She said, “I love Islam, but I lost the pride…”

Judul tulisan ini adalah sedikit cuplikan dari percakapan di film Bulan Terbelah di Langit Amerika. Awalnya nonton ini disebabkan karena harus nemenin Naira jalan-jalan, waktu itu ga ada film anak-anak, jadi yaudah lah nonton ini aja dari pada nonton yang bertuliskan R atau D.

Kalimat “I love Islam but I lost the pride” tersebut bener-bener bikin pengen nangis, karena aku merasa tersindir *astagfirullah*……… Memang benar agaknya, ghozwul fikr ini berhasil membuat banyak orang hilang rasa bangganya terhadap Islam. Yang telah berputar jadi agnostik atau atheis malah jauh lebih kencang teriakan bangganya daripada ia yang ber Islam. Yang liberal juga semakin bebas mengutarakan pendapatnya dengan bangga. 

Seperti contoh kecilnya, aku waktu bulan Ramadhan, mau ngaji di angkot aja rasanya sedikit risih. Ada pikiran takut disangka so alim, dan berbagai kecemasan lainnya. Akhirnya nggak jadi. Lalu kalau ada niat mau sholat dhuha, rasanya harus jauh-jauh dulu ke Salman biar ga diliat orang. Kadang ada pikiran, ah takut keliatan sombong, atau males disangka so alim (lagi), dan lain-lain. Banyak contoh perbuatan lainnya yang harusnya mah biasa aja, tapi malah ga dilakukan karena takut sama anggapan orang. 

Bahkan jujur aja, sempat ada rasa risih saat buka Qur’an di sebuah tempat makan. Apalagi saat lagi booming-boomingnya berita “banyak pengajian sesat” atau “rohis dan kajian agama di SMA-SMA akan ditiadakan”. Rasanya–jujur–orang ngeliat aku tuh kaya orang jahat. Atau jangan-jangan malah pikiran aku yang evil?

Atau share sesuatu di medsos. Kayaknya mau share yang berbau religius mikirnya sampe berkali-kali, tapi kalo ngepos hoax yang sampah langsung aja ga pake mikir. Aku juga kalau mau nulis disini  hal-hal tentang agama cukup banyak mikirnya. Meski akhirnya di jeder keun weh karena kalau banyak mikir mah sampai akhir hayat juga ga akan jadi-jadi. Aku juga merasa bahwa dengan diri aku yang masih kaya gini dan minim banget ke religi-an  nya, rasanya ga pantes nulis hal-hal religi. Tapi kata seseorang, kalau kita mau mengatakan kebenaran sampai nunggu kita sempurna mah ya sampai dicabut nyawa pun kebenaran itu ga akan pernah berhasil kita sampaikan.

So, you dear muslims, be brave to show your identity!