Ways to achieve your ideal IELTS score

Tulisan ini ditulis akibat pernah nazar kalo nilai ielts nya cukup aku akan menulis gimana cara belajarnya, karena hasilnya sesuai keinginan maka akhirnya ku akan menunaikan tulisan ini. Meskipun yha banyak juga sih blog-blog lain yang lebih detil, tapi ini dari caraku sendiri semoga ada yang cocoq.

overview
IELTS itu sesungguhnya ga ‘bahasa inggris amat’ kayak TOEFL. Karena mungkin namanya juga buat akademisi, jadi lebih ke pola pikir dan berasa ada hawa-hawa TA nya. Gimana mengkorelasikan A dan B, gimana cara menyimpulkan data, dan seterusnya. Sehingga jelas logika dan wawasan jadi penting. Selain wawasan, kita juga harus terbiasa mem-paraphrase vocab. Contohnya: increase=escalate=rose=elevate. Berguna buat speaking dan writing. Poin plusnya IELTS ialah logis jadi ga mesti ngapalin, dan kertasnya bisa di corat-coret. hehe.

preparation
Saat itu, aku menghitung-hitung biaya les sampai tes, sehingga dulu menyimpulkan bakal belajar sendiri sambil sekalian ngerjain tugas akhir–meski akhirnya mah malah les. Caranya ialah,
1. Punya buku catetan sendiri (bukunya yang lucu sehingga jadi semangat)
2. Buka ielts.org lalu catet hal-hal penting dan download segala yang bisa di download
3. Download video-video IELTS di youtube, biasanya yang IELTS Liz atau Emma dan  Passport to English.
4. Setelah di download jangan lupa ditonton dan di catet yang pentingnya
5. Setelah ada sedikit gambaran, aku ikut kelas online free edx.org sama futurelearn.com. Mayan jadi punya brief overview mengenai ielts.
6. Mencari buku latihannya yakni cambridge yang sampe hari ini mereka udah ngeluarin sampe 11 buku. Tapi aku mah cuma punya 9 softcopy pula. Kalo mo minta juga sila saja.
7. Memfamiliarkan kuping dengan postcad bbc. Tambahlah mp3 di hp mu dengan podcast tersebut. Kalau aku milih podcast nya yang 6 menitan aja dan topik yang simple.

note: persiapan ini dilakukan saat lagi sibuk ngerjain hal lain (contoh: tugas akhir dan kuliah) jadi kerasanya belajarnya semacam “escape” dari TA. Karena kalo difokusin pas waktu kosong malah males:( Dilakukan tiap hari tapi paling cuman 15-30 menit aja.

belajar sendiri apa les?
Kenyataannya, meskipun udah belajar sendiri, tapi rasanya selalu masih ga percaya diri. Banyak orang berkata les IELTS itu ga penting karena di internet banyak sumbernya, tapi menurut orang berkapasitas seperti aku dengan tingkat ga pede warbiyasa, aku merasa les itu penting. Belum lagi akhirnya aku tahu beberapa sumber di internet ada yang salah dan butuh seseorang untuk mengkoreksi writing kita. Udah gitu kita jadi tau trik-trik kecil tapi penting semacem: nulis jawabannya semuanya CAPSLOCK, lalu gimana ngebubuhin dash(-), bagaimana plural (s) penting banget, dan segala hal kecil lainnya.

les dimana?
Aku mendaftar beberapa tempat les ielts seperti BLCI dan EEP karena dulu daftar pas masih TA biar deket kampus. Untungnya udah berminggu2 mereka ga manggil2 karena kelasnya belom buka, akhirnya aku keburu lulus dan kemudian daftar ke IEDUC. Hal ini karena setelah bertanya-tanya orang, katanya sih yang bagus itu IEDUC, yauda aku pun kesana. Mereka lebih menyesuaikan materi dengan siswanya. Alhamdulillah aku sekelas dengan para dokter yang tentunya mereka butuh skor lebih tinggi dari teknik dan sains. Jadi mayan semangat dan dipush. Kelas kami kekurangannya ada pada Speaking dan Writing (kayaknya umumnya gitu) jadi para teacher memaksimalkan dalam 2 hal itu.

sehabis les (review)
Abis les, teman-teman pada langsung ambil tes pada 22 oktober. Untungnya aku lagi wisuda jadi ikut yang bulan selanjutnya aja. Selain itu, meski udah les, tetep ga yakin buat daftar cepet-cepet. Maka, aku belajar/review sendiri lagi, caranya?

