:) :) :)

Sebagai generasi 90an memang kadang enak sekali untuk menjudge para remaja masa kini yang “beda” dengan kita. Jaman sekarang, ada anak SD bunuh diri karena putus cinta, anak SMP dan SMA yang pergaulannya ga terkontrol, dan sebagainya. Dan si anak-anak 90an (ga ngaca) bisanya nulis-nulis notes di fb aja marah-marah liat kelakuan anak sekarang. Maunya mah mendengar kaya gitu tuh yaudah ga peduli aja. Tapi berhubung aku punya adik–Naira yang masih bisa dicubitin itu, mau ga mau hal tersebut jadi kepikiran.

Memang, yang namanya “kaderisasi” (kalo dikampus mah) itu bukan hal yang sepele dan tidak mudah dilakukan. Bahkan dalam surat 4:9 juga Allah menyuruh orang muslim untuk “jangan meninggalkan generasi yang lemah dibelakang”. Mnegaskan bahwa menjaga nilai untuk generasi selanjutnya adalah wajib. Bahkan Rasul aja di akhir hayatnya nangis mikirin ummatnya sepeninggalnya.

Jadi kalau dicari salah siapa adik-adik kita seperti itu mungkin salah satunya karena generasi didepan mereka kurang menguatkan. Atau jaman yang semakin jahat dan kita sulit beradaptasi.

Kalau di bilang parah, emang makin lama dunia ini makin kejam untuk jiwa jiwa muda yang masih “ummi”. Jaman sekarang disuguhi berbagai kemudahan yang bikin malas, bocah-bocah sukanya main tab mulu, tabnya ada internet dan gampang akses apa aja, dsb. Bagi kita mah itu ga masalah da udah ngerti. Tapi anak kecil yang penasaran, mereka bisa melakukan apapun untuk ga penasaran lagi (wel aku ngomong gini karena liat Naira dan ponakan-ponakan juga)
Pernah juga aku kaget pas liat tab nya keponakan, masa game nya ada yang aga porno gitu. Bukan sepenuhnya salah anaknya, tapi dia mah ga ngerti dan asal download aja. Dia juga ga tau itu porno apa bukan, baik atau engga. Ga kaya kita yang udah tau bener dan salah.

Semakin jaman bertambah tua sepertinya semakin kelihatan, yang dibutuhkan manusia bukan hanya skill bahasa inggris sejak balita, matematika pake sempoa (eh udah ga jaman deng), belajar menggambar sampe jadi pelukis, atau belajar musik sampe ikut indonesian idol. Tapi yang terpenting ditanamkan anak muda seperti Naira adalah pemahaman dan karakter. Supaya tidak mudah terbawa jaman yang semakin menjauhkan kita dari apa yang seharusnya kita peluk erat sehingga menjadi perilaku.

Yah jadi ini tuh hasil ngobrol sama Siti sore sore bulan kemaren (lama amat ya). Kalo ngomongin kaya gini, mau mikirin masalah diri sendiri lainnya tuh kaya “naon sih pi”. Ada hal lebih besar dan berat yang jadi PR muslim sedunia.
Pertanyaannya adalah : terus kita harus ngapain?

Yah tapi sebenarnya excuse bisa banyak muncul dan beranak pinak untuk meniadakan masalah ini. Seperti, ‘lah gimana dong aku aja masih ga bener’

20160412-062330 PM.jpg

Advertisements

One Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s