Misunderstanding about Islam

Siang ini aku memiliki waktu luang dan memiliki internet, sehingga akupun membuka pinterest. Pertanyaan besar sejak pengumuman brexit yang terngiang di kepalaku hingga tadi siang adalah apa pengaruhnya terhadap erasmus mundus. Pertanyaan ini sampe kebawa mimpi. Meskipun hasil sedikit baca tadi kayaknya sih ga ngaruh2 amat (kecuali keuangan em nya ato apa lah ya) soalnya banyak negara non eu yang jadi partner EM kaya norway dan barangkali uk sebagai negara yang sangat banyak terlibat dalam berbagai program em action 1 juga sangat ribet sepertinya jika harus lepas dari em. Yah, semoga saja. Baiklah lanjut kepada pembahasan sebenarnya:

Akhirnya aku ngetik “brexit” di kolom pencarian di pinterest kali aja muncul grafik-grafik atau chart atau gambar2 yang lebih simple dibaca daripada artikel. Bukannya dapet informasi, aku malah nyasar (sebenarnya bukan nyasar, tapi langsung muncul) di pin-pin orang bule yang………………………islamophobia. Dan ini rasanya beda dengan saat nyasar di indonesiafaithfreed#m (skrg msh ada ga ya (ga peduli jg si)) atau di situs2 yang ga suka Islam. Kenapa beda? Karena ini pin-pin yang bukan hanya dari satu orang atau satu “organisasi”, tapi dari banyaak…………orang ….banyak banget. Membuat aku sedikit banyak merasa “gila banyak bgt org yang percaya media” dan merasa “media adalah penyetir yang sangat the best”. Congrats

Barangkali ini berawal dari wacana “Sharia Law” di amerika. Dan juga banyak meme tentang Obama yang bagi mereka Obama ini sangat pro Islam bahkan ngasih uang buat “terorisme”. Ceunah mah.

Sebagai pemeluk Islam, ga ada satupun pin-pin tersebut yang beneran ada dalam kehidupan muslim. Fitnah abis pokonya. Contohnya mengenai zakat dan kehalalan. Sakit hati banget ga sih, kata mereka seperti ini:

 

20160627-100241 PM.jpg

Bagaikan artis yang kena gosip ga sedap dan salah, itulah rasanya saat baca gambar diatas. Super anehnya adalah apa hubungannya Halal dengan Zakat? Halal itu apapun yang diperbolehkan dikonsumsi/dipakai umat Islam. Jika mereka boykot halal, berarti hanya bisa makan anjing, babi, alkohol, darah, dan hewan yang ga disembelih dileher atas nama Allah. Selamat. Sementara zakat adalah kewajiban mengeluarkan harta. Hubungannya mereka simpulkan sesimpel-simpelnya menjadi seperti itu–setiap produk halal akan dizakatkan. Wew. Kita aja ga kepikiran.

Baiklah, mereka ternyata cukup pinter dengan mengetahui ada 8 mustahiq (penerima) zakat; salahsatunya adalah “mereka yang jihad fi sabiilillah”. Tapi astaghfirullahalazim banget dengan kenegatifthinkingan seperti itu bahwa setiap yang jihad adalah teroris. Ini mau ga mau jadi bagaikan memancing di kolam yang bening. Atau bagaikan sekali mendayung 2 3 pulau terlampaui. Kenapa?

  1. Dengan propaganda tersebut kebencian thd islam menyebar
  2. Yang islampun jadi takut dengan perkataan “jihad”

Dalam Islam, jihad adalah hal penting. Karena Islam ga hanya diyakini dan dimulut aja, tetapi harus jelas, “idhar”, dan tegak dalam perbuatan pemeluknya yang diamalkan dalam perbuatan yang lillahi taala. Jihad ga sesempit bom bunuh diri atau nembakin orang asing.

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk Surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.” [Ali ‘Imran/3: 142]

Jihad memang harus bagi seorang muslim. Karena jika tidak tampak perbuatannya, maka apa yang dilisankan dan apa yang tertanam dalam hatinya dipertanyakan. Jangan-jangan selama ini Islam yang diyakini hanya menjadi ilmu saja dan tidak tertanam? Semoga tidak.

Jihad itu bukan hanya –sekali lagi– dengan perang dan kekerasan, tetapi segala perbuatan kita yang lillahi taala dan untuk Islam. Berangkat sekolahpun, membantu ibu, sedekah pada yang tidak punya, dan aktivitas lainnya juga bisa dikatakan jihad–bergantung niat masing-masing. Untuk duniawi? Untuk diri sendiri? Atau untuk Allah?

