^.^

 

20160530-073917-AM.jpg
Asalamu alaikum. Hai Allah, Aku syafira. Aku beragama Islamic. Apakah aku masuk surga apa tidak ^.^ –Naira

 

 

 

Pengetuk Jendela Kamar

Seperti biasa, malam itu aku mengerjakan tugas-tugas perkuliahan yang sedang menumpuk-menumpuknya. Maklum, tingkat tiga. Tak terasa. Aku biasa belajar diatas kasur, dengan meja lipat kecil didepanku yang diatasnya ada laptop berantakan dan kotor saking aku tidak tahu lagi kapan waktu yang tepat mengurusi kerapihan hidupku karena waktuku terenggut oleh tugas-tugas takberperikemanusiaan ini.

Hari ini hari pertamaku tinggal dirumah baru. Ada yang mengetuk jendela. Aku berniat menengok tapi dengan cepat berpaling lagi. Aku ingat sesuatu. Bahwa kamarku berada di lantai dua. Seketika leherku merinding. Kubuka pintu kamar, agar tidak merasa sendirian.

Ketukan berbunyi-bunyi lagi. Lebih seperti suara kayu yang dipukul-pukul ke jendelaku. Aku berniat menengok. Tapi kuurungkan lagi. Bukankah tidak ada pohon disekitar kamarku? Atau itu adalah tetangga sebelah? Tidak mungkin. Karena tetanggaku anak kelas 2 SD yang mana mungkin sangat niat manjat-manjat rumah orang, tidak masuk akal. Lagipula terlalu jauh jaraknya untuk mencapai jendela kamarku.

Ketukan berbunyi. Terimakasihku pada tugas ini, karena kalian menjadi fokus hidupku. Dengan cepat aku mengabaikan semua hal yang terjadi dikamarku malam itu. Suara-suara itu tidak lagi aku dengar. Yang penting kelar. Kataku dalam hati dengan mata sudah tidak karu-karuan karena menahan kantuk luar biasa.

Ketukan berbunyi lagi. Terimakasih aku tidak dilahirkan sebagai orang yang seperti diceritakan film-film horor atau nightmare side ardan, yang penasaran banget dan selalu menengok kalau ada keanehan. Tidak, sama sekali tidak penasaran.

Sudah pukul 03 dini hari. Ketukan sudah tak terhitung jumlahnya. Aku tidak peduli. Akhirnya aku bisa tertidur, tugas tugas sudah aku kumpulkan via email. Baiklah, kali ini aku tidak akan mematikan lampu–sebenarnya karena sedikit takut. Sedikit.

Aku biasa tertidur menghadap ke kanan, karena kata kakakku yang sedang ko-as, kalau menghadap kiri itu tidak baik untuk kesehatan, dan kata ibu itu merupakan cara tidur setan. Aku tak kuat lagi dan segera berbaring.

Sial, aku lupa kalau menghadap kanan itu artinya aku sekarang sedang tepat melihat jendela yang masih berbunyi itu. Kali ini bunyinya memanggil namaku. Lalu,

“Akhirnya kamu tidur juga….”

Ia tidak mengetuk jendelaku lagi, tetapi sudah tepat berada di depanku, lalu gelap.

Aku terlalu mengantuk.

19:58, Bandung, SK.

Yes’a; Kisah Lebih Detail Mengenai Asiyah

 

Draft 20 May, 2016

Mesir kuno dengan segala kesombongan, sihir-sihir, dan simbol-simbol uniknya selalu berhasil membuat penasaran. Piramida dan sphinx yang dibaliknya terdapat banyak korban para manusia-manusia yang selalu dicambuki, tanpa makan minum dan tanpa alas kaki, adalah kemegahan bagi Mesir. Sungai nil, yang sering mengalirkan darah-darah manusia menjadi saksi peperangan dan pembunuhan setiap bayi lelaki Bani Israil.

Ada sebuah buku tentang Asiyah, istri Fir’aun. ((Jarang-jarang kan ada yang menceritakan kisah Asiyah)). Menurut pengakuan penulis, ia menuliskan novel itu berdasarkan riset-riset. Secara umum, kisah Asiyah di novel itu memang menarik dan hebat tapi juga menyedihkan. Dari keseluruhan cerita, ada beberapa hal yang aku baru tau.

1. Ternyata, Fir’aun yang dinikahi oleh Asiyah (nama aslinya adalah Yes’a) bukanlah Fir’aun yang tenggelam di laut Merah. Tapi keduanya sama kejam.

