I’m one of them

Dunia ini memang membingungkan. Apalagi jika kau lahir di akhir zaman seperti ini. Aku adalah orang yang realistis, terlalu lelah untuk memikirkan hal hal bullshit yang sebenarnya tidak ada; seperti apa yang mereka katakan dalam semua sosial media. Doktrin-doktrin dan segala praduga fitnah.

Aku percaya, ini adalah jaman peperangan. Tentunya bukan perang dengan pedang atau senjata lainnya. Perang ini sudah modern. Kedua kubu sudah belajar dari sejarah dan siklus hidup mereka beribu-ribu tahun terakhir ini. Jika kau bukan diantara kedua kubu itu, maka kau akan jadi korban. Maka pilihlah.

Bolehkah ku bilang bahwa segala gadget, televisi, musik, dan hiburan didunia ini adalah doktrin semata. Agar kau mengikuti mereka. Syair-syair lagu yang kau sukai adalah mantra untuk memanggil para penyihir. Hal hal yang kau tonton adalah hipnotis belaka. Selebihnya adalah untuk menumbuhkan benih-benih malas dalam diri kalian. Selebihnya lagi, agar kau tidak memperhatikan dan tidak peka. Bukan hanya pada ibu ayah disebelah, tapi juga pada dunia. Apa artinya kau baca berita mengenai dunia tanpa pernah melihat dunia. Toh berita yang kau baca sudah dipilah pilih oleh pihak tertentu yang sama sekali tak pernah netral.

Aku percaya pada hal yang kau bilang bullshit. Yaitu banyaknya muncul aliran agama akhir-akhir ini hanyalah permainan semata. Toh semua agama buatan itu bersumber dari “seseorang” yang sama. Dan tentu, bukan dari Tuhan.

Satu hal lagi, akhir akhir ini sering muncul berbagai penyakit aneh. Aku percaya, itu juga buatan “seseorang”. Tentu obatnyapun sudah ditemukan. tapi apalah artinya menyebar penyakit jika kau malah menyebarkan juga obatnya. Kau camkan, tadi aku bilang “seseorang”, bukan “amerika” seperti yang banyak orang bilang.

Bodoh adalah jika kau memiliki kekuatan untuk menggenggam dunia, tapi kau menjual dan membagikan kekuatan itu pada manusia. Sayangnya scientist tidak bodoh. Terlalu banyak teknologi mutakhir yang mereka temukan namun tentu tak akan mereka katakan dan deklarasikan–karena itu semua akan berguna untuk menghancurkanmu kelak.

Masih banyak yang ingin aku bilang. Aku ini realistis. Tapi aku percaya pada hal hal konyol diatas. Silakan kata kataiku dengan bodoh dan mudah termakan doktrin murahan. Aku akan tetap percaya.

because i am one of them

pencitraan kali yak

summary-tipe-kepribadian-isfp

i am not as stupid as you think, not as innocent as you want me to be, not as intolerable as you expected and not as heartless as you see me doing nothing.

Cold

20150803-105938 PM.jpg

Benar kata film, bahwa seberat apapun pekerjaan, akan terasa ringan jika tidak dikerjakan. What a wonderful beautiful adorable inspire-able quotes.

Aku sudah tidak mengerjakan apa-apa selama 3 hari ini. Ringan sih, tapi besok mungkin berat. karena mau tak mau banyak yang harus dikerjakan.

Dan aku juga akhirnya mengerti kenapa orang pada mau cepet lulus; karena cape bikin skripsi/ta lebih cape dari praktikum di semester 5. Mungkin. Karena aku yang baru bikin printilan ga penting aja udah perih perut, mual-mual dan pusing-pusing (eh itu mah maag ketang).

