Careless: Masuk Neraka Karena Lalat


Terdapat kisah-kisah yang menunjukkan bahwa seorang muslim harus berhati-hati meski itu hanya dari niat.

Saat perang Khandaq, Ali bin Abi Thalib sedang menghadapi Amr bin Abd Wahd. Amr terpojok dan mencoba memberontak, saat itu ia meludahi wajah Ali bin Abi Thalib. Bukannya segera “menuntaskan pekerjaan”, Ali malah mundur dan tidak jadi membunuh Amr bin Abd Wahd.
“Jika saat itu aku membunuhnya, aku takut niat membunuh Amr bukan karena Allah, tetapi karena kemarahanku yang telah diludahi oleh Amr…..” Itu alasan mengapa Ali tidak jadi membunuh Amr bin Abd Wahd yang padahal tinggal dikit lagi berhasil. Subhanallah kan.


Jaman dahulu kala mama sering ngebeliin buku “Ba’da Isya” yang ditulis oleh Sofiah Mashuri. Isinya mengenai kisah-kisah muslim jaman dulu yang dikemas pendek-pendek dengan gambar yang banyak. Hingga hari ini, ada satu kisah yang masih aku ingat. Mengenai seseorang yang masuk neraka karena lalat.

Ceritanya ada 2 orang yang bernama fulan dan fulin (namanya ngarang). Mereka hendak melewati suatu pedesaan. Sesampainya di pedesaan itu, kepala desa dan kerabatnya mencegat mereka,
“Kalo mau lewat, harus ngasih sesajen dulu ke berhala kami!” Katanya layaknya preman-preman jaman sekarang yang kalo lewat harus ngasih duit. Tapi bedanya preman mah buat dirinya, tapi orang di pedesaan itu buat tuhannya.

Mereka bingung karena ga punya duit dan ga punya apa-apa. Akhirnya orang desa berkata,
“Mau nyembelih lalat doang juga gapapa”
Fulan dan fulin berpandangan. Fulan segera menyembelih seekor lalat dan akhirnya fulan bisa lewat desa itu. Tetapi si fulin meskipun “cuman” lalat, tetapi dia sama sekali ga mau nyembelih lalat buat berhala mereka. Karena ia tidak mau mempersembahkan sesuatu untuk tuhan orang lain, dan fyi fulan dan fulin adalah orang Islam.

“Karena seekor lalat saja, seseorang bisa masuk neraka (fulan) dan yang lainnya bisa masuk surga (fulin)”, begitu kata Rasul mengakhiri cerita ini dihadapan para sahabatnya.


Begitulah dua kisah mengenai: bahwa seorang muslim harus berhati-hati dalam setiap langkahnya. Terlalu selo dan terlalu bodoamat adalah hal yang harus dihindari. Tutup kuping atas pernyataan bahwa kita terlalu strict atau kaku atau apapun, karena, memang muslim harus berhati-hati.

Dari aku, yang juga belum maksimal dalam kehati-hatian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s