Memaksakan Pandangan

Dengan segala keterbatasan akal manusia yang waktu sekolah sering remed fisika dan pas TPB banyak matkul yang C ini (wkwk aku aja ini mah), maka sepatutnya kita juga sadar diri bahwa opini dan pendapat hasil buah perenungan akal kita tak selamanya benar. Meski kita berusaha melihat segala sisi dan mencari kedamaian, tapi tetap saja akal ini terbatas. Ngerjain rumus2 yang physically keliatan aja udah susah gimana bisa kita mengupas tuntas pengetahuan tentang Segalanya.

Untuk itulah Allah SWT menurunkan Qur’an untuk menunjuki kita, umat Islam, mana yang harus ditempuh ditengah kegalauan yang disodori oleh dunia. Dan Qur’an berlaku hingga hari kiamat. Beda dengan Zabur, Taurat, dan Injil yang sudah berlaku bagi ummat nabi Daud, Musa, dan Isa AS. –tentu kepercayaan mengenai Qur’an dan keberadaan Allah ini hanya untuk yang memang percaya, jika tidak maka tidak apa kalau tidak baca bacaan ini dan ada baiknya kalau ga sependapat ga perlu dipaksakan.–

Sayangnya, semakin banyak rasanya sarkasme yang mengarah pada agama (yang kalau pada berani frontal mah yang mereka maksud adalah Islam), kitab, bahkan pada Allah SWT. Seakan buah pemikiran manusia adalah hal yang patut dituhankan melebihi Kalam Allah itu sendiri. Kalau kita sudah berkomitmen untuk istiqomah di jalan ini, maka sepatutnya kita ga ikut-ikutan menyalahkan Tuhan apalagi jika ngomongnya “aku islam” sebelum kita belajar/baca2 ma’rifatullah (mengenal Allah SWT).

Kesalahpahaman pertama adalah karena kita menganggap Tuhan itu bersifat makhluk. Makhluk hanya bisa melihat apa yang mereka lihat. Sementara kadang manusia lupa bahwa Allah SWT mengetahui segala hal ghoib termasuk isi hati setiap manusia, rencana-rencana kelompok maupun orang, masa depan, dan pengetahuan lain yang ga dapat makhluknya selami (tapi akan merasakan). Jangan sampai kita jadi orang yang kelak di akhirat, kata Allah di Quran mah, “….matanya terbelalak” karena saking kagetnya dan baru menyadari sesadar2nya apa yang telah terjadi di dunia.

Bukankah 99 Asmaul Husna yang kita hapalin waktu TK/SD salah satunya adalah Allah memiliki nama Mukhalafatu Lilhawaditsi yang artinya Allah memiliki sifat yang berbeda dengan makhluk? Jadi jelas salah saat kita memandang Allah SWT sebagai makhluk yang memiliki pandangan seterbatas makhlukNya dan bisa salah berpendapat. Opini kita bisa salah karena kita makhluk. Tapi tidak pernah salah untuk Khaliq.

Kemudian yang kedua adalah jangan sampai kita menganggap Allah ga ngerti dan ga paham dengan kondisi kita saat ini, negara ini, dunia ini, segala isu dan kabar yang menyelimuti dunia. Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui. Cara kita berpegang teguh adalah kembali pada FirmanNya dalam Quran karena toh itu masih berlaku buat kita. Bukan cuman buat sahabat nabi pada 1500 tahun yang lalu di arab. Quran itu buat setiap zaman di setiap negara dan setiap muslim hingga kiamat. Jangan sampai kita berfikir Quran udah ga relevan dengan jaman modern ini. Mungkin stigma tersebut yang menguji keimanan kita pada Quran. Bukti sains dan Quran sejalan sudah banyak. Kalau kita terus mempertanyakan maka yang lebih patut adalah tanyakan pada diri apakah masih ada iman?

Kalau kata Harun Yahya, janganlah kita memaksakan ayat Allah kedalam pendapat kita. Atau mencomot ayat2 yang kita inginkan tapi mengingkari ayat ayat lainnya sesuka hati.  Tapi kitalah yang harus menyesuaikan diri dengan setiap perintah dan laranganNya. Itulah ujian bagi kita, yang pengen disebut beriman, maukah kita menghambakan diri pada Allah dan merelakan keinginan serta pendapat kita? Karena kesombongan meskipun hanya sebesar zarrah (atom) tidak akan menuntun kita menujuNya. Nauzubillah. Maaf atas salah kata dan keterbatasan.

