Independent

Orang-orang sepertinya membenci dua hal: bertanya atau merasakan; karena menarik kesimpulan selalu jauh lebih mudah dan menyenangkan, bisa sesuka hati memainkan imajinasi.

Lagi-lagi ini alasan yang membuat kita ga layak hidup buat memuaskan keinginan manusia doang. Karena kalo gitu kita akan terus merasa jadi pecundang. Ga pernah ada standar, disebabkan keinginan dan hawa nafsu akan permintaan yang terus bertambah.

Semoga penyakit-penyakit hati diampuni

IMG_6627

 

Sakit

Kata orang bijak, cinta itu seperti satu tubuh. Jika kaki kita terluka, maka dengan segera otak berfikir cepat apa yang harus dilakukan, mata mencari betadine, tangan menggapainya dan mengobati lukanya, wajah menyeringai, hati sedikit kecewa, dan seluruh bagian tubuh akan bergerak guna menutupi luka ini. Tidak ada satu selpun yang diam ditempat tidak peduli apa yang terjadi di kaki.

Tetapi kalau ada seseorang atau sesuatu yang kau akui kau mencintai itu, sedang sakit, tetapi kamu tidak ikut merasa sakit dan bergerak menutupi luka, mungkin sebenarnya kamu sedang berbohong.

Kalau kamu bilang itu nggak penting untuk diusahakan karena sudah ada bagian tubuh lain yang mengerjakannya, mungkin sebenarnya kamu belum menjadi bagian dari dirinya.

Terlalu bohong bilang semuanya sudah ada di hati dan tidak perlu usaha. Karena siapa yang bisa baca–apa itu namanya–hati?

 

Anomali

Jika suhu Samudra India dan Pasifik hari ini sedang anomali, maka aku juga.

Aku selalu menulis mengenai apapun seperti apa-apa yang ada dalam kepalaku, imajinasi, hal-hal yang aku tidak ada didalamnya, bahkan mengenai kamu atau orang-orang itu.

Tetapi beberapa kondisi perasaan yang maksimal membuat aku menjadi sangat bisu. Sedih yang sangat, senang yang luar biasa, atau rasa-rasa lain yang sedang dalam puncaknya. Aku sangat ingin menghasilkan sesuatu agar tidurku nyenyak kembali, dan agar semua rasa-rasa itu normal kembali.

Aku iri pada orang yang bisa menghasilkan buku saat jatuh cinta atau prosa-prosa menyentuh hati saat patah hati. Aku tidak pernah bisa. Semoga saja belum.

Tulisan ini pun bahkan sangat berantakan.

20160811-025452-PM.jpg

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ

Ghazwul fikri sudah bukan bahasan aneh lagi. Rasul menyatakan umat Islam setelah sepeninggalnya ialah muslim yang hebat, karena mereka menghadapi fitnah akhir zaman yang sedang dahsyat-dahsyatnya dan perang yang tak kasat mata. Fitnah dajjal di akhir zaman bukan sekedar dongeng karena bahkan dalam tiap akhir sholat kita, kita senantiasa melantunkan doa ini sebelum salam,

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka, siksa kubur, fitnah kehidupan dan mati, dan dari kejahatan fitnah Dajjal.”

