi semut di ujung pulau keliatan.

Sekarang lagi happening banget Anti ISIS gak sih.

Jaman-jaman sekarang lagi rame-ramenya bermunculan ‘sekte’ baru dalam Islam yang pada akhirnya menjadi ‘musuh’ masyarakat. Sebut saja salah satu contohnya Ahmadiyah atau ISIS. Dampaknya? Banyak orang yang makin takut buat belajar Islam karena takut dikatain sesat. Ada mentoring dikit malah dibilang sesat. Terlalu pake pakaian menutup (cadar misalnya) langsung di curigai. Jenggotan dikit dibilang teroris. Rohis-rohis di SMA (hampir?) mau ditiadakan. Katanya kita harus toleransi, tapi entahlah, sama agama sendiri aja udah senggol bacok gini.

Mau melontarkan kebingungan sedikit aja nih. Emang siapa sih yang berhak menentukan sesuatu itu sesat atau engga? Bahkan Rasulullah SAW yang diidolakan banyak umat muslim bukankah di eranya disebut sebagai orang gila dan penyebar ajaran sesat? Yaudah skip dulu buat di tulisan selanjutnya.

Anehnya lagi, institusi yang dengan resmi bilang institusi Islam, malah melahirkan banyak orang yang justru anti Islam atau Islam Liberal (sebut saja UI*N). Bahkan mereka pernah menyandingkan nama hewan dengan nama Tuhan. Lalu aksi-aksi mahasiswa cerdas kaya gini dianggap bukan pencemaran agama?

Yaudah

Daripada jauh-jauh mikirin orang lain, gimana kalau kita evaluasi diri sendiri dulu aja biar gak rempong.

Tapi tunggu, emangnya bisa kita menjadi orang yang Islam seutuhnya kalau lingkungan kita kayak gini?

Siapa Utusan Allah yang sholatnya sendiri aja–bodo amat orang lain akidahnya kaya gimana. Kan nggak ada. Semuanya bukankah bahu membahu dalam melaksanakan Islam?

Apa cuman disini aja, apa jaman sekarang adalah pengecualian, dimana menjadi Islam itu yaudah-kamu-kamu-aku-aku. Kita Islam, tapi kamu ga solat sih bodo amat, yang penting aku sholat. Nggak gitu kan? Aturan Allah SWT berlaku sampai hari kiamat kan? Jaman sekarang ga di sekip kan?

Kita berada dalam masa dimana muslim akan bilang “jangan liat penganutnya, tapi lihat Islamnya itu kaya gimana” sementara jaman dulu, “kalau mau tau Islam, lihatlah kehidupan para Sahabat”. Suatu pernyataan yang menunjukkan betapa  sudah jauhnya Islam dengan penganutnya, hari ini.

Wallahu alam bis-shawab.

Ditulis dijaman keegoisan. Padahal bisa saja akupun budaknya. Maaf.

Good Places for Family Vacation

Keluarga besar kami sejak jaman firaun dulu, kalau akhir tahun pasti selalu ada acara nginep di luar dan liburan bareng. Dari tahun ke tahun biasanya kami selalu ke daerah yang masih di sekitaran Bandung semacam di villa-villa Lembang atau penginapan/cottage di daerah gunung-gunung sekitaran bandung (aku gatau nama daerah-daerahnya hiks). Kali ini kami pergi ke daerah Ciwidey dan nginep di 2 tempat; Legok Kondang Lodge dan Rancabali Tea Resort. Legok Kondang Lodge ini merupakan tempat yang paling pas buat acara keluarga karena: 1. Viewnya bagus dan ada lapangan besar+balong+ tempat buat bakar-bakar diri. 2. Nggak ada sinyal; biar ga pada konsen ke HP mulu. Its time to socialize! 3. Nggak ada TV; biar ngga ada yang ngurung di kamar. 4. Tapi, meski ga ada TV dan sinyal, tempatnya ga kalah kok sama hotel-hotel. Kasurnya enak dan satu tenda ada 4 kasur mayan besar. WCnya pun bersih dan air anget. Fasilitasnya juga lengkap banget; handuk, sikat gigi, dll. 5. Uniknya, ini tempat nginepnya setengah tenda setengah lagi kayu. Maksudnya, jadi lantai dan sebagian dindingnya kaya rumah biasa, tapi atapnya dari tenda. 6. Meskipun kaya tenda, tapi sama sekali ga kerasa dingin pas malem. Baby-baby yang ada di keluarga kami pun ngga rewel-rewel dan bisa betah. 7. Panitianya juga seru dan suka ngebodor jadi weh ngeceng (eeeeh salah) 8. Jalan menuju TKP nya cukup perjuangan–banyak bebatuan dengan kanan jurang dan kiri hutan; kami naik kendaraan khusus soalnya saat mobil ada yang maksa masuk eh malah selip dan musti di dorong. Ini terjadi karena emang Legok Kondang ini masih cukup baru yaitu sekitar 7 bulan. Untuk lain waktu, sepertinya akses kesini akan dipermudah. 9. Free teh kopi dan air anget. Kisaran harganya, setelah nanya ke mama sih kisaran 9 jutaan, udah dengan tenda 8 buah plus semua-mua fasilitasnya kaya punya kita sendiri (ga ada orang lain selain kita). Termasuk juga makan 3 kali dan ikan-ikan di kolam/sungai yang boleh di abisin sama para bapak-bapak yang hobi nangkep ikan dibantu oleh para balita. Juga dengan timeline acara yang dibantu sama panitia yang ada di sana. Termasuk paket ke Kawah Putih dan petik strawberry. Kalau masalah cuaca, jika di Bandung sekarang lagi hobi ujan besar dan banjir, disana nggak seburuk itu kok. Justru ujannya cuman bentar pas sore aja. Dan aku terkaget-kaget saat di Bandung karena ternyata selama kami di Ciwidey dengan cuaca yang menyenangkan di daerah rumah malah sempet banjir. nih deh barangkali ada yang tertarik:

bapak marcelinus ferry
081318179889 (whatsapp, sms and telepon)
info@kawahputih.co.id
marcelinusferry@yahoo.com
legok kondang lodge
desa legok muncang kecamatan ciwidey – bandung selatan

 

DSC01426
Ke Kawah Putih dulu ceritanya
DSC01448
namanya ‘Ontang Anting’ untuk mengantar kami ke Legok Kondang Logde
DSC01458
Kerjaan disana: Jadi bebi sitter karena banyak ponakan yang balita :”)
DSC01473
Tempat kami tidurrrr
DSC01490
Lapangan luas banget. We were having fun!
DSC01533
Sambil ngerjain Tante Ita yang lagi ulang tahun! 🙂
DSC_0541
Para bocah yang kalo dirumah biasanya main ipad, ternyata bisa juga maen di sungai wkwk
DSC01547
Ada lapangan lain buat bakar-bakaran
DSC_0618
Selfi dikit maafin. Itu belakangnya adalah sebagian kecil isi si tenda. Cozy, huh?

Tempat kedua; Rancabali Tea Resort Ini seperti penginapan-penginapan lainnya. Viewnya bagus. Menyenangkan juga kok. Apalagi harga cuankinya disini murah :–) Disini tepat depan penginapan kami ada kolam air panas yang bentuknya love. Lalu yaa namanya juga ‘Tea Resort’ jadi kami dikelilingin sama perkebunan teh. Selain itu, ada juga rusa dan kandang-kandang burung. Kalau aku ga diajak main (a.k.a dibuli dan dipaksa) sama Fathir (5yo) dan Naira (6yo) aku ga akan tau kalau disini ada hewan-hewan juga.

Fog was everywhere
Fog was everywhere
view di kanan penginapan kami
view di kanan penginapan kami
model: teh mega
model: teh mega
Cuanki yang harganya kaya di Bandung
Everybody was discussing while I am eating the Cuankey
kaya di harry potter gitu gak sih
kaya di harry potter gitu gak sih
Plang di depan; yawdalaya
Plang di depan; yawdalaya
"Opi sok asih ih maen sama kita mulu" -Naira "Ini bukan maen, tapi jagain kaliannn"-Opi
“Opi sok asih ih maen sama kita mulu” -Naira
“Ini bukan maen, tapi jagain kaliannn!!”-Opi
DSC01800
“Kalau bunda aku udah dateng, jangan pergi ya!” -Fathir

aunty

20141228-111721 AM.jpg I spent the last 3 days with ’em; rempong banget tapi seru punya banyak ‘mainan’ akaka

Tsunami

Kemarin abis nonton video Tsunami Aceh bareng Naira gara-gara donow-what-to-do di rumah. 

Kesimpulannya satu:

Aku gak mau jadi orang yang cuman saat sedih dan tertekan atau hampir mati baru inget sama Allah SWT dan mohon-mohon ampun. Tapi saat hidup lagi hepi atau biasa aja malah meragukan keberadaanNya atau malah nganggep orang yang teramat alim adalah orang yang ‘kuno’ (kan lagi usum pemikiran kaya gitu ya nggaaa).

 

Aku aja yang ga ada apa-apanya ini suka kesel kalau didatengin orang yang ada mau nya aja lalu pergi setelah ia mendapat yang ia mau, apalagi Allah SWT yang jelas-jelas pemberi kehidupan–masa kita datang dan pergi seenaknya gitu aja, nyadar diri lah kalau bahasa kasarnya mah.

duh ini catetan buat diri sendiri aja sih. semoga tetap jadi pengingat.

Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin. Kamu juga deh semoga kaya gitu (kalau mau).

vibedey

Sebelum mulai belajar buat UAS, maka bolehlah curhat dulu sedikiiit. (baru ngumpulin niat belajar)(padahal susah)(padahal besok pagi)

Hidup ini terdiri dari beberapa tahapan yang mereka kita bikin; yaitu sekolah, kuliah, kerja, nikah, nenek2, lalu meninggal. Namanya juga manusia, susah rasanya buat bersyukur. Waktu balita pengen cepet-cepet gede. Pas SD pengen cepet-cepet SMA, pas SMA pengen tetep SMA, pas kuliah pengen balik ke SMA atau pas kuliah ada yang pengen cepet-cepet nikah.