Kingdom Tower #1

Umar bin Khaththab Radhiyallahu anhu berkata :
Suatu ketika, kami (para sahabat) duduk di dekat Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tiba-tiba muncul kepada kami seorang lelaki mengenakan pakaian yang sangat putih dan rambutnya amat hitam. Tak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Ia segera duduk di hadapan Nabi, lalu lututnya disandarkan kepada lutut Nabi dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Nabi, kemudian ia berkata :

“Hai, Muhammad! Beritahukan kepadaku tentang Islam.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Islam adalah, engkau bersaksi tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah; menegakkan shalat; menunaikan zakat; berpuasa di bulan Ramadhan, dan engkau menunaikan haji ke Baitullah, jika engkau telah mampu melakukannya,” lelaki itu berkata,”Engkau benar,” maka kami heran, ia yang bertanya ia pula yang membenarkannya.

Kemudian ia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang Iman”.

Nabi menjawab,”Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para RasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,” ia berkata, “Engkau benar.”

Dia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang ihsan”.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu.”

Lelaki itu berkata lagi : “Beritahukan kepadaku kapan terjadi Kiamat?”

Nabi menjawab,”Yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya.”

Dia pun bertanya lagi : “Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya!”

Nabi menjawab,”Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya; jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju (miskin papa) serta pengembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi.”

Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga Nabi bertanya kepadaku: “Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?”
Aku menjawab,”Allah dan RasulNya lebih mengetahui,” Beliau bersabda,

”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.” [HR Muslim, no. 8]

—————–
Saat itu jibril datang menyerupai seorang lelaki, bertanya keempat hal penting bagi seorang yang mengaku beriman: Islam, Iman, Ihsan, dan Pengetahuan tentang kiamat. Tujuannya apa? Agar hadist ini muncul dan mengajarkan ummat nabi Muhammad apa hal penting yang harus kita ketahui.
.
Dalam hal ini aku ingin menggaris bawahi yang terakhir: pengetahuan tentang kiamat.
Tenyata sebagai orang Islam itu bukan hal yang bisa kita bodoamatkan secara sewenang-wenang atas dasar keinginan atau ketakutan. Bukankah akan lebih takut lagi kalau semua ciri datang dan kita ga bisa mempertahankan keimanan? Bukankah lebih takut lagi kalau nanti sekiranya mata kita bertemu dajjal (nauzubillah) lalu iman sekuat apapun menguap lalu kita langsung sujud dihadapannya? (nauzubillah) Bukankah lebih takut lagi kalau sebelum fitnah besar datang ilmu kita mengenai itu masih minim sehingga hanya ikut pergerakan kebanyakan manusia? Bukankah lebih takut kalau kita ga sadar mengenai apa-apa yang terjadi tiba-tiba matahari udah terbit dari barat dan kita ga bisa tobat?
.
Kiamat tidak pasti kapan, maka itulah mengapa kita harus memiliki pengetahuan tentangnya.
.
Selanjutnya, aku berniat untuk melanjutkan tulisan-tulisan mengenai itu. Adapun yang disampaikan ini adalah hasil dari Ust Zulkifli Muhammad Ali di Mesjid Az Zikra, Sentul, Bogor yang mana videonya aku dapet dari Nain. Hadist-hadist yang beliau sampaikan diberitahu statusnya, dan ia hanya menyantumkan yang sahih.
tumblr_nd0abiZyux1tchrkco1_500
Oh iya kelanjutan yang hadist tadi, ternyata ada lagi yang meriwayatkan mengenai siapakah orang miskin yang kemudian jadi kaya tadi? Ternyata mereka adalah orang Arab. Dan sekarang telah terbukti benar, padahal Rasul ga hidup di jaman kita yang mana Arab udah kaya.
.
Dalam hadits lain, yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Ibnu Abbas bertanya kepada Nabi:
“Wahai Rasulullah, dan siapakah para pengembala, orang yang tidak memakai sandal, dalam keadaan lapar dan yang miskin itu?” Beliau menjawab, “Orang Arab.” (Musnad Ahmad, IV/332-334, no. 2926).
.
Bukankah benar sekarang gedung tertinggi ada di Dubai (Burj Khalifa) dan 1-2 tahun kedepan Kingdom Tower di Jeddah (yang tingginya lebih dari 1 kilometer) akan selesai pembangunannya?
.
Ciri itu udah benar muncul, lalu apa selanjutnya?