Yes’a menikahi sahabatnya, Ra (Pareamon). Sejak mengenakan mahkota raja mesir, suaminya menjadi jauh berbeda. Semakin haus kekuasaan dan hal ini diperparah dengan penasehatnya, Haman yang kompor banget. Haman yang memberi ide agar Pareamon dinobatkan menjadi tuhan. Pareamon juga merupakan fir’aun yang membunuh bayi laki-laki bani Israil, dan sekaligus yang mengejar Musa saat ia dituduh membunuh warga asli.

Tetapi, saat Musa pergi melarikan diri dari kejaran Pareamon, Pareamon jatuh sakit dan meninggal. Lalu ia digantikan oleh pangeran. Dialah yang lebih lebih licik lagi. Dia yang membunuh mashitoh, juga nantinya ia membakar Asiyah, yang saat itu masih menjadi seorang ratu.

2. Sumber kejahatan para Firaun berasal dari kemegahan dan kesombongan.

Dikisahkan bahwa sebelum Pareamon menjadi raja, ia cukup dekat dengan Yes’a dan sepemikiran dengan Yes’a. Kekejaman dan kesombongan dimulai sejak mahkota raja mesir tersemat. Mesir dengan segala kekayaan, kemegahan, dan rakyat-rakyat lemah tapi tak pernah memberontak semakin memperkuat kesombongan fir’aun. Belum lagi penasehat-penasehat yang pandai bersilat lidah, membuat firaun semakin yakin kalau mereka adalah tuhan. Pelanjut Pareamon, yakni firaun yang tenggelam di laut merah, saat ia masih jadi pangeran, pekertinya cukup baik. Setelah menjadi Fir’aun, ia berubah menjadi kejam.

3. Pareamon, Yes, Haman, dan Karun adalah teman kecil yang dididik bersama di akademi militer kerajaan Mesir.

Karun yang super kaya dan sekarang diabadikan dalam kalimat “harta karun” ternyata sahabatnya Pareamon dan Yes’a. Haman yang licik juga ternyata dulunya BFFan sama Pareamon, Yes’a dan Karun. ((((BFF))))

4. Kejahatan bukan hanya berada di istana, tapi juga sampai ke rakyat miskin.

Rakyat-rakyat mesir hidup sengsara karena diperintah oleh istana untuk selalu membangun piramida, makam-makam, dan gedung-gedung mewah. Mereka tidak digaji, tidak diberi makan, tetapi disiksa jika bekerja tidak serius. Tak jarang kematian menimpa mereka saat bekerja.

Anehnya, mereka tidak merasa ditindas. Mereka merasa itu hal yang wajar. Jatohnya mereka jadi sering cari perhatian ke pihak istana dengan cara melapor kejahatan yang terjadi disekeliling mereka. Seorang suami istri bisa bermusuhan karena istrinya melapor bahwa suaminya tidak setuju aturan istana. Begitupun tetangga, adik-kakak, saudara, bahkan anak dan orang tuanya. Mereka haus akan perhatian kerajaan–yang padahal tidak memberi apa-apa.

5. Yes’a sangat sangat sangat kesepian.

Masa kecilnya berakhir saat ia menikah mengenakan topeng kucing bastet yang cantik dan duduk di singasana burung ibis. Dengan Pareamon disampingnya. Awalnya mereka baik-baik saja, sampai kerajaan Mesir menjadi kesibukan Pareamon dan penasehatnya, Haman. Yes’a hanya bercita-cita satu hal sejak kecil: pulang kerumah. Ia kira rumahnya adalah saat ia bersama Pareamon dan anak-anaknya. Tetapi pareamon semakin lama semakin tidak ada waktu untuk Yes’a. Ditengah gelimang harta, tahta, dan segala hal hal duniawi yang ada didepan mata, tapi Yes’a selalu merasa sendiri karena sama sekali tidak punya teman. Tapi kelak ia memiliki 2 abdi setia dengan pemahaman sama dengan dirinya.

Belum lagi Pareamon yang memiliki banyak selir, dan sering berpesta pora dimalam hari. bahkan ia sempat berniat menikahi Ratu Utara untuk memperluas kekuasaan. Gak kebayang sedih banget pasti jadi Yes’a.

