Take me away

Draft Kamis minggu kemarin

Hari ini, entah sampai kapan, rasanya aku ingin sekali meninggalkan bandung. Bahkan menghapuskannya jika aku tuhan. Setiap sudutnya, kini selalu berhasil membuatku kesakitan. Sepanjang jalan pulang, seluruh kota rasanya sedang menertawakan dan melihatku dengan iba. Bukan tentang manusia, tapi tentang memori dalam setiap langkah dikota ini. Aku tidak pernah tahan dengan perjalanan. Kanan-kiri-depan-belakang, semuanya memori kebahagiaan. Namun kau tentu paham, kebahagiaan adalah kefanaan. Sekali dalam seumur hidupku, hari ini aku terlalu benci bandung. Oh, bahkan aku sekarang bisa mengucap kata itu; benci. Maafkan aku. Maafkan. Ini tulisan yang terlalu jelek untuk sesuatu yang dulu aku sangat cintai. so so so sorry i was drunk

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s