Aleppo

Menanggapi kasus Aleppo, kita bisa mengenakan berbagai kacamata untuk melihat tragedi tersebut. Mulanya aku anggap ini pemberontakan rakyat terhadap pemerintahannya, lalu setelah lihat berbagai sumber, ternyata cukup sarat akan isu politik dan melibatkan berbagai negara termasuk paman sam. Kisah ke tiga adalah mengenai perang antara Syiah dan Sunni. Semuanya sempat aku percayai. Sebagai manusia yang logis, tentu alasan ke-2 lebih masuk akal, apalagi dengan peran serta negara-negara adidaya.

Tapi kita juga ga bisa menutup diri mengenai keberadaan syiah disana. Yang bahkan pemerintah sana bisa mengibarkan bendera Ya Hussain tinggi-tinggi!  Banyak yang masih beranggapan Islam Syiah dan Sunni itu sebenernya satu, sama2 Islam. Gak sama sekali. Syiah memiliki agenda-agendanya sendiri dan cara pandang jauh beda dan sangat berbeda kalo dibandingin sama Islam.

5891441_20140317050623.jpg
bendera Ya Hussain! di Suriah

Kalo diliat dari kacamata Islam, Syam ini juga sarat akan sejarah dan kisah akhir zaman. Juga perseteruan akhir zaman melawan pasukan dajjal. Yang jelas, pemimpin Yahudi pernah mengatakan bahwa mereka benar-benar menantikan Al Masih Dajjal.

Syam merupakan negara yang sering sekali di dengar dikalangan Umat Islam karena sering tercantum di Quran dan Hadist. Syam di jaman sekarang meliputi empat negara: Yordania, Libanon, Palestina, dan Suriah. Negri Syam sering dikatakan merupakan negri yang berkah. Pun dipenghujung dunia, Nabi Isa AS dikatakan akan turun di Aleppo (Syam), perang akhir zaman terjadi di Syam, benteng ummat Islam di Syam, dan bahkan Dajjal mati di Syam dibunuh oleh Nabi Isa AS. Berikut hadist-hadistnya yang menceritakan apa yang aku udah bilang tadi:

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata : Rasulullah bersabda :

Aku bermimpi melihat tiang kitab (Islam) ditarik dari bawah bantalku, aku ikuti pandanganku, ternyata ia adalah cahaya sangat terang hingga aku mengira akan mencabut penglihatanku, lalu diarahkan tiang cahaya itu ke Syam, dan aku lihat bahwa bila fitnah (konflik) terjadi maka iman terletak di negeri Syam.(Shahih, Al-Hakim (4/509), Abu Nu’aim dalam Hilyah (5/252), di shahihkan oleh imam Al-Hakim, Al-Haitsami dan Al-Albani (Majma’ Zawa’id (10/59))

Dikatakan juga bahwa jika Syam hancur, maka fitnah akan timbul dimana-mana.

Beruntunglah negeri Syam. Sahabat bertanya: mengapa ? Jawab Nabi saw: Malaikat rahmat membentangkan sayapnya di atas negeri Syam.” (HR. Imam Ahmad)

Ya Allah, berilah kami barakah pada negeri Syam, ya Allah berilah kami barakah pada negeri Yaman. Para sahabat bertanya: termasuk Nejed ? Rasulullah berdoa: Ya Allah berilah kami barakah pada negeri Syam, ya Allah berilah kami barakah pada negeri Yaman. 

Para sahabat masih bertanya: termasuk Nejed ? Rasulullah saw menjawab: Di sana (nejed) terjadi gempa dan huru-hara, dan di sana muncul dua tanduk syetan. (Shahih, HR. Bukhari no. 1037, 7094, Tirmidzi (3953), Ahmad (2/90, 118), As-Shahihah (5246))

Nejed terdapat di Arab Saudi. Maksud hadist tersebut adalah Rasul minta keberkahan di negri Syam : Libanon,Yordania, Suriah, dan Palestina. Tetapi seorang meminta agar Arab Saudi juga didoakan. Tapi Rasul menolak karena justru negara itulah yang di penghujung terdapat huru hara dan dikatakan “muncul dua tanduk syetan”.

