J-1: As Beauty As An Angel

Satu jam lagi Ramadhan akan meninggalkan kita, maka satu jam terakhir ini aku ingin menulis sesuatu.

Ada sebuah ayat yang menarik untuk dicermati, bahwa makhluk sekelas malaikat pernah “iri” terhadap manusia.

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS 2:30)

Saat itu manusia diciptakan, lalu Allah mengumumkan bahwa manusia memegang jabatan: Khalifah di muka bumi (wakil Allah). Seketika malaikat bertanya-tanya: Kenapa manusia? Padahal kami (malaikat) adalah hamba Allah yang tidak akan berbuat kerusakan, dan akan selalu taat? Kenapa musti manusia yang merupakan makhluk yang dapat menumpahkan darah?” Memang, dulu sempat terpatri dipikiran bahwa jadi malaikat itu enak ya, sepertinya sih cantik, taat, dan hidupnya ga ada godaan. Justru itulah, adanya godaan dan hawa nafsu itu yang membuat manusia jadi lebih hebat kalau bisa taat.

Rupanya bukan hanya malaikat, iblispun menolak kenyataan ini dengan tidak mau bersujud pada manusia saat Allah memerintahkan seluruh makhluk bersujud (aku pernah nulis ini deh tp biar aja ya). Sujud disini bukan berarti menghambakan diri, tetapi bentuk makhluk lain “siap” membantu manusia dalam menjalani tugas kekhalifahannya.

Kadang aku juga suka mikir, kerjaan malaikat itu beberapa diantaranya ngurusin manusia, sisanya wallahu alam. Ingat-ingat saja lagu “sepuluh malaikat yang wajib diketahui” yang kita hapalin waktu PG/TK. Tugas-tugasnya malaikat yaitu menurunkan rizki untuk manusia, mencatat amal baik/buruk manusia, mencabut nyawa, bertanya pada manusia di alam kubur, dll. Kebayang ga sih jadi malaikat rokib/atid tiap hari nempel terus sama kita dan jeli atas segala perbuatan kita dan ditulisin satu-satu. Terdengar membosankan dan cukup waw tapi toh mereka memang malaikat; makhluk yang akan selalu taat.

Manusia sebagai “anak baru” inipun Allah tunjuk sebagai wakil Allah dimuka bumi, bukan malaikat (makhluk yang sangat taat dan tidak memiliki nafsu) juga bukan iblis (makhluk taat yang sudah beribadah lebih lama dan diciptakan jauh lebih dulu dari manusia). Haruskah idung kita ngapung karena kita menempati jabatan yang dipertanyakan dua makhluk sehebat iblis dan malaikat?

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (QS 17:70)

Kalau diibaratkan dengan teknologi, maka kita adalah gadget paling banyak fiturnya sehingga sanggup jika diberi beban yang lebih. Kenapa? Karena manusia memiliki potensi yang bisa mendukung tugas kita. Dan potensi itu tidak dimiliki makhluk-makhluk lainnya. Seperti halnya juga teknologi, jika aku adalah sebuah hp smartphone tetapi aku tidak mengenal “diriku sendiri” bisa jadi aku hanya memaksimalkan fitur fitur yang aku tahu saja: sms dan telepon. Padahal kalau aku mau belajar, maka aku akan tahu si pembuat “diriku” pengennya aku jadi apa, dan fitur-fitur apa saja yang bisa menghantarkan aku ke tujuan tersebut.

Pun manusia, kita harus mengenal diri kita sehingga kita akan tahu, apa yang Allah inginkan saat Dia menciptakan kita? Diri kita yang super rumit ini (bayangkanlah saat kamu belajar biologi, sel2, darah, saraf2, atau psikologi, atau kegalauan2 dan overthinking yang kamu miliki) akan sangat “mubazir” kalau Allah menciptakan kita yang rumit ini hanya untuk hepi-hepi terus.

Kalau kamu adalah peracik obat-obatan, pembuat robot, atau pembuat-pembuat lainnya, barangkali ga mungkin bikin sesuatu hal yang hebat dan rumit tapi cuman buat: biarkanlah mereka hidup dan menikmatinya. Tanpa ada suatu “tujuan” khusus. Belum lagi tumbuhan (yang buahnya kita makan dan sayurnya sangat sehat), hewan (yang dagingnya berprotein), langit (yang siang dan malam memiliki porsi seimbang), dan tanda-tanda kekuasaanNya yang lainnya yang kalo dipikir-pikir itu semua “buat kita”.

Udah mah manusia itu sendiri merupakan penciptaan yang hebat, lalu makhluk-makhluk lain juga diciptakan untuk mendukung kehidupan kita. Masihkah kita berpikir bahwa hidup kita harus sesederhana yang dijalankan sekarang ini? (seharusnya bukan kita, tetapi aku)

Tujuannya itu apa? Barangkali telah disebutkan di paling atas: menjadi khalifah dimuka bumi. Yang menjalankan hidup sesuai aturanNya, meng-uswatunhasanah-kan Rasulullah Muhammad SAW, dan menjadikan Allah sebagai Rabb, Malik, dan Illah-nya.

Sekian dulu tulisan dimalam takbiran ini, tulisan ini ditulis pukul 05 sore tapi berhenti karena harus mengerjakan sesuatu hal (yah biasalah kerempongan lebaran) sehingga baru dilanjut malam ini. Semoga jadi pengingat khususnya buat diri sendiri dan umumnya buat yang baca.

Habis mudik, kalau sempat akan dilanjutkan, dan semoga kita bertemu Ramadhan selanjutnya! 🙂

Taqobalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Maafkan aku ya……..

20160705-075840 PM.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s