Fitnah

Secara tidak sengaja kadang aku membuka website website islamophobes yang isinya debat teross mengenai jahatnya islam. Kesel ya jelas. Tapi “terima kasih”, berkat apa yang mereka tulis, aku jadi mengerti kenapa Allah menyuruh kita untuk “Udkhulu fissilmi kaaffah” atau masuk islam secara kaffah/keseluruhan. Karena kelihatan sekali, apa yang diperdebatkan hanyalah beberapa petikan ayat Qur’an atau hadist tapi tanpa konsep yang berdasar. Dan ber-islam secara tidak kaffah justru malah bisa menyesatkan dan menimbulkan debat yang justru bisa melemahkan keimanan.

((Islam kaffah: melaksanakan seluruh aturan, tanpa pilah-pilih ayat. Contoh ga kaffah: nurut tentang ayat shaum tapi gak percaya dengan ayat mengenai aurat&mahram, dll))

2 hal paling hitz diperdebatkan nih:

1. Menggunakan ayat di At-Taubah yang mengatakan “perangilah mereka dimana saja kamu temui…”. Lalu ini jadi dasar mereka mengatakan islam adalah teroris dll. Padahal cik atuh rada diliat ayat setelahnya. Itu lagi ngomongin apa mengacu kemana dan tafsirannya ngasal apa engga. Liat juga asbabun nuzulnya kalau perlu (sebab ayat itu turun). Kenapa gak pernah ada yang bahas ayat mengenai jangan mengganggu orang kafir selama mereka tidak mengganggumu?

2. Poligami. Yha si sbg perempuan aku nonton surga yang tak dirindukan aja nangis. Tapi do ya remember kalau poligami hanya diperbolehkan bagi ia yang bisa berlaku adil? Dan (yang ga pernah dibahas ialah) di ayat selanjutnya dikatakan bahwa manusia tidak akan bisa adil? Aneh pisan ai kalau selingkuh malah menjadi wajar, MBA juga wajar, aborsi wajar, lgbt wajar, tapi poligami keliatannya kaya terkutuk banget. Clear your mind pikirlah seluas-luasnya dan cari mana yang lebih besar benefitnya antara hal-hal tadi.

Hal lain yang diperdebatkan tuh yaitu “majas-majas” dalam hadist/Quran yang mereka artikan secara eksplisit. Mungkin penulis web tersebut ga tau kalau bahasa Al Quran bukan bahasa yang kaku kaya Pasal-pasal di UUD saat bintang memang berarti bintang dan langit berarti langit. Bahasa Al-Qur’an itu indah. Lebih dari syair paling indah dijaman membacakan syair sedang hits-hitsnya. (Qur’an turun di zaman saat bangsa Arab sedang tren banget baca dan bikin syair, tapi ga ada yang bisa menandingi keindahan tata bahasa Nya. Kalau mau ngerti banget mendingan belajar bahasa arab weh plus proverb arabnya). Atau simplenya, liat aja juz amma, di akhir ayat sering ada suku kata yang sama. Contoh: QS Al Ikhlas, akhir ayat nya semuanya berbunyi dzal mati. Keren pisan ga padahal maknanya juga keren tapi bisa ditulis dengan bahasa yang juga cool.

Pernah ada yang mencoba menandingi Qur’an, lebih tepatnya menandingi surat Al-Fiil. Ehhh saking stucknya dalam membuat tandingan Quran ia malah bikin kayak puisi anak sekolah mengenai hal eksplisit mengenai gajah. Isinya kalo diindonesia in mah gini “apa itu gajah?” “Belalainya panjang” dll…. Mungkin kalimat dalam bhs arabnya indah. Tapi maknanya…ya semua org juga tau keles gajah berbelalai panjang.

Begitulah. Banyak hal yang mudah ditulis namun sulit dilakukan; mari belajar berislam kaffah dan tidak memilah milih ayat apa yang mau dikerjakan dan ayat mana yang harus dipertimbangkan dulu dalam melaksanakannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s