Fitnah itu datangnya dari sana, fitnah itu datangnya dari arah sana, sambil menunjuk ke arah timur (Nejed). (HR. Muslim dalam Kitabul Fitan)

Waktu kapan, aku pernah liat video orang Aleppo yang nangis sambil bilang, “kemana umat Islam? Bukankah kelak nanti kalian akan berkumpul disini? Tapi dimana kalian sekarang?”  Aku yang ga ngerti malah bingung, emang iya nanti ummat Islam akan ke Aleppo?  Eh ternyata iya. Semoga aku termasuk kedalamnya.

Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang: satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman, dan satu pasukan lagi di Iraq. Ibnu Hawalah bertanya: Wahai Rasulullah, pilihkan untukku jika aku mengalaminya. Nabi saw: Hendaklah kalian memilih Syam, karena ia adalah negeri pilihan Allah, yang Allah kumpulkan di sana hamba-hamba pilihan-Nya, jika tak bisa hendaklah kalian memilih Yaman dan berilah minum (hewan kalian) dari kolam-kolam (di lembahnya), karena Allah menjamin untukku negeri Syam dan penduduknya.” (Shahih, HR. Abu Dawud (2483) Imam Ahmad (4/110) Al-Hakim, dan Ibnu Hibban, di shahihkan oleh Al-Hakim dan Al-Albani).

Oke mungkin aneh karena tiba-tiba memunculkan hadist peperangan akhir zaman. Jadi, dari kacamata Islam, tragedi di Aleppo ini sudah diprediksi oleh Rasul melalui hadist dibawah ini, dimana tragedi di Aleppo merupakan salah satu ciri kiamat, yang setelah itu disusul dengan kemunculan Dajjal, Al-Mahdi, Perang akhir zaman, turunnya Nabi Isa AS, kematian Dajjal, Islam berkuasa selama 7 tahun, wafatnya Nabi Isa, lalu kembali huru hara dan orang Islam dimatikan seluruhnya, lalu kiamat Kubro. Tenggat waktunya kapan Wallahu Alam Bish Shawab, yang jelas semakin lama tanda2 sedikit demi sedikit bermunculan.

Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak akan terjadi hari kiamat, sehingga kaum Rum turun di kota Amaq (lembah Antioch, Selatan Turki) dan di Dabiq (Aleppo, Syria). Kemudian datanglah suatu pasukan yang menghadang mereka dari Madinah, yang berasal dari penduduk pilihan bumi. Dan ketika mereka sudah berbaris-baris, maka berkatalah orang Rum, ‘Biarkanlah (jangan kalian halangi) antara kami dengan orang-orang yang memisahkan diri dari kami (yang masuk Islam) untuk kami perangi’. Maka kaum Muslimin berkata, ‘Demi Allah, kami tidak akan membiarkan kamu memerangi saudara-saudara kami’. Dan ketika mereka (Al-Mahdi serta para pengikutnya) telah sampai di Syam, keluarlah Dajjal. Dan ketika mereka sudah bersiap-siap untuk berperang, mereka berbaris dengan rapi. Tiba-tiba, ketika waktu shalat sudah masuk, turunlah Nabi Isa Ibn Maryam a.s.” (HR.Muslim)

Makanya, mungkin kalau dari kacamata politik orang-orang pada sedikit bingung, kenapakah orang Islam yang riweuh? Dulu juga aku ga ngerti apa-apa sempet bertanya-tanya kenapa pada sibuk ya orang-orang? Ternyata,  kedudukan Syam sebegitu mulianya, terkhusus Aleppo, adalah tempat turunnya Nabi Isa AS dan berbagai kejadian lainnya di akhir zaman.