6. Kerajaan mesir itu keren banget.

Si penulis mendeskripsikan kerajaan mesir dengan waw banget. Selalu ada patung burung ibis, kucing, dan cerita mengenai dewa-dewa dan simbol-simbol mesirnya memang bikin pengen bilang waw. Juga dekorasi kerajaan, pembangunan makam, dan piramida-piramida. Belum lagi upacara-upacaranya. Mulai dari pernikahan raja dan ratu, sampai hari saat Pareamon dimakamkan. Kesannya keren banget meskipun serem juga.

7. Pareamon membolehkan Asiyah bawa bayi lelaki dari sungai nil karena ingin melihat Asiyah senang.

Pareamon bisa saja membunuh Musa saat itu dan mengikuti nasihat Haman yang nyuruh ngebunuh. Tapi demi melihat Yes’a yang selalu sedih menjadi wanita yang kembali ceria saat menggendong bayi membuat Pareamon tidak mau membunuh Musa. Padahal ia tau Musa akan mengancam kerajaan Mesir.

8. Akhir hidup Yes’a adalah saat setelah pertarungan Musa dengan Firaun.

Firaun disini sudah bukan Pareamon, tetapi Yes’a masih berkuasa sebagai Ratu. Firaun membunuh para tukang sihir yang masuk Islam, termasuk membunuh abdi Yes’a. Yes’a yang melawan perkataan Firaun saat itu dibawa ke penjara. Dan tak lama kemudian, ia diikat, lalu dibakar.

9. Firaun tidak peduli dengan agama siapapun.

Sewaktu ia masih jadi pangeran, ia pernah ngobrol dengan Yes’a tentang agama. Yes’a mengakui ia masih percaya dengan satu Tuhan sejak ia kecil, yaitu Tuhannya Nabi Yusuf. Pangeran merasa bodo amat. Tapi saat ia sudah jadi Firaun dan Musa mengancam kerajaannya, ia mulai sangat berhati-hati dan membunuh semua pengikut Satu Tuhan, Tuhannya Nabi Yusuf. Intinya, dia membunuh siapapun yang mengancam kedudukannya. Seperti hari ini.

10. Saat Yes’a, Ra, Ha, dan Ka (karun) kecil, mereka berasal dari kerajaan Mesir yang masih mempercayai Tuhan yang Satu, Tuhan Nabi Yusuf. Tetapi Raja dilawan oleh rakyatnya, sehingga kerajaan itu hancur dan anak-anak kerajaan dibawa ke akademi militer sebagai persiapan untuk kerajaan mesir baru kelak, yang menuhankan banyak tuhan.

Secara keseluruhan, kisah Asiyah itu meliputi kesepiannya ditengah gemerlap kerajaan, perlawanan bathinnya saat suaminya sering berbuat sewenang-wenang terhadap rakyat, ratu yang dicintai rakyat karena sering berbagi dan menolong mesir, kecintaannya pada Musa yang hadir ditengah kesepian hidupnya, kekuatan akidah yang tertancap dalam hatinya kepada Tuhannya Nabi Yusuf, meski ia harus menanggalkan mahkota, dipenjara, bahkan dibunuh oleh Firaun itu sendiri.

Judul buku ini adalah: Asiyah, Sang Mawar Gurun Firaun.

Karya Sibel Eraslan.

Cerita lengkapnya baca aja

20160528-073218 AM.jpg

Relatable Things

Entah kenapa setiap besoknya ada hal penting semacam bimbingan pasti selalu ingin ngewordpress di sela-sela ngerjain tugas. Tulisan ini sejenis buzzfeed gitu gapapa lah yah.

Sebenarnya, penggunaan kacamata bagi orang yang matanya plus atau minus (silindris engga) adalah kebiasaan. Ada 3 teman dengan minus 4 tapi tetap bertahan ga pake kacamata kalau beraktivitas diluar kelas. Meskipun dia akan selalu bilang, “Sebenernya kita ngobrol sedeket inipun aku ga liat wajah kamu loh…”. Ada juga yang minusnya cuman 1/2 tapi gaaa bisa lepas kacamata sama sekali. Yah, begitulah. Semua bergantung kebiasaan (dan kebutuhan). Kalo diatas 5 mungkin ga berlaku kali ya. Ini beberapa hal yang sering kejadian pada si mata minus tapi suka ga pake kacamata kalo diluar.

1.Kalau pesen makanan, bingung.