Banyak sekali pin-pin yang menyerukan kewaspadaan terhadap muslim. Seperti, “Islam itu satu, ga ada yang ekstemis, ga ada yang moderat, ga moderat, semua Islam sama! Teroris!” Atau, “mungkin di negaramu islam cuma 7-10%, ingat bahwa nazi juga dulu hanya 7-10%!” Ogt. Keliatannya mereka takut banget. Ada juga gambar bapa2 jatohin anak dari gedung, dan itu diklaim Islam, “begitulah islam memperlakukan bayi mrk” Innalillahi. Betapa sangat jelasnya Islam berada dalam fitnah.

2:193. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.

Saat terjadi fitnah, maka kita harus membersihkannya. Dan kita juga harus memerangi mereka, jika mereka memerangi kita dengan media, teknologi, kebebasan, opini masyarakat, smartphone, rutinitas duniawi, dll, kita harus memiliki tameng agar itu semua ga ngefek terhadap keislaman kita. Tanpa melupakan bahwa kita juga harus berusaha agar ketaatan hanya untuk Allah dengan cara saling mengingatkan, dll. Barangkali seperti di film anaknya Amin Rais itu (lupa), praktekanlah Islam sebagai Rahmatan lilalamin dalam setiap kelakuan kita. Dan Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim Artinya, saat mereka sudah berhenti memusuhi Islam, kita juga berhenti memusuhi mereka, kecuali yang zolim.

Mengenai perang, dan islam yang difitnah sebagai religion of hate (sumber: pinteres), mereka hanya memetik ayat mengenai perang. Tetapi tutup mata akan ayat-ayat lainnya seperti dalam surat al kafirun:

1). Katakanlah: Hai orang-orang kafir
2). Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
3). Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah
4). Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah
5). Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah
6). Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku

Atau Al Baqoroh:

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.” (Surat al-Baqoroh: 256)

Mengenai peperangan, Islam mengatur sedemikian rupa dengan step-step yang dicontohkan Rasul dalam berperang. Dan aku tidak menulis mengenai itu karena bagi Islam membunuh tidak sesederhana, “kamu kafir?” kalo iya langsung tembak. Yang ada kita yang malah zolim.

Sebagai seorang muslim, sangat jelas terlihat bahwa propaganda-propaganda tersebut bertujuan apa. Dan jangan terperangkap agenda para pembenci. Dan jangan ikut-ikutan benci dengan kata jihad.

Wallahualam bis-shawab. Tulisan ini sangat sangat kurang, dan ini hanya yang aku ketahui aja. Mohon maaf jika salah, mau koreksi juga silakan.

 

 

Careless: Masuk Neraka Karena Lalat


Terdapat kisah-kisah yang menunjukkan bahwa seorang muslim harus berhati-hati meski itu hanya dari niat.

Saat perang Khandaq, Ali bin Abi Thalib sedang menghadapi Amr bin Abd Wahd. Amr terpojok dan mencoba memberontak, saat itu ia meludahi wajah Ali bin Abi Thalib. Bukannya segera “menuntaskan pekerjaan”, Ali malah mundur dan tidak jadi membunuh Amr bin Abd Wahd.
“Jika saat itu aku membunuhnya, aku takut niat membunuh Amr bukan karena Allah, tetapi karena kemarahanku yang telah diludahi oleh Amr…..” Itu alasan mengapa Ali tidak jadi membunuh Amr bin Abd Wahd yang padahal tinggal dikit lagi berhasil. Subhanallah kan.


Jaman dahulu kala mama sering ngebeliin buku “Ba’da Isya” yang ditulis oleh Sofiah Mashuri. Isinya mengenai kisah-kisah muslim jaman dulu yang dikemas pendek-pendek dengan gambar yang banyak. Hingga hari ini, ada satu kisah yang masih aku ingat. Mengenai seseorang yang masuk neraka karena lalat.

Ceritanya ada 2 orang yang bernama fulan dan fulin (namanya ngarang). Mereka hendak melewati suatu pedesaan. Sesampainya di pedesaan itu, kepala desa dan kerabatnya mencegat mereka,
“Kalo mau lewat, harus ngasih sesajen dulu ke berhala kami!” Katanya layaknya preman-preman jaman sekarang yang kalo lewat harus ngasih duit. Tapi bedanya preman mah buat dirinya, tapi orang di pedesaan itu buat tuhannya.