Gimana nantinya yaa hm hm hm hm hm hm hm hm rasanya cuman lagi pengen nonton cinta di musim ceri atau tetangga masa gitu atau nonton ftv atau horor yang maksa di transt* aja

ditulis in a very bery damn cold night w mosquitos

Fitnah

Secara tidak sengaja kadang aku membuka website website islamophobes yang isinya debat teross mengenai jahatnya islam. Kesel ya jelas. Tapi “terima kasih”, berkat apa yang mereka tulis, aku jadi mengerti kenapa Allah menyuruh kita untuk “Udkhulu fissilmi kaaffah” atau masuk islam secara kaffah/keseluruhan. Karena kelihatan sekali, apa yang diperdebatkan hanyalah beberapa petikan ayat Qur’an atau hadist tapi tanpa konsep yang berdasar. Dan ber-islam secara tidak kaffah justru malah bisa menyesatkan dan menimbulkan debat yang justru bisa melemahkan keimanan.

((Islam kaffah: melaksanakan seluruh aturan, tanpa pilah-pilih ayat. Contoh ga kaffah: nurut tentang ayat shaum tapi gak percaya dengan ayat mengenai aurat&mahram, dll))

2 hal paling hitz diperdebatkan nih:

1. Menggunakan ayat di At-Taubah yang mengatakan “perangilah mereka dimana saja kamu temui…”. Lalu ini jadi dasar mereka mengatakan islam adalah teroris dll. Padahal cik atuh rada diliat ayat setelahnya. Itu lagi ngomongin apa mengacu kemana dan tafsirannya ngasal apa engga. Liat juga asbabun nuzulnya kalau perlu (sebab ayat itu turun). Kenapa gak pernah ada yang bahas ayat mengenai jangan mengganggu orang kafir selama mereka tidak mengganggumu?

2. Poligami. Yha si sbg perempuan aku nonton surga yang tak dirindukan aja nangis. Tapi do ya remember kalau poligami hanya diperbolehkan bagi ia yang bisa berlaku adil? Dan (yang ga pernah dibahas ialah) di ayat selanjutnya dikatakan bahwa manusia tidak akan bisa adil? Aneh pisan ai kalau selingkuh malah menjadi wajar, MBA juga wajar, aborsi wajar, lgbt wajar, tapi poligami keliatannya kaya terkutuk banget. Clear your mind pikirlah seluas-luasnya dan cari mana yang lebih besar benefitnya antara hal-hal tadi.

Hal lain yang diperdebatkan tuh yaitu “majas-majas” dalam hadist/Quran yang mereka artikan secara eksplisit. Mungkin penulis web tersebut ga tau kalau bahasa Al Quran bukan bahasa yang kaku kaya Pasal-pasal di UUD saat bintang memang berarti bintang dan langit berarti langit. Bahasa Al-Qur’an itu indah. Lebih dari syair paling indah dijaman membacakan syair sedang hits-hitsnya. (Qur’an turun di zaman saat bangsa Arab sedang tren banget baca dan bikin syair, tapi ga ada yang bisa menandingi keindahan tata bahasa Nya. Kalau mau ngerti banget mendingan belajar bahasa arab weh plus proverb arabnya). Atau simplenya, liat aja juz amma, di akhir ayat sering ada suku kata yang sama. Contoh: QS Al Ikhlas, akhir ayat nya semuanya berbunyi dzal mati. Keren pisan ga padahal maknanya juga keren tapi bisa ditulis dengan bahasa yang juga cool.

Pernah ada yang mencoba menandingi Qur’an, lebih tepatnya menandingi surat Al-Fiil. Ehhh saking stucknya dalam membuat tandingan Quran ia malah bikin kayak puisi anak sekolah mengenai hal eksplisit mengenai gajah. Isinya kalo diindonesia in mah gini “apa itu gajah?” “Belalainya panjang” dll…. Mungkin kalimat dalam bhs arabnya indah. Tapi maknanya…ya semua org juga tau keles gajah berbelalai panjang.

Begitulah. Banyak hal yang mudah ditulis namun sulit dilakukan; mari belajar berislam kaffah dan tidak memilah milih ayat apa yang mau dikerjakan dan ayat mana yang harus dipertimbangkan dulu dalam melaksanakannya.