Hal ini terjadi kalau si menu makanannya tertempel di dinding belakang kasir. Saat ditanya, mau pesen apa? Lalu kita sibuk mikir sambil keringet dingin: ya Allah plis itu tulisannya apa. Lalu akhirnya akan beli menu yang pasti ada aja atau ngikut sebelah (wk udah buzzfeed bgt belom)

2. Kalau lagi jalan, mendingan liatnya lurus atau nunduk.

Karena takut salah orang atau takut disangka sombong karena gak nyapa, maka lebih baik jangan arahkan tatapan kepada wajah manusia. Dalam hal ini aku selalu fail. Salah orang sering, ga sadar orang yang lewat itu adalah orang yang dikenal lebih sering lagi. Tapi kalo ada orang yang nyapa duluan, gatau kenapa aku selalu reflek bilang: eeeh maap ga keliatan. Wkwk ga penting.

3. Kalau lagi nyebrang, tangan kita dipegangin banget sama temen.

Sebenernya ini mah aku weh. Kalau tiap nyebrang sama Nela, dia suka megangin aku. Lalu aku bilang: nel tenang aja aku ga sebuta itu ko. Lalu dia membalas: Gapapa pi bisi ga keliatan.

4. Kalau ada orang didepan kayak yang lagi manggil, ga akan diwaro.

Ya, karena kemungkinan salah dan benarnya sama-sama 50%. Jadi lebih baik diem dulu sambil mikir itu beneran manggil apa engga.

5. Lebih kenal sama postur dan cara jalan juga gaya orang-orang.

Akibat ngeliat wajah susah, jadi biasanya menebak siapa orang itu dilihat dari posturnya, atau cara jalannya, atau hal hal lain yang keliatan dari jauh. Tapi hati-hati, karena pemahaman ini yang sering bikin kita pede lalu salah manggil orang akibat orang yang dipanggil itu memiliki gestur yang sama kaya orang yang kita kenal.

6. Kalau jalan ditempat gelap, suka paranoid sendiri, atau suka terlalu cuek.

Keduanya bisa terjadi tergantung isi pikiran kita. Kadang ada baju ngegantung udah dikira ada makhluk melayang. Tapi kadang juga malah gak peka bahwa di samping kita ada orang. Kadang juga malah jadi waspada luar biasa, ada gerakan dikit disekitar jadi pengen lari.

7. Kalau ngelamun, suka salah ngeliat.

Saat lagi ngelamun, mata kita kadang ga mikir lagi liat ke mana. Kadang ngeliatin orang, ngeliatin tas orang, atau ngeliat mata orang. Padahal kita ga maksud apa-apa karena ga tau juga bahwa yang kita liat itu wajah apa bukan, mata apa idung, tas apa dompet. Pertama, kita bisa disangka mau nyopet, atau disangka naksir.

8. Kalau ngelewatin pos satpam, senyumin weeeh

Ini mah aku aja si. Kalau ngelewatin pos satpam, bodo amat dia lagi ngeliat atau engga, tapi aku suka senyumin aja. Daripada dianya senyumin tapi kita lurus-lurus doang kan ga enak. Ya ini terjadi karena aku tau bahwa mereka emang ‘pasti’ nyapa orang yang lewat. Kalo engga mah ngapain.

9. Keliatan kaya telmi

Jika berada dalam obrolan seperti ini, ‘Eh, itu liat, masa kaya gitu… *sambil nunjuk sesuatu*’ maka akan keliatan telmi banget karena sebenernya kita sedang mikir, itu apaan yang dia tunjuk. Kalau dalam obrolan 3 atau 4 orang, biasanya aku mundur dari percakapan wkwk. Tapi kalo kepo banget, ya tanya aja apaan.

10. Menyadari bahwa orang yang mirip-mirip tuh banyak. Banget.

Namun seringnya setelah berada dalam jarak dekat, kita akan berkata pada diri sendiri: eh ternyata jauh beda ya. Mungkin ini terjadi karena kerudung yang tipikal, atau gestur-gestur yang banyak yang mirip.

11. Terkadang ada orang yang ga percaya kalo kita ga ngeliat wajahnya.

Yah, sabar-sabar aja kalau disangka sombong.

 

Sekian untuk hari ini. Semoga bermanfaat meskipun aku tau ini ga bermanfaat.

20160525-092719 PM.jpgTernyata, kamera hp juga udah mulai mines

(gambar ini tanpa editan ataupun rekayasa ataupun salah moto)

Pride

Ted : I am happy for them.

