Bayangan

Ini sudah hari ketujuh bagiku menempati kantor ini yang jam kerjanya hingga pukul 04 sore. Namun karena kondisi kota yang macet, aku lebih memilih pulang setelah maghrib agar lalu lintas sudah tidak begitu padat. Kalau kau tanya apa yang aku lakukan hingga magrib, aku biasa membaca buku-buku atau sekedar browsing, dan jika ada yang lembur, sesekali aku mengobrol dengan mereka.

Sudah tiga hari terakhir ini aku mengalami keanehan setiap pulang kantor. Tiga hari lalu, saat aku berjalan di basement, aku melihat sebuah bayangan mengikutiku. Itu adalah hari-hari dimana banyak orang menulis kisah mengenai kejahatan yang mengenai dirinya di medsos dan di share di grup-grup. Lokasinya pun kebanyakan berada di dekat kantor. Apakah aneh kalau aku merasa takut? Salah satu dari mereka mengatakan “Hati hati kalau berada di….kemarin saya diikuti oleh seorang lelaki……..untung saya pernah belajar beladiri sehingga saya berhasil kabur……..” Itu kata salah satu broadcast yang pernah kudapat. Aku yang sadar diri tidak bisa bela diri atau membawa alat untuk melindungi diri, segera melepas heels yang kupakai dan berlari sekencang mungkin kearah mobil dan dengan terburu-buru aku segera menyalakan mesin. Tidak mau tahu siapa pemilik bayangan itu.

Hari selanjutnya, aku sudah hampir lupa mengenai kejadian itu. Sampai ketika aku mulai memasuki basement–kali ini basement sebuah mall karena aku habis menonton sebuah film horor (dan sendirian!), lagi-lagi aku melihat bayangan itu lagi. Dua bayangan, satu milikku dan satunya entah siapa. Dengan memberanikan diri, akupun melihat kanan-kiri-depan-belakang sambil berjalan cepat. Sial, nihil. Lalu kulihat lagi bayangannya, masih ada! Film horor yang habis kutonton membayangi diriku, lalu aku segera berlari. Bayangan itupun lari! Tapi sosoknya tidak ada! Rupanya yang mengejarku sejak kemarin bukan penjahat, tetapi makhluk lain!

Akhirnya aku melewati hari itu dengan selamat lagi, tetapi berbeda dengan hari esoknya.

Sepulang kantor, aku menunggu seorang teman yang akan pulang bersamaku. Ya, aku mulai tidak berani berjalan di basement sendirian. Tetapi sesampainya dibasement, ia meninggalkanku sendirian diluar toilet–tentu karena ia sedang buang hajat. Kebelet, katanya. Kau tahu apa yang selanjutnya terjadi? Aku terkesiap setelah melihat dua bayangan lagi seperti kemarin, satu milikku dan satunya entah siapa.

Karena aku sadar temanku berada didekatku (meskipun itu didalam toilet), aku berusaha menenangkan diri. Setidaknya kalau terjadi apa-apa, ia bisa menolongku. Aku diam. Ia diam. Aku berjalan dua langkah. Ia juga. Aku berjalan mundur, dia juga mundur! Aku menggerakkan tangan kanan, ia juga menggerakan tangan kanannya! Tidak mungkin. Aku lalu menoleh ke kanan kiri, bayangan itupun melakukan hal sama.

Kemudian aku bernafas lega. Rupanya aku dihantui oleh diriku sendiri! Terkadang memang kita memiliki beberapa bayangan–bergantung bagaimana pencahayaan diruangan itu. Aku ingin minta maaf pada penjahat dan makhluk halus yang menjadi kambing hitam atas ketakutan dalam diriku tiga hari ini, lalu aku berjalan pulang dan lupa meninggalkan temanku yang sedang asyik berdiam diri.


Terkadang kita terlalu takut akan hal-hal disekeliling kita dan selalu menyalahkan keadaan atas kesialan yang menimpa. Padahal kalau mau berfikir lebih jujur, barangkali yang kita takutkan sebenarnya hanya muncul dari dalam diri saja. Mereka tidak pernah berusaha membuat kita gagal. Tapi bayangan kitalah.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s