Maturity

Rasa sayang bukan harus selalu ditunjukkan dengan semua hal yang menyenangkan. Seperti bagaimana cerewetnya ibumu saat kau akan bepergian jauh. Rasanya tidak menyenangkan, tapi memang itu bukti sayangnya. Atau betapa setiap jam makan siang kau di ingatkannya untuk makan. Atau juga dosen yang menegur disaat kita lalai menugas atau tidak memperhatikannya. Semuanya tidak enak. Tapi bukankah mereka menyayangi kita?

Begitupun hidup, Pemilik Kehidupan ini juga menyayangi kita. Bukan selalu dengan diberi hidup berkecukupan, keluarga yang hangat, teman yang selalu menghibur, atau kesehatan. Bisa juga ia membentangkan jalan yang berduri, agar kita semakin kuat dan dewasa. Terkadang aku jadi sangat menyesal, mengapa tidak menjadi dewasa dari dulu-dulu saja, sehingga Ia tidak perlu membentangkan jalan berduri itu dekat denganku, dan mereka yang aku cintai. Semoga kita semua memiliki hati yang lapang dalam menerima setiap takdir-Nya. Meski harus banyak menanjak dan berdarah karena batu yang tajam. Menangislah saja, selama itu tidak dosa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s