Mereka bingung karena ga punya duit dan ga punya apa-apa. Akhirnya orang desa berkata,
“Mau nyembelih lalat doang juga gapapa”
Fulan dan fulin berpandangan. Fulan segera menyembelih seekor lalat dan akhirnya fulan bisa lewat desa itu. Tetapi si fulin meskipun “cuman” lalat, tetapi dia sama sekali ga mau nyembelih lalat buat berhala mereka. Karena ia tidak mau mempersembahkan sesuatu untuk tuhan orang lain, dan fyi fulan dan fulin adalah orang Islam.

“Karena seekor lalat saja, seseorang bisa masuk neraka (fulan) dan yang lainnya bisa masuk surga (fulin)”, begitu kata Rasul mengakhiri cerita ini dihadapan para sahabatnya.


Begitulah dua kisah mengenai: bahwa seorang muslim harus berhati-hati dalam setiap langkahnya. Terlalu selo dan terlalu bodoamat adalah hal yang harus dihindari. Tutup kuping atas pernyataan bahwa kita terlalu strict atau kaku atau apapun, karena, memang muslim harus berhati-hati.

Dari aku, yang juga belum maksimal dalam kehati-hatian.

Everything You Need To Know About How Much #Brexit F*cks All Of Us — Thought Catalog

reblog.

As you might have heard, last night the United Kingdom voted to leave the European Union. From the outset, I want to say that I am not an expert in either British or European politics, but I’m going to try my best to explain why this is actually a big deal. First, the United Kingdom:…

melalui Everything You Need To Know About How Much #Brexit F*cks All Of Us — Thought Catalog

Karena sebuah alasan pribadi kok aku merasa sedih yah.

Menjadi Orang Berpengalaman

Kalau dipikir-pikir, sekarang sekarang ini cara pandangku terhadap suatu bacaan–terutama novel, jadi berbeda dari biasanya. Dulu aku membaca novel sambil menikmatinya (saja), menunggu adegan-adegan selanjutnya, kesal terhadap tokoh antagonis, dan kecewa saat selesai membaca–kesal karena ternyata aku kembali ke dunia nyata.

Sekarang ini novel yang aku baca selalu menghasilkan kekagumanku pada penulis-penulisnya. Bukan lagi hanya peduli pada tokoh dan jalan cerita. Apalagi kalau novel fiksi fantasi, mungkin semacam harry potter, the enchantress dan keempat serinya, atau percy jackson (tapi ga baca ini deng), bahkan novel tere liye yang bulan dan bumi itu lumayan fantasi. Rasanya hebat aja mereka bisa menuliskan hal-hal yang terlalu kreatif dalam otak mereka. Karena hal-hal yang mereka tuliskan ga pernah terjadi di dunia nyata.  Lah aku mah bikin cerpen-cerpen juga selalu berdasarkan kisah nyata. Rasanya sulit sekali menulis hal-hal yang kita tidak berkecimpung didalamnya. Makanya, sekali lagi, aku ingin bilang keren bangetttttt kepada mereka para penulis-penulis fantasi, karena aku ga tau lagi mau deksripsiin apa lagi terhadap mereka ❤ ❤ ❤

Selain novelis cerita fantasi, yang keren selanjutnya adalah penulis cerita detektif. Kesannya mereka sangat pinter dengan menyambungkan ini itu-dan segala detail yang ternyata kemudian hari menjadi hal besar. Yah, semacam sir conan doyle dengan sherlock holmes nya, atau aoyama gosho yang barangkali juga terinspirasi dari conan doyle, atau enid blyton dengan novel detektif 5 sekawannya, dsb. Gatau mau bilang apa, tapi mereka pasti pinter banget! ❤ ❤ ❤

Selanjutnya list yang bikin kagum adalah para penulis cerita yang realistis. Bukan kisah orang-orang yang high class, cantik, kaya, lalu masalahnya hanya masalah cinta dan kekayaan, lalu ketemu jodohnya yang selevel, lalu bahagia, dibumbui perselingkuhan, dsb (omg tenlit bgt). Lelah dan ga akan kenyataan itu mah. Lebih baik cerita yang biasa aja dengan alur yang luar biasa. Salah satunya kaya andrea hirata. Setiap novelnya berkisah tentang hal yang merakyat banget dan super realistis tapi dikemas rapi dan seru juga sangat menarik!  Paulo Coelhoe juga! ❤ ❤ ❤ (harus bgt ada love love ditiap paragraf)

Semakin mikir kaya gini, aku semakin bersemangat sekaligus semakin males untuk nulis. Dulu aku pernah membuat hampir-novel yang sudah diketik sebanyak 120 halaman. Hal tersebut berhenti akibat aku bingung dan stuck banget dengan idenya. Jadi byebye aja. Lagipula file nya sekarang udah ilang………….entahlah, sempet kepikiran untuk bikin novel, tapi sepertinya harus jadi orang pinter dan berpengalaman dulu biar ga stuck ditengah-tengah…..atau ini hanyalah excuse saja?