Ketika Allah telah mengutus al-Masih Ibnu Maryam, maka turunlah ia di menara putih di sebelah timur Damsyiq dengan mengenakan dua buah pakaian yang dicelup dengan waras dan za’faran, dan kedua telapak tangannya diletakkannya di sayap dua Malaikat; bila ia menundukkan kepala maka menurunlah rambutnya, dan jika diangkatnya kelihatan landai seperti mutiara. Maka tidak ada orang kafirpun yang mencium nafasnya kecualipasti meninggal dunia, padahal nafasnya itu sejauh mata memandang. Lain Isa mencari Dajjal hingga menjumpainya dipintu Lud, lantas dibunuhnya Dajjal. Kemudian Isa datang kepada suatu kaum yang telah dilindungi oleh Allah dari Dajjal, lalu Isa mengusap wajah mereka dan memberi tahu mereka tentang derajat mereka di surga.(Shahih Muslim, Kitab al-Fitan wa Asyrathis Sa ‘ah, Bab DzikrAd-Dajjal 18: 67-68).)

 Menara putih di timur Damaskus adalah tidak lain tidak bukan berada di Aleppo yang merupakan Masjid Bani Umayyah. Karena hanya mesjid itulah yang satu-satunya berwarna putih di timur Damaskus.
.
Menurut yang aku dapet lagi kemaren dari Ust Rahmat Baequni dan beliau nunjukkin hadistnya tapi aku ga nyatet, ternyata nanti yang pertama memerangi umat Islam adalah syiah dan fitnah yang timbul di jazirah Arab. Sementara syiah berada bersama yahudi.
.
Simpulannya, kisah Aleppo ini bukan hanya sarat akan politik. Tapi dalam Islam pun, kisah ini adalah kisah penutup. Kalau gak percaya akan adanya dajjal, bukankah doa dalam sholatpun sudah “template”nya di tiap tasyahud akhir untuk berlindung dari fitnah Al-Masih Dajjal?
.
Wallahu Alam Bish Shawab, Allah yang Maha pembolak balik hati, semoga selalu menetapkan hati kita pada kebenaran. Maaf acak-acakan dan ga terstruktur, sebenernya masih banyak dan harusnya disampaikan lebih lambat dan rinci, tapi keburu malem, nanti dilanjut lagi di selanjutnya. Mungkin mengenai turunnya Nabi Isa AS yang didapet dari Ust Rahmat Baequni lagi tempo hari. Kalo salah maap karena memang ilmunya masih terbatas dan ini sekedar hasil rangkuman rangkuman aja. Wassalam

Mendengarkan Ego

A : kemarin aku abis sidang, untung pembimbingnya baik….kan gini..

B :Ih kalau aku mah boro2 baik, dicuekin mulu..

A : kan gini..aku ga bisa jawab, terus semua pertanyannya dia yang jawab

B : kalo aku ga bisa jawab mah udah dibantai, malah pembimbingnya ikut ngebantai

☆part1selesai☆

C : liburan kemaren aku abis ke lembang

D : ih ngapain deket amat, aku mah ke bali

C : tapi seru tau, apalagi kalau subuh2, udah gitu tempat yang kita datengin banyak banget. Mahal di tiket

D : apalagi aku, mana pulangnya naek garuda gara2 keabisan tiket

C : ternyata kampung gajah gitu2 doang ya, seruan de ranch.

D : lebih seru lagi mah di kuta atuh….

Dan lain lain

☆part2selesai☆

Maka manusia harus sering menurunkan ego agar kisah percakapan jadi berubah menjadi

C : liburan kemaren aku abis ke lembang

D : wah kemana aja? Aku juga liburan taun 2010 kesana

C : banyak sih tempatnya, jadi mahalnya karena beli2 tiket, lebar yah? Kamu liburannya kemana?

D : yah padahal kan di lembang kurang lebih tempat2nya sama sama aja. Kalo aku ke Bali sama keluarga…

Dst.

—–

Terinspirasi dari gramedia. Buku berjudul belajar mendengar.

Netral

Manusia plegmatis seperti yang nulis ini, kalau mau jujur sama diri sendiri, memang beneran menginginkan kehidupan yang damai dan cenderung cari aman. Itulah kenapa kayaknya mudah bagi orang plegmatis menjadi “Yes Man”, karena suka aga mikir gini: iyahin dulu ajalah biar cepet beres. Dan biar aman. Pun kalau ada dua orang bermusuhan, rasanya si plegmatis (maksudnya teh aku) cenderung mengubur pendapat-pendapat sendiri dan menjadi netral. Menjadi netral adalah pilihan paling baik dan paling ga akan kena imbas apa-apa. Ah coward pisan 😦

Tapi apakah benar jadi netral itu adalah hal paling aman?

