Best thing I have

Sudah 2 tahun lebih menjalankan ritual mengantar Ghina pulang ke bandara, tapi ini tetap jadi momen menyesakkan. Awalnya aku kira hubungan antar kami kami bersaudara yang rempong dan banyak berantem ini biasa aja, sampai akhirnya aku ngerasa kosong tiap dadah dadah sama ena di bandara, sampai akhirnya aku ikutan sedih dan kesel tiap si iya cerita sambil nangis, sampai akhirnya aku rela ikutan maen barbie dan meluangkan banyak waktu untuk main ala anak kecil demi bikin naira seneng. Sampai akhirnya aku lebih sering menangis karena membaca doa orang tua dibandingkan nangis karena TA (apa bgt perbandingannya teh)

Sampai akhirnya juga aku sadar, sebanyak apapun kecewa atau kekurangan, itu semua ga akan ngaruh terhadap perasaan ini terhadap mereka. Karena pulang tetaplah keluarga.

Baru kali ini aku memiliki perasaan yang ga pernah padam meski badai ujan panas salju melanda. Semoga kita bisa saling menyelamatkan kelak, didunia ataupun diakhirat. Sedih ih wkwkkw

20160725-120526 AM.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s