27 Ramadhan

Pagi setelah 27 Ramadhan Bandung bersuhu 18,9 derajat celcius. Setidaknya itu yang kulihat dari layar bus kota pada pukul 06.45 WIB. Cuaca cukup cerah dan udara begitu segar, entah karena aku sudah lama tidak menghirup udara pagi diluar rumah atau memang secerah ini. Hari Sabtu di bulan Ramadhan cukup sepi, barangkali karena malamnya banyak yang beritikaf sehingga sekarang waktunya mereka beristirahat. Sepi ini menyenangkan, apalagi ditambah suasana yang damai dan hanya ditemani dengan suara hewan-hewan seperti kicauan burung, bahkan anjing milik tetangga tak henti-hentinya menggonggong pelan–padahal biasanya kalau aku lewat ia akan mengejar dari balik gerbang seperti mau menerkam.

Bus kota bandung mengalami perubahan. Kalau dipikir-pikir, sepertinya semua bus kota telah berubah, karena rasanya tidak pernah lagi aku lihat bus kota yang biasanya. Mungkin ini hal yang baru aku sadari, padahal memang bus sudah berganti sejak bulan-bulan lalu.

Bus kota dengan tampilan baru ini lebih ramping dan terlihat rapi. Tidak ada lagi bus kota non-ac yang miring-miring karena kepenuhan penumpang. Interiornya jauh lebih baik dengan peringatan prioritas tempat duduk, peringatan pemberhentian, dan poster-poster keselamatan, bahkan ada buku doa dalam perjalanan. Kondekturpun sangat memperhatikan prioritas siapa yang harus dapet tempat duduk. Orang tua, ibu hamil, ibu yang menggendong anak, dan penyandang cacat.

Menurutku ini hal yang baik sekali mengingat kepekaan orang indonesia yang minim dalam hal “duduk di bus kota”. Ini aku katakan karena memang setiap naik bus kota rasanya jaraaaaaaaaaaaaaaaaang sekali ada anak muda yang mempersilakan orang tua/ibu hamil/ ibu bawa anak untuk duduk ditempatnya (a nya banyak karena memang sejarang itu). Sehingga memang harus diingatkan kondektur.

Pernah beberapa kali aku menemukan orng yang peka. 1. Dia adalah temanku dan 2. Seorang bapak-bapak. Lalu aku? Yah biasanya aku selalu dapet berdiri mulu hwhwhw. Seperti tadi, ada anak kecil yang berdiri, eh pada ga mau geser padahal jelas-jelas cukup. Yaelah segapeka itu padahal udah diingetin kondektur. Semoga lama-lama para pengguna bus kota memiliki kepekaan dengan sendirinya dan ga perlu dikasih tau kondektur dulu dikemudian hari.

Yah itulah beberapa hal positif dari bus kota baru di bandung, tetapi sayangnya model bangkunya seperti trans metro bandung. Sehingga, kalau bus kota sebelum ini kita akan “dapet tempat duduk, tapi kalo ga beruntung akan berdiri” sementara bus kota yang baru ini “akan berdiri, tapi kalo beruntung maka bisa duduk”

Sekian komentar dari saya mengenai bus kota bandung. Sebenarnya mau ditulis kemaren2 tapinya males. hehe.

Semoga ramadhan ini amalannya berkah dan ga terputus hingga bulan-bulan lainnya, dan yang itikaf semoga mendapat lailatulqodar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s