pers.(pective)

Hari yang aneh. Pagi tadi, aku menyapa seorang teman. Ia tidak dengar. Atau pura-pura tidak dengar? Sorenya, kakiku masuk ke lubang lapangan basket kampus. Tahu seberapa malu dalam itu? Lalu malamnya, sepi sekali. Kenapa aku melihat bayang-bayang aneh mengikutiku? Imajinasiku melayang kemana-mana, akhirnya aku berlari pelan. Tetangga lalu menyapa diujung jalan, “Ngapain lari-lari neng?”

Setelah mau tidur, aku baru sadar. Aku lupa memakai kaca mata hari ini. Semua hal yang aku katakan tadi, hanya bayang palsu saja. Teman yang kutemui tadi pagi, adalah orang asing yang mirip seorang teman saja. Bayangan di malam hari, hanya dedaunan di pohon saja. Tunggu, apa tetangga yang menyapa itu lalu bukan tetangga?

Semua akan benar jika bisa melihat jelas. Asumsi hanya akan menyusahkan. Pakai kacamatamu, nak. Pakai pikiranmu, jangan lagi perasaan yang kerap dibawa.

[ditulis sambil bikin andat, dan dengerin lagu emo alay jaman smp; sekenhen&friends.]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s