Jelas semuanya terlihat make-sense. Benar salah dipelintir, pemahaman dan ideologi dicampur aduk. “islam” sendiri mudah terpecah belah. Padahal mana ada Islam moderat atau pertengahan karena pilihan jalan hidup hanya selalu ada dua, futur dan taqwa.
.
Oh wel mari turunkan flow
Setelah kemarin ikut sebuah acara DT yang membahas mengenai dajjal, maka dalam kepalaku muncul film-film marvel yang mana aku berkata, wow ternyata perang hebat antar dua kubu itu emang nyata. Dajal hidup selamanya dan berambisi untuk menguasai dunia agar dunia mengakui ia adalah tuhan, juga memiliki kecanggihan dan kecerdasan yang berbeda dengan manusia biasa. Dajjal adalah saudara azazil iblis yang memiliki julukan Sam karena ia bernama Samiri yang lahir 100 tahun sebelum nabi Musa dan memiliki keistimewaan untuk hidup hingga akhir zaman.
.
Dari catetan yang aku tulis berdasarkan hadist, fitnah dajjal itu bersifat seperti ini:
1. Sumber utama setiap petaka di akhir zaman
2. Meliputi semua aspek kehidupan manusia
3. Menyangkut ketauhidan
Sebenarnya aku mau nulis “dugaan kuat” seseorang dibalik sosok dajjal yang ternyata ia merupakan Samiri yang menghasut ribuan pengikut nabi Musa. Juga ternyata ia adalah Yudas Iskariot yang saat itu matanya pecak sebelah karena terkena pedang Herodus saat disalib. Ia kemudian berlengan buntung karena diamputasi oleh Barnabas setelah disalib. Ia menjadi sosok “Jack Sparrow” yang hidup mengembara dan berbekal hasil membajak kapal, menutup mata kanan dengan kain hitam dan tangan kosongnya diganti senjata. Tapi cerita ini kepanjangan jadi nanti dulu.
.
Semua rasanya seperti film, tapi barangkali imajinasi mereka terinspirasi dari setiap hadist dan penjelasan mengenai dajjal. Barangkali.
Sewaktu jaman nabi Musa, dajjal memiliki 40 pengikut, tetapi kini diduga sudah ribuan. Maka ga aneh saat fitnah dajjal di akhir zaman sudah sekejam ini, karena ia sudah hidup sejak lama dan melewati berbagai fase kehidupan manusia, mengumpulkan tentaranya.
.
Wallahualam bish-shawab.
Apapun yang terjadi, jelas terlihat musuh Allah sudah di depan mata. Bukan hanya pengetahuan yang bisa menyelamatkan diri, tetapi juga amalan keyakinan dan kebersamaan dengan sesama muslim. Akhir zaman sudah bukan bohong, semua pertanda perlahan sudah muncul.
.
Apapun yang terjadi, semoga Allah selalu menghindarkan kita dari fitnah dajjal yang sudah menggerogoti setiap aspek kehidupan ini. Saat semua benar salah tidak jelas, maka yang jelas benar hanya Qur’an. Maka ya Allah, jadikanlah kami dan keturunan kami memiliki Qur’an dalam hati dan dalam kehidupan kami sehingga terhindar dari segala fitnah, seberapa kuatnyapun itu.
.
Terakhir fitnah dajjal bersifat seperti ini,
Dalam shahih Al-Bukhari dan Muslim, dari Hudzaifah, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, “Ia akan membawa air dan api, namun apinya itu adalah air dingin, dan airnya itu adalah api yang berkobar-kobar. Maka janganlah hal itu menghancurkan kalian”.
Ia menyodorkan air yang terlihat menyenangkan, padahal kenyataannya itu adalah api yang mematikan.
dscn4985

Doctors – Review

Dengan segenap kekuatan dan menyadari efek negatifnya, aku yang cukup picky dalam nonton serial nyoba nonton drama korea hasil ngopi dari hardisnya gina, yaitu Doctors yang mana episod terakhirnya baru berakhir Agustus 2016 ini. Hal ini disebabkan serial ini emang cocok banget buat anak kedokteran meski aku mah bukan. Tiap adegan penyakit pasti dijelasin rinci segala apanya (apa ya).

Pemeran-pemerannya ialah Kim Rae Won (Hong Ji Hong), Park Shin Hye (Yoo Hye Jung), Yoon Kyun Sang (Jung Yoon Do), Lee Sung Kyung (Jin Seo Woo) yang mana bahkan sampe hari ini aku ga pernah apal nama mereka.

Disini tiap ada operasi ditunjukkin dong gimana ngebuka kepala, gimana kalo darahnya muncrat, dan berbagai ketegangan lainnya karena ceritanya si pemeran utama adalah dokter bedah syaraf atau neurosurgeon. Yang katanya, mereka harus super teliti karena emang harus gitu.

Udah gitu ini juga pas buat calon2 dokter karena diceritain dokter itu harusnya gimana. Gimana ngadepin pasien, gimana ngadepin sistem rumah sakit, dan seterusnya. Intinyamah semangatlah buat para dokter, hehehe.

Meskipun biasalaya suka banyak konflik dan drama, tapi the best nya adalah pemeran utama pria nya ga gampang kebawa drama karena orangnya dewasa dan bijaksana juga pengertian. Filmnya juga realistis dan ga ada plot plot drama bikin pusing. Udah gitu pemeran utama wanitanya juga cukup keren dengan latar belakang keluarga dan kasih sayang yang kurang justru membuat dia menjadi dokter hebat dari kekuatan “kebencian” akan masa lalunya itu.

Secara keseluruhan, mengenai kisah cintanya mah ga akan bikin kita capek dalam menontonnya karena mereka menjalankan hubungan dengan cukup logis dan dewasa, kalo ada masalahpun itu hal yang cukup “worth it” buat jadi masalah. Mereka ga gampang kejebak masalah yang cetek-cetek remaja gitu (wkwk kzl) karena emang di filmnya usia mereka udah 30 keatas. Juga si pemeran antagonisnya ga evil-evil banget kaya film lain. Kita juga jadi ngerti dikit mengenai dunia dokter.