Bagi Rapot

Karena satu dan lain hal, hari ini aku ngambil rapotnya nadia. Awalnya sih malez banget parahh karena berasa ibu-ibu, tapi kalau aku inget bahwa banyak temen aku yang bahkan sejak usia remaja udah ngambil rapot adiknya, aku jadi agak ngga males lagi (((agak))). Yaudah sih.

Awalnya sempet kebingungan karena kelasnya dipindah. Setelah nanya sana sini, tetep belom nemu. Alhamdulillahirobbilalamin bagaikan lagi puasa tiba-tiba bedug, begitulah rasanya aku saat itu karena tiba-tiba bertemu temen-temennya si nadia, yakni fara dan mega. Bagaikan seorang kakak merindukan adiknya, aku segera sumringah dan hampir mau meluk,
“Kalian kelasnya dimanaaa?” Bukannya jawab, mereka malah nanya,
“Teh opiii kenapa nadia ga ikut?” Aku jawab sekenanya, lalu nanya lagi kelasnya dimana.
“Disitu teh..” Kata mereka, lalu merekapun pergi.

Lalu aku ngobrol sama ibu gurunya. Kebanyakan malahan jadi cerita kuliahan bukannya ngomongin nilai-nilai nadia.

“Kuliah dimana teh?” Tanyanya. Lalu aku jawab, kelautan itb bu (biar cepet, karena kalo jawabnya oseanografi maka bakal minta penjelasan)

“Wah, anak saya mah di sbm”
“Lulusnya cepet ya bu sbm mah”
“Ah, saya ga peduli mau lulus cepet atau lama, pengennya cepet-cepet punya cucu…….”

Beliau kemudian cerita betapa anaknya super-rajin sampe-sampe gak pernah pacaran, suka males main, hobinya adalah membaca, senang belajar, dan lain-lain, padahal ibunya udah menantikan anaknya punya calon untuk dinikahin.

“Jodohin aja atuh bu” wk ngasal yang agak bodoh. Ngga di waro. Alhamdulilah.

“Coba tanya mamahnya, kalo punya anak perempuan pasti maunya nimang cucu…lulus mah terserah lah”

“Hooo….iya bu nanti ditanya” (padahal ga akan)

*brb ga jadi lulus juli*
*padahal emang engga*

Edisi Ramadhan #2

Kemarin kemarin aku melihat laman seorang agnostik yang mempertanyakan surga-neraka. Mengapa tuhan jahat sekali menyiapkan neraka untuk menyiksa sebagian manusia “hanya” karena tidak mematuhi aturan-Nya? Katanya begitu. Dan berbagai kalimat lainnya yang cukup bisa membuat kita ikutan mikir juga.

Aku dengan segala keterbatasan ini sedikit terpengaruh, iya juga ya, kenapa harus disiksa? Dan berbagai pertanyaan-pertanyaan yang cukup melenceng lainnya. Meski begitu, aku sangat yakin ada jawaban logis karena sampai hari ini aku percaya Islam bukan agama Dogmatis yang kita tidak boleh bertanya kenapa kenapanya. Islam selalu memiliki jawaban. Dan tidak semuanya akan bermunculan, kita harus belajar agar menemukan hubungan satu titik dengan titik lainnya. Banyak ayat yang meyatakan tanda-tanda kekuasaan Allah terlihat bagi orang-orang yang berfikir, salah satunya ini.

Dan Dia telah menundukan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) dari padanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar benar terdapat tanda tanda ( kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir. (Al-Jathsiyah: 13)

Memang, jika kita mengaku beriman kita seharusnya sudah tidak perlu bertanya-tanya dan akan segera yakin dengan segala yang Allah tetapkan. Tapi berhubung yang aku baca adalah menggunakan akal dan ilmu, jadi aku juga mencari tahu jawaban pematahnya seperti apa. Selain itu, rupanya ada juga ilmu Islam yang bernama ilmu Kalam untuk menjawab setiap pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya menggunakan akal, bukan hanya ayat Qur’an. Akhirnya inilah aku, dengan segala pertanyaan itu.