Sayangnya ternyata itu hal paling celaka. Kesana bilang iya, kesini bilang iya. Atau kalau ada pilihan ketiga yaitu: ditengah, maka mendingan milih itu. Hatinya A ngomongnya B.

Sebagai orang Islam, ternyata disebutkan bahwa manusia itu ada tiga jenis. Kafir, Munafik, dan Beriman. Kafir artinya menolak. Jadi kata kafir ini bukan sebuah hinaan. Tapi istilah dalam INTERNAL islam untuk membedakan mana ‘anggota’ dan mana ‘bukan’ simplenya mah gitu. Aku juga kafir kok terhadap keyakinan2 lain yang aku ga meyakininya. Kalo kata orang (siapa gitu ya lupa), ini tuh semacam istilah WNI dan WNA. Misal kita sebut si bule itu WNA, apakah dia harus marah? Kan emang WNA? Kaya bukan sesuatu yang pas kalo disangka itu sebuah hinaan.yah kecuali ke sesama muslim ya jangan.

Lalu yang kedua ini yang lumayan bikin takut, yaitu munafik. Munafik itu (kata Ust. Rahmat Baequni kemarin) terbagi dua. Pertama orang yang beneran kafir tapi dia pura2 Islam padahal mereka penyusup dan menghancurkan Islam dari dalam. Kedua adalah dari kalangan orang yang Islam. Kalo kata Ust. Hanan Attaki, yang kedua ini ia beraktivitas seperti orang Islam lainnya. Ikut sholat, ikut kajian, dan puasa, dan ibadah-ibadah lainnya. Tapi saat ada hal-hal yang tidak menyenangkan terjadi di Islam, mereka cenderung kabur. Contohnya waktu jaman Rasul adalah saat perang. Saat itu ada beberapa orang yang mencari alasan untuk pulang (atau malah udah kabur) karena ga mau perang.  Mereka orang yang anti jihad. Ini ayat saat perang Uhud, mengenai hal tersebut.

154. Kemudian setelah kalian berduka cita, Allah menurunkan kepada kalian keamanan [berupa] kantuk yang meliputi segolongan dari kalian. Sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, karena mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah, seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata: “Apakah kita memiliki hak campur tangan dalam urusan ini.” Katakanlah: “Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah.” Mereka menyembunyikan dalam diri mereka apa yang tidak mereka terangkan kepada kalian. Mereka berkata: “Sekiranya kita memiliki hak campur tangan dalam urusan ini, niscaya kita tak akan dibunuh di sini.” Katakanlah: “Sekiranya kalian berada di rumah kalian, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh akan keluar juga ke tempat mereka terbunuh.” Allah menguji apa yang ada dalam hati kalian untuk membersihkan apa yang ada di dalamnya. Allah Maha Mengetahui isi hati.

Mereka (orang-orang munafik) mengemukakan ‘uzurnya kepadamu, apabila kamu telah kembali kepada mereka (dari medan perang). Katakanlah: “Janganlah kamu mengemukakan ‘uzur; kami tidak percaya lagi kepadamu, (karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami beritamu yang sebenarnya. Dan Allah serta Rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu dikembalikan kepada Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (at-Taubah:94)

Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin) (at-Taubah:107)

Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya).” Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. (at-Taubah:64)

Mungkin dalam hal peperangan ini belum dialami oleh kita, jadi kita masih belum bisa menentukan kita berada di golongan mana. Tapi yang paling serem adalah tanda-tanda yang seperti ini:

Dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas” (QS. At Taubah: 54)

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan Shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisa’:142)

“Dan apabila ia mengerjakan puasa dan shalat, ia menyangka bahwa dirinya seorang muslim” (HR Muslim, Kitab Iman, Bab Penjelasan Sifat-Sifat Orang Munafik, no. 59).