Hikmah yang dapat diambil kalau kamu nanya, adalah semakin orang meremehkan kita jadikanlah itu sebagai kekuatan untuk mencapai keberhasilan kita. Lalu jika kita mau mencari jodoh yang sesuai, jadilah dulu diri yang nyaman buat diri sendiri. Dah gitu doang

Ini adalah review pertama di blog ini, nanti kedepannya bakal sering nulis ginian aja ah.

korean-drama-doctors-episode-10

The cells that make up a human constantly maintain a state of instability.
Being alive is unstable.

Hong Ji Hong

La Nina Sepanjang Waktu

tumblr_mx4s1x0xd11szol4po1_500

Disebuah taman bacaan,
Kabarmu datang bersama La Nina
Hujan rintik pagi juga datang bersamanya
Lalu berlanjut hujan deras disiang
Hingga badai pada petang
Menjadi alasan saling menguak
Kedalaman tiap diri

Kau adalah pawang hujan
Tetapi hari itu selalu mengatakan,
Kita tidak boleh pulang
Karena hujan tidak akan berhenti
Hingga Februari

Akhirnya kutahu alasannya, bahwa
Februari kau akan menghilang
Bersama dengan La Nina

Kalau begitu, wahai pawang hujan
beri aku La Nina sepanjang waktu
Agar kubisa membaca pikiranmu
Sedalam-dalamnya

Tetapi aku malah berkata:
Hentikan La Nina saat ini juga
Kan kubayar sebesar-besarnya

Karena aku ingin pulang

 

Aku lalu menjadi munafik

Topik Mainstream

Dalam beberapa hari ini aku menghindari buka facebook dan timeline line (padahal emang ga pernah liat timeline) karena pas buka aku takut sakit hati dan takut sarkas sarkas sendiri dalam hati akibat apa hayoh pasti tau………………ya betul, kejadian 4/11 kemarin di jakarta. Pokonya cape banget aja.

Pada mulanya aku menulis di Harga-harga Murah mengenai sedikit pemikiran aku yang kurang setuju dengan unjuk rasa tersebut. Dulu disitu tertulis bahwa takutnya emang ada pihak-pihak yang memakai agama untuk kepentingan politiknya. Takutnya juga sebersih apapun niat mereka tapi ada yang akan menunggangi mereka dan takutnya lagi nama Islam justru malah tercoreng karena anarkis dan sebagainya. Udah gitu aku juga berpendapat kalau jangan-jangan saingannya ahok emang make ayat buat provokasi demi kepentingan dia–kan ga banget. Selain itu juga pertimbangan lain kaya ih watir si ahok dan siapa yang salah itu aku rasa adalah si pemotong dan pengedit video. Tapi mohon maap bahwa tulisan tersebut udah diubah sejam setelah dipos karena takut salah hehe. Atau karena aku plegmatis bingit. Oiya kenapa judulnya “harga murah” adalah bermaksud jangan sampe make ayat Allah untuk kepentingan duniawi  (kaya kekuasaan) karena nilai dan harga ayat Allah itu ga semurah itu (di QS 2:41).

Terimakasih kepada segala pihak karena kejadian kemaren membuat aku merenung terlalu dalam dan mencoba liat sisi lain (mungkin ga penting, tapi bagi aku mah penting), karena disatu sisi aku ngerasa “apakah aku yang penuh dosa sehingga memiliki prasangka yang berbeda dengan orang pada umumnya apa gimana ya” akhirnya sambil pasrah aku baca surat An-Nashr. Entah kenapa tiap liat ayat itu jadi inget film mengenai futuh mekkah waktu zaman rasul. Kalo diceritain dan baca mah meren biasa aja, tapi kalo nonton terharu banget sangat 😦 Karena itu kisah waktu Islam menang di Makkah. Pengeeeeen bangeeeeeeet ikutan rasanya, tapi sayang masih di alam ruh.

Kadang aku mah bingung banyak orang pinter yang ngatain orang beragama itu bego dan naif, tapi sesungguh-sungguhnya sepanjang 22 hampir 23 taun ini, ga ada kenikmatan yang lebih membahagiakan daripada nangis saat baca ayat Allah. Mau sekecewa sesedih atau seseneng apapun akan takdir, tapi tetep aja air mata karena Allah itu ujung-ujungnya selalu bikin bahagia dan lega. Beda kalau ke makhluk, mau nangis karena seneng-sedih ujung-ujungnya tetep kecewa dan bikin tambah baper. Kalo kata orang “pinter” mungkin ini alasan dangkal, tapi aku merasa sangat puas akan hal seperti itu dibanding lainnya, ga peduli orang bilang apa.

Oke kembali lagi.