Lily: Is all you let yourself say out loud. Because if you said anything to the contrary, well, then that would make you the most awful person on this rooftop. So I’m gonna give you an out.

Ted: And how are you gonna do that?

Lily: By saying something that is even more awful.

Ted: Like what?

Lily: *crying* Sometimes I wish I wasn’t a mom. Sometimes I wanna pack a bag and leave in the middle of the night and not come back.

Ted: Robin shouldn’t be with Barney, she should be with me.

Ted: Are you serious?

Lily: I don’t know. I mean, I love being a mom, I-I love Marvin so much. But you remember when I wanted to be an artist? Art was my whole life, and… and now it’s been months since I’ve even picked up a brush. I-I spend the whole day taking care of kids in my job, and I come home, and it’s more of the same, and it’s just… it never lets up. It’s just really, really hard, Ted.


Ya meskipun so last year bgt baru namatin HIMYM dua tahun setelah ceritanya tamat, tapi percakapan diatas adalah salah satu yang paling berkesan dari sekian episodnya. Yaitu saat Ted brokenheart akibat Robin yang akan nikah sama Barney.

Rasanya aku ingin banget ikutan ke rooftop ngobrol bareng Lily dan Ted, dan ikutan mengatakan semuaa hal-hal jujur yang aku inginkan tapi ga mungkin terjadi. Udah gitu nangis bertiga sambil berpelukan. (wkkw saha kamu pi). Cheesy ya


Lily : I think we just have to accept our lots in life, and… I have to be a mom to a beautiful, wonderful, if slightly constipated little boy, and you have to let Robin and Barney get a band.

20160524-034038 PM.jpg

 

2015-2016: “Godzilla” El Nino!

Apakah kamu pernah bertanya-tanya kenapa tahun 2015 merupakan tahun yang sangat panas? Apakah iya karena global warming? Apakah iya karena mau kiamat? #ehsompral Lalu apa yang akan terjadi kedepannya? Makin panas lagikah? Atau malah dingin? Mari simak tulisan di bawah ini.

Prolognya adalah tulisan ini hasil dari yang aku dapet dari kuliah beberapa hari lalu dari Director of NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) dari US, dan beliau merupakan professor di University of Washington. Tapi kali ini aku akan menulis dengan sederhana dan ngga akan dengan bahasa yang terlalu oseanografi agar ngga terlalu oseanografi.

Sebelum masuk Oseanografi aku sering denger kata El Nino dan La Nina tapi ngga ngerti maksudnya apa. Ada sebuah lagu jadul waktu smp: you’ve got my temperature risin like el nin-yo~ dan dari situlah aku tau bahwa ada istilah el nino. 4 taun kemudian aku masuk ose dan akhirnya tau apa itu el nino yang dinyanyikan di lagu itu.

Sebagai orang indonesia, El Nino akan berdampak kepada cuaca yang panas (tetapi ikan yang melimpah!). Untuk mekanismenya mungkin dijelaskan di tulisan lain. Negara-negara lainpun merasakan namun dengan dampak yang berbeda. Ada yang jadi ujan, dingin, panas, dan sebagainya. El Nino pernah menjadi kambing hitam atas kejadian kerusuhan tahun 1998. Memang, El Nino berdampak pada sosial dan ekonomi secara tidak langsung. Seperti tahun 2015, yang salah satu contohnya adalah kebakaran hutan yang sangat luas dan mengganggu hidup manusia (wew bahasanya kayak lagi nulis koran).

Januari 2015-Januari 2016: G0ddddzilla El Nino

2015 adalah tahun yang cukup panas. Tidak ada banjir separah biasanya di Desember-Januari, dan matahari masih menyengat di bulan-bulan musim hujan. Orang-orang bertanya-tanya; ada yang menyalahkan global warming tapi ada juga yang bilang ini adalah El Nino. Kesimpulan tentunya gak bisa mudah diambil tanpa data yang pasti, nah NOAA memiliki data di sepanjang Samudra Pasifik (El Nino diidentifikasi dari suhu permukaan laut sepanjang Samudra Pasifik dan angin pasat) sehingga setelah data mereka diolah, muncullah kesimpulan bahwa memang, El Nino terjadi sejak Januari lalu tapi mulai menurun di Januari tahun ini. Terlihat dari anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang tinggi.

Dampak-dampaknya bukan cuma kebakaran besar besaran di Indonesia, tapi hujan di India menurun 14%, adanya hurricane Patricia, dan Australia Great Barrier mengalami bleaching akibat suhu laut yang meninggi.