Wahb bin Munabbih rahimahullah berkata: “Salah satu ciri orang munafik adalah menggandrungi pujian & membenci celaan/kritikan.” (Lihat Kitab Az-Zuhd karya Ibnu Abi Hatim, hal. 51

Ini yang aku bilang diatas juga aku dapat dari yutub yakni ceramah Ust Hanan Attaki lagi. Tapi katanya bahkan masih ada banyak banget ayat2 yang menunjukkan ciri munafik yang lainnya. Bahwa dengan ciri tersebut jangan jangan kita……? Sholat malas, kalau diliat orang semangat, dan mengingat Allah hanya sedikit. Bahkan menyeru nama Allah aja takut….pengennya terlihat biasa aja. Ya Allah maaf…………….:(

Selain itu, masih banyak banget ciri-cirinya, seperti bicara tapi berdusta, berjanji tapi ingkar, dan diberi amanah tapi khianat……..lalu ada juga hadist yang mengatakan sholat yang paling berat bagi orang munafik adalah subuh dan isya. Lalu di hadist yang ketiga dikatakan juga mereka merasa sudah Islam karena sudah melakukan ibadah ritual saja. Padahal islam bukan ibadah ritual aja, tapi melibatkan hati dan keyakinan.

Secara sadar atau tidak sadar, semoga kita bukan termasuk orang munafik.

Kalo diliat intinya mah, munafik itu orang yang keraguan terhadap Allahnya banyak, sehingga saat kondisi terhimpit ia bisa mudah meninggalkan Allah (contohnya kaya orang2 yang ga jihad di jaman Rasul), ia juga tidak selaras antara hati dan perbuatannya karena terlalu mikirin ucapan manusia dan pandangan manusia atasnya. Atau juga yang ucapannya beda sama perbuatan, misal berpendapat bawa-bawa ayat tapi kelakuannya tidak mencerminkan itu.

Tapi yang paling utama, yang membedakan orang beriman beneran sama engga adalah tanggapan mereka terhadap firman Allah SWT. Kalau orang beriman akan mengatakan “sami’na wa atho’na” (kami dengar dan kami taat). Jadi mereka sama-sama orang yang tahu perintah2 Allah, hanya responnya aja yang beda.

Kenapa orang munafik itu lebih bahaya? Karena…

Semoga kita terhindar dari penyakit-penyakit hati yang telah merongrong dengan tidak kita sadari. Kesombongan, kemunafikan, merasa paling benar, berdusta, berkhianat, php, ngomong asal dan ga ditepati, dan berbagai ratusan ciri munafik lainnya.

Aaamin!

Semoga doa kita 17 kali tiap hari–> Ihdinash-shirotol mustaqiim dikabulkan olehNya.

Cara Menghafal

“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)

Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena anak kalian menghafal Al Qur’an.” (HR. Al-Hakim)

Kali ini aku mau nulis mengenai bagaimana cara menghafal Qur’an yang aku dapet dari seminar Al-Hafidz oleh Cordoba yang udah aku ikuti kira2 bulan November lalu. Tapi jangan salah sangka, ini ditulis bukan karena penulisnya udah hafal banyak. Justru masih dalam proses dan superjauuuuhhhhhhh banget untuk menuju 30 juz meskipun amin banget. Kalo nyari excuse mah banyak. Jadi ini ditulis biar inget dan biar menginspirasi dan bermanfaat.

opini

Sebelum mulai ngehafal, harus banget untuk membulatkan tekad, karena subhanallah walhamdulillah wallahuakbar, ini bukan pekerjaan yang semudah membalikkan telapak tangan. Pertama, godaannya bakal banyak banget (sibuk, males, ga sempet), dan kedua, memelihara hafalan itu sulit bagaikan lepasnya unta yang ga diiket (ada hadistnya), udah gitu, awal-awalnya berasa susah banget ngafalinnya.

Kalo aku pribadi, hal pertama yang mendorong buat berniat (baru niat doang:( ) ngapalin adalah karena ingin menghadiahkan “hafalan” ini buat orang tua kelak diakhirat, dan agar Qur’an menjadi penolong saat dihari aku tidak punya penolong (syafaat), dan ketiga, supaya aku memiliki Qur’an bukan hanya di rak tapi juga di hati (maksudnya bisa diaplikasikan gitu). Sisanya, tentu banyak banget manfaatnya tapi tulisan ini bukan ranahnya, jadi maka next aja. Tapi yang pasti, sebagai muslim tentu kita paham bagaimana krusialnya kedudukan Qur’an bagi Islam, jadi seharusnya tidak perlu banyak menimbang.