Malam itu akhirnya aku sedih dengan pemikiran diri sendiri yang kayaknya nggak suka dengan pihak yang demo. Prasangka banyak banget takut ditunggangi perpolitikan dan sebagainya. Tapi kayaknya aku bodoh dalam kaya gituan dan lebih milih kedamaian hati nurani jadi akhirnya aku minta maaf sama Allah akan prasangka-prasangka sama sesama muslim. Aku cuman bisa ngomen dan nulis-nulis beginian, mereka udah mau rela turun jauh-jauh (terlepas kalau orang bilang itu ada motif lain, aku mencoba lepas dari segala prasangka).

Kenapa mesti dipikirin? Karena buat kedamaian hati diri sendiri aja dan bertanya-tanya aku salah apa engga. Mau mikirin si jokowinya ngerespon apa engga, bakal rusuh apa engga, itu orang dateng karena disuap apa engga, terserah masing-masing da aku ga ikut dan ga terlibat. Mau orang mikir macem-macem ya itu wajar karena tiap orang punya kebenaran sendiri berdasarkan pemikirannya. (plegmatis banget ga).

Mungkin ini panjang soalnya baper banget hehehehe.

Semakin nambah usia relasi akan bertambah dan keragaman pemikiran orang juga semakin kaya. Disitulah kadang aku ga sanggup kalau Islam jadi bahan omongan yang kadang fitnah–terutama kalo liat di fesbuk. Rasanya aku pengen super penyendiri dan nutup telinga. Seolah inituh pasti anarkis, pokoknya ya kesalahan-kesalahan dimuncul-munculin dan pastinya bertolak belakang dengan ajaran agama Islam. Padahal bisa jadi berita itu di adu domba media, atau komen-komen orang yang sekuler. Udah wajar dari jaman nabi Adam kalau Islam jadi bahan cibiran bagi yang ga meyakininya.

Meski Islam jadi bahan omongan yang kadang miring akibat media dan para provokator, tapi rasanya kita juga harus pertanyakan iman dikala Islam kena fitnah tapi kita malah selow-selow aja. Seperti saat si X adalah orang yang sangat kamu sayangi (misalnya anggota keluarga) . Tapi dia suka dijahatin orang. Tentunya kamu akan ikut kesel ga sih. Ga mungkin bakal diem aja dan bersikap bodo amat. Itulah yang aku takutkan saat aku ngerasa ga tersinggung akan hal-hal berbau Islam. Jangan-jangan aku kurang memiliki Islam dalam hati. Jangan-jangan cuma ngaku-ngaku. Jangan-jangan di mata Allah mah aku teh kurang banget. Disitulah aku pengen seperti awkarin mengatakan kalian semua suci aku penuh dosa.

Para provokator emang paling ga kuat banget bikin sakit hati. Mau sepositif apapun aksi kemaren akan selalu disorot yang negatifnya sesedikit apapun. Bisa yah. Ada yang bilang ini ulah HTI, helow yang dateng juga ga mengatasnamakan organisasi tertentu dan dari semua kalangan dateng. Gila emang ga ngerti lagi sama komen di medsos dan berita, kadang aneh dan ga logis. Serius baper banget jadi nulisnya seperti ini 😦

Menurutku aksi ini juga tentu ada positifnya bagi mereka yang dateng. Pasti merinding ga sih ngeliat orang sebanyak itu mau turun dan ga ada anarkis (eh terserah pemahaman kamu deng ada ato engga) dan atas satu alasan yang sama: Al-Qur’an. Sekali lagi terlepas segala prasangka, aku mah ngeliat dari hp aja udah merinding, kebayang kalo dateng kayaknya pengen nangis melihat bahwa Islam di Indonesia itu sekeren ini mau cape-cape dituduh macem-macem sama orang, panas-panasan, jauh-jauh dari berbagai kota bukan karena urusan perut atau duniawi. Subhanallah. Dipihak lain tentu ada berbagai pihak yang juga menyelam sambil minum air tapi yaudah lah. Kalo ini adalah skenario, kayaknya hebat banget. Kalo ini sekedar karena kepentingan dan politik, rasanya kurang ricuh. Kalau karena dibayar, yang nyuruh pasti kaya banget. Kalau karena sebungkus nasi, atuhlah masih kepikiran? :”)

Maksud dari kepanjang-panjang curhatan ini adalah, aksi kemarin pasti menimbulkan pro-kontra dan aku (pernah) masuk pada keduanya. Tapi yang paling penting, ini jadi pelajaran bagi ummat Islam akan berbagai hal. Salah satunya yang udah aku tulis. Bye. Maaf kalau menurutmu ini salah. Aku mah ga ngerti. Tapi aku selalu cinta Islam dan berharap sangat Allah akan menyimpan kecintaan itu dalam hati hingga aku mati.

-Dear shofia dimasa depan, tulisan ini tidak perlu diapus sepertinya ya

20161103-091514-PM.jpg