Lovember

Aku pernah mengikuti pelatihan menulis tahun lalu yang diisi oleh Tere Liye. Katanya; tulisan paling mudah itu adalah tulisan tentang cinta. Perasaan, laki-laki, dan wanita. Ketiga hal itu tinggal dikreativitaskan sendiri saja bagaimana akan menuangkannya. Bisa jadi mereka menjalin hubungan lalu ada yang selingkuh, ada yang jahat, ada yang romantis, dll sesuai keinginan anda. Mudah karena ini hal paling sering dialami manusia dari masa ke masa, ringan.

Namun dalam dunia nyata,ada dua jalan yang bisa kau pilih saat memiliki perasaan naksir. Pertama adalah jalan yang mudah.

Untuk mengikuti naluri saat sedang menyukai sesama akan mudah karena pada setiap pencapaiannya tentu kau akan senang. Kalau tetiba malam hari galau bisa tinggal chat sampe subuh (kalo si dianya maueun). Kalau ketemu dan pengen ngobrol atau jalan-jalan,ya tinggal ajak aja. Kalau misalkan udah suka banget dan ingin memiliki dirinya juga gampang tinggal tembak aja, paling juga pacaran atau kalau ditolak ya maap wkwk. Saat sedang suka seseorang pasti ide dikepala buat nulis akan lebih terasah; jadi nyampah di timeline LINE lah, update di segala sosmed, posting diinstagram so sok bijak padahal selfi, dan hal lain yang kalau dilakukan saat ‘waras’ rasanya asa eweuh gawe gitu. Semua hal ini akan tambah mudah kalau kita mengabaikan harga diri dan gengsi. Bukti dari kemudahan ini tinggal tengok kanan kiri atau mungkin tengok diri sendiri.

Mau tahu gimana cara yang susah? Yang susah adalah bagaimana mengendalikannya. Misalnya diwaktu baper pisan lalu kau mencoba untuk mengalihkannya ke hal lain. Tidak semudah yang kamu bayangkan, mungkin ada adegan ujug-ujug nangis gara-gara baca novel, ada juga saat bingung harus ngapain, kalau yang udah berasa dalem banget tapi hanya diketahui diri sendiri mungin hanya bisa curhat saat tahajjud, segala kenggajelasan perasaan juga ditumpahkan lewat ngaji (subhanallah ga), mungkin ada juga masa masa ngebego2in diri sendiri, dan lain sebagainya. Sulit. Manusia memang lebih banyak memilih yang mudah dalam menghadapi perasaan menyukai lawan jenis. Lalu kenapa mesti ada pilihan yang ‘sulit’?

Pilihan yang sulit ini cukup sulit karena butuh keyakinan yang kuat bahwa untuk menjadi jodoh, yang usaha secara langsung bukan manusia. Tetapi Tuhan dan Takdir. Ya kalau mau apa-apa juga kan harus usaha! iya benar, tapi dalam hal ini bukan dengan cara ‘mendekati’ si yang kita inginkan. Lagi-lagi ini sedikit klise apalagi untuk kaum terpelajar pemain logika yang membutuhkan bukti. Usaha yang bisa kita lakukan hanyalah sebatas mengeksplor diri bagaimana untuk terus menjadi lebih baik. Karena kata Allah laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik, begitupun sebaliknya. Lalu Allah juga menyuruh dalam bahasa ekstrimnya mah: jangan dekati zina. Fyi mendekati zina itu dikategorikan dalam banyak hal; ada zina tangan, mata, bahkan hati.

Alasan lainnya, adalah untuk menjaga diri kita hanya untuk future husband/wifey. Kata bu guru waktu smp pernah bilang, kalian mau gitu punya suami yang dulunya deket sama banyak cewe? Udah gitu gatau juga kan deketnya sedeket apa? Kita hanya bilang, engga mau buuu. Yah, makanya kitapun jaga diri sebaik mungkin kalau mau kaya gitu.

Aku menulis ini pun bukan berarti aku menjalani yang ‘sulit’, ada kalanya aku juga melakukan hal hal sesuai keinginan, dan lainnya. Ini hanya tulisan tentang hal yang ideal menurut yang aku pahami. Maaf kalau salah dan kalau munafik huhuhuhuhuhu.

Advertisements

3 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s