Jadi hari ini memang rada bodoh juga karena malah liat album foto-foto di laptop (bukannya belajar gelombang). Dan aku ngeliat foto2 jadoel. SMA adalah suatu masa dimana Index of Happiness ada di puncak maksimal dan turunnya hanya kalau remed. Meskipun Alsen adalah tipe sekolah yang kuli karena orang lain libur kita malah supercamp mulu, meskipun para anak alsen selalu mencoba absen fingerprint pake idung namun suka gagal karena pesek, meski aku sering pulang abis isya dan dimarahin, meski kita sering selfi alay di wc yang ada hantuan, meski tugas-tugas datang dengan ga manusiawi, tapi itu semua adalah nevermind. As long as you always laughing (nawn pisan) with the girlssssss.

So, happy birthday buat my arabian night girl– orang yang bikin aku sampe hari ini kebiasaan ngomong ‘maap’ (sumpah pdhal ga maksud) dalam segala hal apapun, orang yang selaluuuuu banget jujur untuk bilang ‘jangan so baik lah yul!’ atau ‘kok kayak gitu yul? jangan gitu ih gaenak ke orangnya!’ atau ‘yul muka yul, keliatan banget lagi kesel ke xxx’ . Pokonya tengkyu untuk mengatakan apa-apa jika aku sudah melenceng dan menyebalkan. Love and miss you always! (copas kata-kata nida waktu aku ulang taun wqwq)

 

 

162976_1566175518660_5946679_n
Kiri ke kanan: nida, nain, laidong, opi.  Belakang: gatau san, gatau set

 

 

 

hsyuuuuu

Whatever your particular mountain looks like, eventually the blur of your youth is behind you, the dust has settled, and there you are living your life—when one day, usually around your mid or late 20s, it hits you:

It’s not that easy to make friends anymore.

Sure, you’ll make new friends in the future—at work, through your spouse, through your kids—but you won’t get to that Tier 1 brothers level, or even to Tier 2, with very many of them, because people who meet as adults don’t tend to get through the 100+ long, lazy hangouts needed to reach a bond of that strength. As time goes on, you start to realize that the 20-year frenzy of not-especially-thought-through haphazard friend-making you just did was the critical process of you making most of your lifelong friends.
Well, shit. That means most of your lifelong friends are made, and that some of the people closest to you are somewhat arbitrary! And might even be people you don’t all the way like at this point anymore!

http://jezebel.com/how-many-of-these-odd-friendships-are-you-stuck-in-righ-1670451635

 

L o s t

Seringkali hidup ini rasanya terlalu memihak. Aku selalu merasa ingin menghilang saja, bertemu dunia baru, lalu hilang lagi, begitu seterusnya hingga kenyamanan–bahkan kenyamanan itu pada akhirnya bermuara pada diri sendiri saja.

Mungkin harus diingatkan lagi

Bahwa kelelahan akan membuat kita lebih menghargai waktu tidur. Rasa sakit akan membuat kita merindukan sehat. Hujan dan badai datang membuat kita mencintai matahari. Kesendirian membuatku lebih menghargai persahabatan kecil. Jika lelah, rasa sakit, hujan, dan kesepian itu tak ada, maka entah apa yang bisa membuatku mengetahui betapa berharganya hal sesederhana tidur, kesehatan, dan teman. Bahagia itu sederhana, benar adanya.

Bahagialah! Jangan lagi bilang ingin hilang! Kalau kau memang hantu, biarlah, biar Dia saja yang melihat.

kembali, tertawa, ayo!

cheer up  kaaaaaaaamu!–siapa aja yang baca.

Don’t see me, don’t read me.

Please don’t see
Just a boy caught up in dreams and fantasies
Please see me
Reaching out for someone I can’t see

It’s Adam Levine’s week!

Decembre!

20141210-055110 PM.jpg

Lelah adalah mencari kesempurnaan di mata manusia. Karena dengan keterbatasannya, manusia hanya bisa menilai dari hasil saja. Proses yang berdarah-darah tak akan bisa dilihat dan tak akan jadi perhitungan. Tak ada yang peduli berapa banyak pengorbanan yang kita lakukan.

Mungkin ini alasan kenapa kita harus beriman.

Supaya semua susah payah bisa jadi perhitungan dimata Nya. Bukan hanya sekedar hasil yang nilainya bisa jadi nonsense bahkan dianggap ‘sampah’ bagi manusia–tapi proses setiap titik keringat, supaya jadi bahan perhitungan untuk menyelamatkan diri di kehidupan setelah ini.

Kita bisa saja kehilangan arah dan kehilangan semangat jika tidak tahu kedepannya akan mendapatkan apa. Waktunya untuk mengejar tujuan paling abadi, supaya tidak ada yang sia-sia, dan untuk menjaga semangat agar tidak dilindas kejahatan dunia dan segala tipu dayanya.

Btw Im already 21st last month, still having brain&heart. Not as stupid as you think.