Edisi Ramadhan #2

Kemarin kemarin aku melihat laman seorang agnostik yang mempertanyakan surga-neraka. Mengapa tuhan jahat sekali menyiapkan neraka untuk menyiksa sebagian manusia “hanya” karena tidak mematuhi aturan-Nya? Katanya begitu. Dan berbagai kalimat lainnya yang cukup bisa membuat kita ikutan mikir juga.

Aku dengan segala keterbatasan ini sedikit terpengaruh, iya juga ya, kenapa harus disiksa? Dan berbagai pertanyaan-pertanyaan yang cukup melenceng lainnya. Meski begitu, aku sangat yakin ada jawaban logis karena sampai hari ini aku percaya Islam bukan agama Dogmatis yang kita tidak boleh bertanya kenapa kenapanya. Islam selalu memiliki jawaban. Dan tidak semuanya akan bermunculan, kita harus belajar agar menemukan hubungan satu titik dengan titik lainnya. Banyak ayat yang meyatakan tanda-tanda kekuasaan Allah terlihat bagi orang-orang yang berfikir, salah satunya ini.

Dan Dia telah menundukan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) dari padanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar benar terdapat tanda tanda ( kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir. (Al-Jathsiyah: 13)

Memang, jika kita mengaku beriman kita seharusnya sudah tidak perlu bertanya-tanya dan akan segera yakin dengan segala yang Allah tetapkan. Tapi berhubung yang aku baca adalah menggunakan akal dan ilmu, jadi aku juga mencari tahu jawaban pematahnya seperti apa. Selain itu, rupanya ada juga ilmu Islam yang bernama ilmu Kalam untuk menjawab setiap pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya menggunakan akal, bukan hanya ayat Qur’an. Akhirnya inilah aku, dengan segala pertanyaan itu.

Sampai akhirnya, aku baca-baca mengenai berita-berita masa kini. Tentu, banyak hal-hal yang miris sekali terjadi disekitar kita. Anak-anak tak bersalah jadi korban, ibu-ibu lemah dianiaya, yang kaya-kaya terjamin kehidupannya meski kesalahannya sangat jelas. Lalu ditengah kegetiran dalam membaca berita aku berteriak, “OH” (wkwk lebay uga).

Ya, rupanya memang, keberadaan akhirat itu, seperti namanya–Judgement Day. Adalah hari dimana keadilan yang hakiki terjadi pada seluruh umat manusia.

Justru dengan adanya siksaan di neraka bukan ajang Allah untuk menyiksa kita, tapi justru Allah Maha Baik dan Maha Sempurna aturannya sehingga itu adalah letak keadilanNya. Pola pikir kita yang harus diubah, jangan sering-sering suudzon, apalagi suuzonnya sama Allah.

Banyak manusia baik yang tersiksa didunia oleh tangan-tangan jahiliyah. Banyak juga orang yang jahat dan tidak mendapat hukuman apa-apa. Sangat tidak adil. Kasus-kasus yang membuatmu geram bukankah sungguh banyak? Kisah eno, yuyun, ibu guru yang masuk penjara, anak-anak allepo, lalu kebiadaban manusia yang berkuasa, apakah aturan manusia dapat menangani itu semua?

Ini adalah bukti, bahwa aturan manusia tidak bisa sempurna. Dan bagaimanapun kita akan kembali padaNya, pada ketentuan-ketentuanNya yang Maha Sempurna.

Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”, pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Rabbmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan merekaBarangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al Zalzalah: 1-8)

Wallahualambishawab, maafin kalo salah.

Advertisements

5 thoughts on “Edisi Ramadhan #2

  1. hi sophie, salam kenal. baru baca post-post kamu yang menarik .

    aku bingung, kalau agnostik berarti dia percaya tuhan tapi ga tau yang mana kan? sukanya tuhan versi imaginasi dia sendiri.

    aku pernah baca satu quote sufi. bahwa, Allah telah bersumpah semurka-murkanya Allah, kasih sayangnya akan menimpali kemurkaanya itu.
    namun ini hanya quote sufi, yang tidak bisa dijadikan batu pijakan. hanya saja lagilagi yang mengutarakan adalah seorang sufi, yang tentu punya pengetahuan yang kita tidak tau.

    pada intinya, cukup pegang Allah maha pengasih lagi maha penyayang, selebihnya semua karena kita tidak berpengetahuan saja.
    ilmu yang kita punya tak cukup untuk menafsirkan yang tampak, apalagi yang tak tampak.

    hehe

    1. Salam kenal juga mas kiky yang blognya hits hehehe, agnostik itu (kalau hasil2 baca internet) percaya bahwa keberadaan tuhan itu ga bisa ditafsirkan oleh akal. jadi ada/tidaknya dan siapa itu tuhan tidak bisa diketahui oleh manusia.

      Nah iyaa, sangat setuju bangett dan belum dikatakan di postingan diatas kalau akal manusia juga ada keterbatasannya dalam melihat kekuasaan Allah. Tapi beberapa juga ada yang tersirat dan tersurat dengan jelas di Qur’an atau di lingkungan sekitar kita kalau kita belajar. Meskipun memang banyak banget yang hanya Allah yang tahu shg banyak hal tidak bisa dipaksakan untuk mengerti dan hanya keimanan yang bisa membuat kita yakin.

      Mungkin tulisan diatas terkesan segala sesuatu hal bisa ditafsirkan oleh akal, tapi memang sebenarnya hanya yang tercantum di Quran dan terlihat saja yang bisa dipelajari sehingga membuat kita bertambah yakin. Makasih masukannya btw hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s