Tsunami

Kemarin abis nonton video Tsunami Aceh bareng Naira gara-gara donow-what-to-do di rumah. 

Kesimpulannya satu:

Aku gak mau jadi orang yang cuman saat sedih dan tertekan atau hampir mati baru inget sama Allah SWT dan mohon-mohon ampun. Tapi saat hidup lagi hepi atau biasa aja malah meragukan keberadaanNya atau malah nganggep orang yang teramat alim adalah orang yang ‘kuno’ (kan lagi usum pemikiran kaya gitu ya nggaaa).

 

Aku aja yang ga ada apa-apanya ini suka kesel kalau didatengin orang yang ada mau nya aja lalu pergi setelah ia mendapat yang ia mau, apalagi Allah SWT yang jelas-jelas pemberi kehidupan–masa kita datang dan pergi seenaknya gitu aja, nyadar diri lah kalau bahasa kasarnya mah.

duh ini catetan buat diri sendiri aja sih. semoga tetap jadi pengingat.

Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin. Kamu juga deh semoga kaya gitu (kalau mau).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s