Tentang Hal Pertama Yang Di Hitung di Akhirat

Sholat.
Pengen ngeclose tab ga? Tahan yah shay.
Di surat Al Maun tertulis,
“Maka kecelakaanlah bagi orang yang sholat”
“Yaitu orang-orang yang lalai dari sholatnya”

Jadi, kata siapa orang yang sholat pasti selamat?

Banyak orang berceloteh, ‘ah si eta mah sholat sih sholat tapi kelakuannya….’ Atau
‘Yang penting jilbabin hati dulu, sekarang aja banyak orang yang kerudungan tapinya bejat..’

Seolah olah kesimpulannya adalah:

Sama sekali gak ada hubungannya antara aktivitas ibadah ritual dengan kehidupan sehari-hari. 

Kondisi seperti ini juga bisa jadi membuat orang merasa bahwa ibadah ritual tuh nonsense, yang penting mah jadi orang baik aja. Tapi jangan jadi orang baik deng kan bisi gampang diputusin 😦 *maap oot

Coba aja kita cari dalam Al-Qur’an, apakah pernah Allah memerintahkan manusia untuk melaksanakan sholat? Hayoh ih cari cepetan jangan baca doang………..

Gak ada kan ya? *padahal belom nyari*

Iya, gak ada. Allah selalu menyuruh manusia untuk ‘mendirikan shalat’ dan tidak menyuruh untuk melaksanakan sholat. Jadi itulah jawaban kenapa ada yang sholat tapi maksiat, yaitu karena dia tidak mendirikan sholat, tapi hanya mengerjakan saja. Bedanya apa? Ya jelas beda. Kalau mendirikan, kita harus menghadirkan Allah di dalam hati, dan khusu. Sementara kalau mengerjakan……..ya sebatas ingin melepas kewajiban saja.

Maaf aku takut jadi orang fasik kalau banyak omong tapi ga ada perbuatan. Akupun bahkan jujur aja, ditengah kesibukan yang sebenarnya gak sibuk ini kadang sholat cuman sebatas penggugur kewajiban aja. Biar nggak merasa dosa kalau nggak solat. Cuman sekedar biar merasa lega karena kewajiban sudah ditunaikan.

Kata seorang guru SMP, kalau sholatnya khusu, maka abis sholat akan kerasa efek dari sholatnya. Pernahkah?

Pernah takbir sambil benar-benar meresapi bahwa diri ini sangat kecil dibandingkan Dia yang kekuasaannya meliputi apapun? Bukan mikirin laporan yang masih belom beres.

Pernah baca Al-Fatihah sampai merinding membayangkan jalan yang bukan shiratal mustaqim? Bukan memikirkan uang yang tadi siang hilang. Pernah baca surah pendek dan benar-benar membayangkan bagaimana horornya neraka? Bukan ngebayangin filem setan yang tadi baru ditonton. Atau pernah rukuk, sujud, sambil benar-benar menyesali dosa-dosa yang sudah tidak termaafkan lagi?

Atau pernah itidal sambil benar-benar bersyukur atas karunia yang telah kita dapat? Bukan membayangkan makan apa nanti malam.

Atau pernahkah sujud sambil merasa diri ini lemah dan merasa sedang menghadap Sang Raja, yang menyerahkan kehidupan hanya kepadaNya? Bukan memikirkan sejadahnya yang bau (eh).

Pernah abis sholat merasa lega lalu jadi pengen berbuat kebaikan kepada semua orang?

Banyak yang pernah. Hanya saja, kita harus meningkatkan intensitasnya agar semakin banyak sholat yang tidak sia-sia. Bagiku sendiri, hal ini cukup sulit. Tapi surga memang mahal. Makanya jangan memiliki amal yang murah.

🙂 semangat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s