1. Menuhin dan review hasil dari les, utamanya: perhatiin koreksi writing dari teacher nya.
2. Misahin dari semua cambridge berdasarkan jenis tes: speaking, listening, writing, dan reading. Biar rapih (wwkwk penting ga si).

3. buat writing: karena mayan menguras ide dalam waktu singkat, jadi harus banget banyak latian biar bisa mikir cepet dan bisa memparaphrase dengan mudah. Aku berjanji pada diri sendiri tidak daftar sebelum at least beres ngonsep semua writing dari cambridge 1-9. Percayalah bahwa ini ga sesulit yang dibayangkan karena sebenarnya sudah ada patternnya kalau sering-sering latian. Untuk contoh, cari yang band 8 atau 9, aku biasanya melihat di sini.

4. buat speaking: ini mah rada kesel sih tapi gimana lagi, yaitu ngerekam omongan sendiri mengenai sebanyak-banyaknya topik yang kita punya. Rekam aja di hp dan di timer. Waktu les, kami disuruh ngumpulin 50 topik yang artinya 50 x 15 pertanyaan, ternyata meski dulu ngerjainnya sambil males, saat udah menuju tes mah jadi mikir kenapa ga bikin 100 ajasi! Saking takutnya tea. Tapi akhirnya ini berguna banget, karena asli, pertanyaan speaking pas aku tes bener-bener percis sama cambridge lupa yang keberapa yang untungnya udah pernah dilatihan-kan. Sehari aku minimal rekaman 3 topik. Udah gitu, lihat contoh orang-orang ber-band 8 di youtube biar ada gambaran.

5. buat listening: ini adalah hal yang pallllling aku khawatirkan karena dikelas skornya selalu jadi yang paling be to the go karena susah fokusnya. Jadi, ya gimana lagi selain latihan sebanyak-banyaknya. Dan tips dari ieduc mah, coret-coretlah lembar soalnya.

6. buat reading: janganlah dulu baca bahan readingnya, tapi langsung aja baca soal guna menghemat waktu. Caranya, tiada trik pasti selain latihan aja yang banyak supaya familiar dan terbiasa. Biasanya reading ini penunjang skor tertinggi.

daftarnya kapan?
Kebanyakan orang yang aku tanya, yakni teacher2 dan teman2 les, mereka prefer langsung tes seminggu-dua minggu setelah les biar ga lupa. Dan lagi mereka kan sibuk tea jadi ga sempet belajar sendiri. Ada juga yang berpendapat ambil tes setelah nilai prediksinya lebih 0.5-1 dari skor ideal mereka.Tapi kalau aku, karena sudah bertekad cuman pengen tes sekali (kalopun nilainya jelek ya terima dan bikin plan lain) jadi aku daftar saat rasa enek belajar lebih besar dari rasa takut dapet nilai jelek. Yaitu sekitar 4 minggu setelah les.

saat tes
Persiapkan apa yang disuruh secara maksimal (baw alat tulis, id card). Yang penting banget adalah jangan nervous. Kalo pas speaking nervous, bilanglah ke examinernya supaya me-release stress kita. Kujuga gitu ko.

Aku selalu terngiang-ngiang akan nasehat seseorang di ieduc yaitu: usaha ga akan mengkhianati hasil. Selain itu kayaknya faktor kemahalan (dan sponsorsip yang bukan dari diri sendiri wqwq) yang membuat aku ga mau ngambil tes ini lagi sehingga mau ga mau harus latihan terus.

Advertisements

4 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s