2015-2016: “Godzilla” El Nino!

Apakah kamu pernah bertanya-tanya kenapa tahun 2015 merupakan tahun yang sangat panas? Apakah iya karena global warming? Apakah iya karena mau kiamat? #ehsompral Lalu apa yang akan terjadi kedepannya? Makin panas lagikah? Atau malah dingin? Mari simak tulisan di bawah ini.

Prolognya adalah tulisan ini hasil dari yang aku dapet dari kuliah beberapa hari lalu dari Director of NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) dari US, dan beliau merupakan professor di University of Washington. Tapi kali ini aku akan menulis dengan sederhana dan ngga akan dengan bahasa yang terlalu oseanografi agar ngga terlalu oseanografi.

Sebelum masuk Oseanografi aku sering denger kata El Nino dan La Nina tapi ngga ngerti maksudnya apa. Ada sebuah lagu jadul waktu smp: you’ve got my temperature risin like el nin-yo~ dan dari situlah aku tau bahwa ada istilah el nino. 4 taun kemudian aku masuk ose dan akhirnya tau apa itu el nino yang dinyanyikan di lagu itu.

Sebagai orang indonesia, El Nino akan berdampak kepada cuaca yang panas (tetapi ikan yang melimpah!). Untuk mekanismenya mungkin dijelaskan di tulisan lain. Negara-negara lainpun merasakan namun dengan dampak yang berbeda. Ada yang jadi ujan, dingin, panas, dan sebagainya. El Nino pernah menjadi kambing hitam atas kejadian kerusuhan tahun 1998. Memang, El Nino berdampak pada sosial dan ekonomi secara tidak langsung. Seperti tahun 2015, yang salah satu contohnya adalah kebakaran hutan yang sangat luas dan mengganggu hidup manusia (wew bahasanya kayak lagi nulis koran).

Januari 2015-Januari 2016: G0ddddzilla El Nino

2015 adalah tahun yang cukup panas. Tidak ada banjir separah biasanya di Desember-Januari, dan matahari masih menyengat di bulan-bulan musim hujan. Orang-orang bertanya-tanya; ada yang menyalahkan global warming tapi ada juga yang bilang ini adalah El Nino. Kesimpulan tentunya gak bisa mudah diambil tanpa data yang pasti, nah NOAA memiliki data di sepanjang Samudra Pasifik (El Nino diidentifikasi dari suhu permukaan laut sepanjang Samudra Pasifik dan angin pasat) sehingga setelah data mereka diolah, muncullah kesimpulan bahwa memang, El Nino terjadi sejak Januari lalu tapi mulai menurun di Januari tahun ini. Terlihat dari anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang tinggi.

Dampak-dampaknya bukan cuma kebakaran besar besaran di Indonesia, tapi hujan di India menurun 14%, adanya hurricane Patricia, dan Australia Great Barrier mengalami bleaching akibat suhu laut yang meninggi.

Mereka menamakan kasus enso tahun ini dengan: “Godzilla” El Nino. Waw banget ga. Iyakan ya. Ternyata dilihat dari grafik yang ditunjukkan olehnya, tinggi anomali suhu air laut bulan Januari 2015-Januari 2016 sama dengan tingginya anomali di tahun 1998. Ntaps. Jadi memang el nino yang terjadi kemarin itu cukup besssssar. Kalau bicara hal negatifnya memang banyak, tapi sesungguhnya ini karunia bagi para nelayan, karena ikan-ikan dipermukaan akan bermunculan.

Februari 2016, RIP: Godzilla El Nino

Entah kabar baik, atau buruk, atau biasa aja, tetapi anomali suhu permukaan laut di barat Pasifik mengalami penurunan di bulan Februari. Dan index El Nino (namanya ONI; Ocean Nino Index) menunjukkan nilai di bawah 0,5 artinya El Nino sudah pergi! Semoga tenang di sisiNya ya. Kondisi sudah normal kembali. Normal. dan Normal.

Maret-Mei 2016: Sekarang Banget.

Sejak Maret hingga Senin kemarin (16/05/16), rupanya berakhirlah segala kenormalan yang telah terjadi di bulan Februari, karena anomali suhu permukaan laut malah menurun 4 derajat. Dan itu gak sedikit. Artinya apa? Artinya sekarang banget emang masih normal tapi La Nina sedang otw~ yuk ah siap-siap (siap2 ngapain).
Yak, jadi La Nina ini terjadi karena “kolam air panas” Samudra Pasifik berada di timur Indonesia, artinya nanti akan terbentuk awan awan hujan yang mengakibatkan hujan.

Ramalan di masa depan

Judulnya kayak yang mereprentasikan bahwa ini hal yang boongan. Tapi engga juga kok, karena ini disimpulkan berdasarkan data-data heat content yang udah dimodelkan dari berbagai institusi. Secara umum, setelah terjadi El Nino, maka 6 hingga 9 bulan kemudian akan terjadi La Nina yang juga kuat.

Kapan kah itu terjadi? NOAA pada Agustus 2015 menyatakan sebuah prediksi, bahwa akan terjadi La Nina saat boreal summer. Artinya di belahan bumi utara sedang summer tahun 2016. Lalu artinya di Indonesia lagi bulan Juni Juli Agustus (ya ga).

Begitulah, sebenarnya di kuliah tersebut isinya terlalu oseanografi tapi yang ditulis ini lebih ke dampak dan apa yang lagi terjadi aja. Dan sesungguhnya letak indonesia yang berada diantara 2 samudra menyebabkan banyak banget yang mempengaruhi cuaca kita. Selain El Nino La Nina, munsoon, ada juga yang namanya Index Ocean Dipole, Pasific Decadal Oscillation, Madden Julian Oscillation, dan lain sebagainya. Berhubung yang lagi godzilla adalah enso, maka enjoykanlah enso tersebut.
20160521-110549 AM.jpg

Advertisements

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s