I didnt ask what you think, I asked what you feel.

“Hatiku pengkhianat”, kata si anak pada sang alkemis. “Hatiku tak ingin aku jalan terus”

“Kalau kau mengenal hatimu dengan baik, ia tidak akan pernah mengkhianatimu.”

“Hatiku takut menderita” Si anak berkata pada sang alkemis pada suatu malam, pada langit tak berbulan.

“Katakan pada hatimu, rasa takut akan penderitaan justru lebih menyiksa daripada penderitaan itu sendiri. Dan tak ada hati yang menderita saat mengejar impian-impiannya. Sebab, setiap detik pencarian adalah pertemuan kembali dengan Tuhan dan keabadian”

“Apakah manusia selalu dibantu oleh hatinya?” si anak bertanya pada sang alkemis.

“Kebanyakan hanya hati orang-orang yang mau mewujudkan takdir mereka”

“Mengapa hati manusia tidak menyuruh mereka terus mengejar impian-impian mereka?” tanya si anak pada sang alkemis.

“Sebab itu akan membuat hati sangat menderita, dan hati tidak suka menderita”

“Maka, kami, hati manusia bicara makin pelan dan pelan. Kami tak pernah berhenti berbicara, tapi kami mulai berharap perkataan kami tidak terdengar”

-The Alchemist (Paulo Coelho)


Setiap pencarian dimulai dengan keberuntungan bagi si pemula. Dan setiap pencarian diakhiri dengan ujian berat bagi si pemenang.


Dear

Tidak perlu munafik dengan selalu sekuat tenaga menyamakan hati dengan keidealan pola yang ada di kepala. Juga jangan sampai tersesat menyalahartikan nafsu sebagai kata hati. Pengkhianatan hati hanya terjadi jika kita tidak mengenalinya dan terus membohongi diri sendiri.

Ditulis dihari yang menyenangkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s