Mereka menamakan kasus enso tahun ini dengan: “Godzilla” El Nino. Waw banget ga. Iyakan ya. Ternyata dilihat dari grafik yang ditunjukkan olehnya, tinggi anomali suhu air laut bulan Januari 2015-Januari 2016 sama dengan tingginya anomali di tahun 1998. Ntaps. Jadi memang el nino yang terjadi kemarin itu cukup besssssar. Kalau bicara hal negatifnya memang banyak, tapi sesungguhnya ini karunia bagi para nelayan, karena ikan-ikan dipermukaan akan bermunculan.

Februari 2016, RIP: Godzilla El Nino

Entah kabar baik, atau buruk, atau biasa aja, tetapi anomali suhu permukaan laut di barat Pasifik mengalami penurunan di bulan Februari. Dan index El Nino (namanya ONI; Ocean Nino Index) menunjukkan nilai di bawah 0,5 artinya El Nino sudah pergi! Semoga tenang di sisiNya ya. Kondisi sudah normal kembali. Normal. dan Normal.

Maret-Mei 2016: Sekarang Banget.

Sejak Maret hingga Senin kemarin (16/05/16), rupanya berakhirlah segala kenormalan yang telah terjadi di bulan Februari, karena anomali suhu permukaan laut malah menurun 4 derajat. Dan itu gak sedikit. Artinya apa? Artinya sekarang banget emang masih normal tapi La Nina sedang otw~ yuk ah siap-siap (siap2 ngapain).
Yak, jadi La Nina ini terjadi karena “kolam air panas” Samudra Pasifik berada di timur Indonesia, artinya nanti akan terbentuk awan awan hujan yang mengakibatkan hujan.

Ramalan di masa depan

Judulnya kayak yang mereprentasikan bahwa ini hal yang boongan. Tapi engga juga kok, karena ini disimpulkan berdasarkan data-data heat content yang udah dimodelkan dari berbagai institusi. Secara umum, setelah terjadi El Nino, maka 6 hingga 9 bulan kemudian akan terjadi La Nina yang juga kuat.

Kapan kah itu terjadi? NOAA pada Agustus 2015 menyatakan sebuah prediksi, bahwa akan terjadi La Nina saat boreal summer. Artinya di belahan bumi utara sedang summer tahun 2016. Lalu artinya di Indonesia lagi bulan Juni Juli Agustus (ya ga).

Begitulah, sebenarnya di kuliah tersebut isinya terlalu oseanografi tapi yang ditulis ini lebih ke dampak dan apa yang lagi terjadi aja. Dan sesungguhnya letak indonesia yang berada diantara 2 samudra menyebabkan banyak banget yang mempengaruhi cuaca kita. Selain El Nino La Nina, munsoon, ada juga yang namanya Index Ocean Dipole, Pasific Decadal Oscillation, Madden Julian Oscillation, dan lain sebagainya. Berhubung yang lagi godzilla adalah enso, maka enjoykanlah enso tersebut.
20160521-110549 AM.jpg

Life’s (no) Good

Klise klise yang ingin aku nyatakan adalah ya, ternyata setelah terlepas dari masa remaja kita akan menyetujui bahwa hidup itu berat, kita hanya bisa mensyukuri apa yang kita dapatkan dan jangan iri dengan apa yang orang lain telah capai.

Beberapa aspek dalam hidup kita mungkin berantakan. Beberapa aspek dalam hidup kita mungkin serapuh kalo kamu lagi jalan lalu ditoel akan langsung tumbang, beberapa aspek dalam hidup kita mungkin ditanya “apa” doang semenit kemudian kita bisa banjir.

Rapuh memang, ini bukan post-an sok melankolis yang pengen di hibur, tapi bukankah hidup emang kaya gitu? Bedanya, benar kata medsos, tiap orang punya topeng masing-masing dan itu bukan hal yang salah. Karena siapa kita sih menunjukkan terus beban hidup ke orang lain yang orang lainpun berat memanggul miliknya sendiri (yang ga kita ketahui).