Sampai akhirnya, aku baca-baca mengenai berita-berita masa kini. Tentu, banyak hal-hal yang miris sekali terjadi disekitar kita. Anak-anak tak bersalah jadi korban, ibu-ibu lemah dianiaya, yang kaya-kaya terjamin kehidupannya meski kesalahannya sangat jelas. Lalu ditengah kegetiran dalam membaca berita aku berteriak, “OH” (wkwk lebay uga).

Ya, rupanya memang, keberadaan akhirat itu, seperti namanya–Judgement Day. Adalah hari dimana keadilan yang hakiki terjadi pada seluruh umat manusia.

Justru dengan adanya siksaan di neraka bukan ajang Allah untuk menyiksa kita, tapi justru Allah Maha Baik dan Maha Sempurna aturannya sehingga itu adalah letak keadilanNya. Pola pikir kita yang harus diubah, jangan sering-sering suudzon, apalagi suuzonnya sama Allah.

Banyak manusia baik yang tersiksa didunia oleh tangan-tangan jahiliyah. Banyak juga orang yang jahat dan tidak mendapat hukuman apa-apa. Sangat tidak adil. Kasus-kasus yang membuatmu geram bukankah sungguh banyak? Kisah eno, yuyun, ibu guru yang masuk penjara, anak-anak allepo, lalu kebiadaban manusia yang berkuasa, apakah aturan manusia dapat menangani itu semua?

Ini adalah bukti, bahwa aturan manusia tidak bisa sempurna. Dan bagaimanapun kita akan kembali padaNya, pada ketentuan-ketentuanNya yang Maha Sempurna.

Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”, pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Rabbmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan merekaBarangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al Zalzalah: 1-8)

Wallahualambishawab, maafin kalo salah.

Edisi Ramadhan #1

Ibnu Jauzi berpesan begini bersandar kepada sebuah hadits :

“Apabila penghuni syurga telah masuk ke dalam syurga lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia, maka mereka pun bertanya kepada Allah ;

Ya Rabb! kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia bersholat bersama kami, berpuasa bersama kami dan berjuang bersama kami…”

Maka Allah berfirman, “Pergilah ke neraka, lalu keluarkanlah sahabat-sahabatmu yang di hatinya ada iman, walau hanya sebesar zarrah”.
(Ibnu Mubarak dlm kitab Az Zuhd)

 

Cara Belajar bagi “Visual”

Katanya sih cara belajar manusia itu macem-macem. Ada yang kinestetik atau dengan aktivitas, ada yang dengan visual atau melihat, ada juga yang listening atau mendengarkan. Maka ga aneh kalau temen kita ada yang suka tidur tapi sangat jenius. Wallahualambisshawab

Sebagai orang yang visual, beginilah cara aku menangkap sesuatu yang disampaikan oranglain, khususnya dalam hal belajar dikelas.

-Selalu memperhatikan wajah yang ngasih materi. Sekalinya ga liat atau ga pake kacamata, maka fokus akan memudar dan rada sedikit susah nangkep. Tapi ini akan fatal kalau dilakukan di kelas kimia waktu TPB karena bertemu kontak mata dengan dosen sama dengan disuruh maju ngerjain soal. Maka terkadang menundukkan kepala itu perlu juga.

-Hal yang paling paling dan sangat membantu bagi visual adalah catatan pelajaran. Beginilah kira-kira ringkasannya:

  1. Cari jenis tulisan seperti apa yang bikin kita “terkesan” sehingga dapat diingat terus. Kalau aku sih mencari tulisan yang bikin semangat kalo dibaca. Terbukti pas tadi nemu binder jaman SMA aja rasanya seneeng banget liat catetan-catetannya sampe pengen nyetel lagu “i love me gonna love myself no i dont need anybody else” #alay #narsisme #ilovetheoldme (wkwk sampah)
  2. Jenis tulisan tersebut bisa berupa mindmap, atau biasa aja. Tetapi kalau dikelas biasanya aku menulis dengan biasa aja tapi pas udah mau ujian kita salin ulang dengan mindmap biar ngerti (ini berlaku buat jaman sekolah, kalo udah kuliah rasa ripuh dan malas bersatu jadi ga gini2 amat).
  3. Awalnya aku mencari “jati diri” jenis tulisan dan jenis pulpen dan pola tulisan kaya gimana yang bikin aku ngerti dan enak buat belajar. Akhirnya kalau aku sih,  dengan tulisan yang agak bergambar (gambar panah ato bulet2 ato kotak2) akan lebih membantu dibanding full tulisan semua. Dan aku juga ga bisa nulis pure apa yang ditulis guru, melainkan dicatet dengan bahasa sendiri. Kecuali kalo ga ngerti, ya tulis we dulu. Lalu tulisan paling semangat adalah jika menulis menggunakan pensil yang dipadukan dengan warna-warni spidol tapi jangan colorful amat bisi pusing. Cukup 2 warna maksimal. Tapi paling the best adalah 1 pensil mekanik dan 1 warna spidol ungu.
  4. Jangan terpaku sama garis-garis pada buku. Gambar aja sesuka hati.

Udah gitu doang sih. Tapi kenapa catetan pelajaran itu sangat penting bagi si visual? Hal ini karena setelah diobservasi dan diingat kembali, ternyata pelajaran yang aku ga bisa itu adalah yang catetannya aku gak suka. dan pelajaran yang dipahami adalah pelajaran yang aku senang saat buka catetannya. Berikut contoh-contoh tulisan binder waktu SMA yang aku sukai sehingga semangat dan yang malesin sehingga susah ngerti.

photo(3)
pensil + spidol ungu (myfav!!!)
photo(5)
saat kita seneng liat suatu catetan, ini jadi lebih nempel karena semangat yang timbul waktu baca. Ga peduli orang bilang apa (mau alay, kurang kerjaan, atau gak berkesan karena jelek), yang penting kita senang.

Itu dua diatas adalah contoh jenis catetan yang aku bersemangat dalam membacanya. Tapi ini ada 2 contoh lagi yang tulisannya agak mengesalkan sehingga jadi bete pas bacanya:

Gambar 2 itu terlalu colorful dan terlalu alay sehingga pas liatnya jadi males.

Tiap orang punya caranya dan kesukaannya masing-masing. Mungkin ada yang males nulis seperti itu, atau ada yang malah semangat. Yah sesuaikan ajalah.

Okay, gitu aja mengenai bagaimana pentingnya nulis bagi  yang cara belajarnya dengan visual dengan sesuai gaya dan sesuai keinginanmu supaya lebih nangkep pelajaran (versi skhaor.wordpress.com). Semoga bermanfaat dan sesuaikan cara belajar dengan keinginan dirimu sendiri! Btw, selamat Ramadhan!

I didnt ask what you think, I asked what you feel.

“Hatiku pengkhianat”, kata si anak pada sang alkemis. “Hatiku tak ingin aku jalan terus”

“Kalau kau mengenal hatimu dengan baik, ia tidak akan pernah mengkhianatimu.”

“Hatiku takut menderita” Si anak berkata pada sang alkemis pada suatu malam, pada langit tak berbulan.

“Katakan pada hatimu, rasa takut akan penderitaan justru lebih menyiksa daripada penderitaan itu sendiri. Dan tak ada hati yang menderita saat mengejar impian-impiannya. Sebab, setiap detik pencarian adalah pertemuan kembali dengan Tuhan dan keabadian”

“Apakah manusia selalu dibantu oleh hatinya?” si anak bertanya pada sang alkemis.

“Kebanyakan hanya hati orang-orang yang mau mewujudkan takdir mereka”

“Mengapa hati manusia tidak menyuruh mereka terus mengejar impian-impian mereka?” tanya si anak pada sang alkemis.

“Sebab itu akan membuat hati sangat menderita, dan hati tidak suka menderita”

“Maka, kami, hati manusia bicara makin pelan dan pelan. Kami tak pernah berhenti berbicara, tapi kami mulai berharap perkataan kami tidak terdengar”

-The Alchemist (Paulo Coelho)


Setiap pencarian dimulai dengan keberuntungan bagi si pemula. Dan setiap pencarian diakhiri dengan ujian berat bagi si pemenang.


Dear

Tidak perlu munafik dengan selalu sekuat tenaga menyamakan hati dengan keidealan pola yang ada di kepala. Juga jangan sampai tersesat menyalahartikan nafsu sebagai kata hati. Pengkhianatan hati hanya terjadi jika kita tidak mengenalinya dan terus membohongi diri sendiri.

Ditulis dihari yang menyenangkan.