Life’s (no) Good

Klise klise yang ingin aku nyatakan adalah ya, ternyata setelah terlepas dari masa remaja kita akan menyetujui bahwa hidup itu berat, kita hanya bisa mensyukuri apa yang kita dapatkan dan jangan iri dengan apa yang orang lain telah capai.

Beberapa aspek dalam hidup kita mungkin berantakan. Beberapa aspek dalam hidup kita mungkin serapuh kalo kamu lagi jalan lalu ditoel akan langsung tumbang, beberapa aspek dalam hidup kita mungkin ditanya “apa” doang semenit kemudian kita bisa banjir.

Rapuh memang, ini bukan post-an sok melankolis yang pengen di hibur, tapi bukankah hidup emang kaya gitu? Bedanya, benar kata medsos, tiap orang punya topeng masing-masing dan itu bukan hal yang salah. Karena siapa kita sih menunjukkan terus beban hidup ke orang lain yang orang lainpun berat memanggul miliknya sendiri (yang ga kita ketahui).

Cara lihat orang terhadap masalahpun beda. Ada yang gampang sedih karena akademik, tapi ada juga yang woles. ada yang udah biasa dengan masalah keluarga, ada yang lain-lainnya. Santai dan jangan judge orang lain yang gampang sedih akan hal yang kita kuat terhadapnya. Intinya, kalo dibilang berat ya emang berat, tapi perspektif kita terhadap masalahlah yang jadi penentu. Tulisan pertama di blog ini tahun 2013 lalu adalah,

“It is not what happens to you but how you respond to what happens to you”

Satu hal yang mesti dipegang, bahwa Allah tidak memberikan beban yang tidak sesuai dengan kesanggupannya.

#bloggingeveryday #deleteeveryday

20160521-062129 AM.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s