Cara lihat orang terhadap masalahpun beda. Ada yang gampang sedih karena akademik, tapi ada juga yang woles. ada yang udah biasa dengan masalah keluarga, ada yang lain-lainnya. Santai dan jangan judge orang lain yang gampang sedih akan hal yang kita kuat terhadapnya. Intinya, kalo dibilang berat ya emang berat, tapi perspektif kita terhadap masalahlah yang jadi penentu. Tulisan pertama di blog ini tahun 2013 lalu adalah,

“It is not what happens to you but how you respond to what happens to you”

Satu hal yang mesti dipegang, bahwa Allah tidak memberikan beban yang tidak sesuai dengan kesanggupannya.

#bloggingeveryday #deleteeveryday

20160521-062129 AM.jpg

Fake it, fake it, till you make it

Seringkali banyak persepsi salah mengenai “Ikhlas”. Dulu aku mengenakan tameng: Ah daripada ga ikhlas mending ga usah. Padahal itu hanyalah pembenaran atas kemalasan aja.

Misalkan nih, bisikan malaikat berkata, “kayaknya boleh tuh solat sunnah dulu” eh tapi bisikan lainnya berkata “agak males yaa, kan buru-buru, mau ini..itu…dll” Lalu diri sendiri mencoba menengahi. “Yah, daripada sholat sunnah tapi ga ikhlas, mendingan ga usah tapi ikhlas kali ya”. Itu terjadi cukup sering. Padahal bilang we males.

Benar, bahwa syarat sesuatu hal disebut ibadah itu adalah kalau ikhlas. Kalau ngga ikhlas, maka itu bukan ibadah. Tapi pengertian ikhlaslah yang harus digaris bawahi disini. Jika bicara mengenai ibadah, maka pengertian ikhlas juga harus sesuai dengan Qur’an. Apakah iya ikhlas itu sama dengan rela?

Salah satu kata ikhlas yang tercantum di Qur’an ada di surat Al Bayyinah, selain itu ada juga di Az Zumar tapi lupa ayatnya.

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah: 5).

Mungkin bisa di cek arabnya juga apakah yang di bold itu sama dengan ikhlas. Tapi da emang iya. Karena arabnya adalah: Mukhlisiina Lahuddin yakni ikhlas dalam beragama. Tetapi rupanya dalam Qur’an terjemah, Mukhlis itu adalah memurnikan ketaatan padaNya.

Jadi, dalam konteks ini, ikhlas itu bukan nunggu sampe hati rela. Ikhlas adalah melakukan sesuatu karena Allah. Bukan karena ingin diliat orang, untuk pamer, atau karena untuk kelegaan hati aja. Bahkan kalaupun kita melakukan suatu kebaikan karena terpaksa, itu adalah hal yang ga salah. Kalo kata guru bahasa inggris: fake it, fake it, fake it, until you make it.

Awalnya mungkin terpaksa, tapi lama lama akan terbiasa. Karena kalo nunggu sampe “hidayah” dan “kerelaan” itu dateng, niscaya ga akan beres-beres sampe akhirnya kita berjalan di shiratal mustaqim yang lebih tajam dari pedang itu lalu menyesali semua yang telah terjadi.

 

 

 

12:03

Katanya, ada 3 tipe wanita solehah.

Pertama adalah tipe Khadijah yaitu seorang istri yang mana suaminya sangat mentaati Allah (Rasulullah) dan beliau mendukung Rasul dalam segala perjuangannya.

Tipe kedua adalah Asiyah, yang suaminya adalah seorang penentang Allah, Fir’aun. Meski suaminya menyekutukan Allah, tapi ia tetap di jamin surga-Nya karena keteguhan hatinya pada Islam hingga akhirnya beliau meninggal dibakar demi mempertahankan prinsipnya.

Ketiga adalah Maryam. Beliau sama sekali tidak menikah, bahkan sempat difitnah macam-macam oleh masyarakat saat itu karena ia memiliki seorang anak; Nabi Isa a.s. Meski tidak menikah, tetapi perjuangannya dalam jalan Allah sungguh luar biasa, sehingga mulia derajatnya.

Yah begitulah, pasangan bukanlah tujuan hidup manusia, ia hanya salah satu media untuk tetap berjalan menujuNya. Tidak ada cerita orang masuk neraka karena tidak menikah atau karena pasangannya jahat. Sesoleh-solehnya Rasul dan se jahat-jahatnya Fir’aun atau se-tidak ada pasangan layaknya Maryam, itu tidak mempengaruhi derajat Khadijah, Asiyah, atau Maryam. Karena seperti yang dikatakan kitab suci bahwa derajat seseorang dipengaruhi oleh taqwanya.

Jadi, pikirkanlah apa yang harus dipikirkan