Tujuh juli.

10 tahun lalu aku memberikan ayah sebuah kado ulang tahun berbungkus kado merah. Sebuah buku berjudul: Dilarang Merokok! Bukunya sekecil bungkus rokok juga setebal bungkus rokok. “Ayah harus baca yah!” Kataku saat itu. Ayah hanya ketawa dan mengiyakan lalu mengambil buku kecil tersebut.

Hari ini aku memiliki perspektif lain terhadap ayah dan rokoknya yang membuatku tidak pernah membenci perokok. Bukan berarti aku suka, bahkan jika ayah berhenti merokok aku akan sangat senang!

Rokok ayah dimataku adalah gambaran perjuangan ayah. Sejak kehidupan ayah waktu muda yang tidak mudah, lalu menikahi mama dan menghidupi kami yang semuanya sama sekali tidak semudah apa yang kutulis.

Terkadang saat aku beresin meja ayah dan menemukan puntung rokok yang bertumpuk, yang kubayangkan adalah bagaimana ayah sering begadang, membaca buku-buku berbahasa segala macam. Terkadang membaca tafsir, terkadang mekanika, terkadang mengonsep ngonsep sesuatu dilaptopnya. Dan ayah melewati itu semua dengan rokoknya.

Entahlah, ga bisa berkata banyak, aku benci rokok ayah karena membuatku sedih, bahwa dengan melihatnya aku jadi melihat segala perasaan dan kesulitan ayah demi membahagiakan kami! Selamat ulang tahun ayah! Xoxo!

–Draft 7 Juli 2016, 11.13AM

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s