Rules

Terdapat aturan dalam menghafal, pertama jangan pegang hp dan fokus lupakan urusan lainnya. Kedua, mengulang2 itu sangat penting dan gunakanlah dalam sholat2 sunnah. Ketiga, saran aja ini mah, pake Qur’an yang terjemah atau penggalan per-kata dan jangan ganti2 Qur’an. Terakhir, istiqomah dan kalo bisa ada temen ngapalin.

Cara belajar

Setelah memutuskan untuk ngapalin, alangkah baiknya kita memahami cara belajar kita.

  1. Audio — yaitu dengan banyak2 ngedengerin Qur’an
  2. Visual — dengan melihat dan membaca terus-menerus
  3. Kinetik — dengan gerakan/aktivitas/nulis
  4. Pemahaman (khusus hapalan Qur’an) — belajar dengan memahaminya dahulu

Ada nenek-nenek yang sejak dulu tiap hari dengerin Qur’an, akhirnya diusia 60 ia udah hafal 30 juz hanya dengan dengerin aja. Tapi dengerinnya tiap hari dan tiap waktu sambil ia mengerjakan pekerjaan rumah. Ada juga sahabat nabi yang ngehafalnya sedikit2 karena mengutamakan aplikasinya, misalnya ia ga akan ngafalin Surat Ali Imron sebelum ia sudah menggunakan Al-Baqoroh dalam kehidupan sehari-harinya. Intinya, tiap orang punya potensi beda-beda. Misal kamu adalah orang yang sibuk banget mungkin bisa dengan dengerin murrotal tiap waktu luang, sehingga lama2 bisa hafal.

Mix

Tetapi, dalam seminar tersebut ditawarkan cara yang berbeda, yaitu dengan menghafal melalui semua elemen audio, visual, kinetik, dan pemahaman. Gimana caranya?

  1. (Audio) Sebelum tidur dan saat tidur, putar ayat2 yang ingin dihafal dan diulang terus sampe bangun.
  2. (Visual) Baca 30 kali (atau lebih) kurang lebih 3-5 baris setelah sholat (subuh / tahajjud). Kemaren mah kami dikasih Qur’an hafalan yang ada warna kuning ijo dan birunya sebagai batasan hafalan. Nih contohnya. Jadi sejam pertama ngafalin yang kuning, sejam besoknya atau hari itu yang ijo, dst.
  3. (Pemahaman) Akan lebih mudah, biar ayatnya kebayang maksudnya apa dan kita juga jadi belajar kosa kata bahasa arab dikit-dikit, baca juga terjemahan dan maksud ayatnya. Jadi aku pindah ngapalinnya pake Quran seperti ini, cuman di stabiloin aja untuk misahin mana yang dihafal sekarang dan mana yang nanti. Jadi misal kita udah kebayang ada satu kata yang lupa yang artinya “petunjuk” maka kita bisa mikir.. aduh apa ya bahasa arabnya….oiya HUDA. gitu. Maka, sambil baca arabnya, abis itu baca artinya dan pahami.
  4. (Kinetik) Caranya dengan menuliskan ulang dikertas punya sendiri. Katanya gakpapa salah nulis mad atau tajwidnya karena kan ini belajar dan untuk pribadi aja. Ulang-ulang terus sampe yakin panjang pendeknya bener. Misalnya seperti gambar ini, meski berantakan ya gapapa da yang baca juga diri sendiri. Lewat nulis juga kita jadi tau mana yang salah dan mana yang bener.

Itu adalah hal2 yang aku dapet. Sebenernya tiap orang punya cara masing2, tapi emang sih pas dicoba ditempat seminarnya, metode yang ini lebih kerasa cepet ngafalinnya. Yah itu mah terserah sih.

Saran lagi dari banyak orang, bahwa enakan ngafalin ayat-ayat pilihan atau ayat-ayat yang emang pengen kita hafalin. Misalkan Al-Kahfi 1-10, atau Al-Mulk, atau kalo mau berumah tangga ngapalin An-Nisa dulu, atau ayat-ayat lain yang lagi pas banget dengan kehidupan kita sekarang. Intinya mah jangan terbebani dan enjoy aja asalkan istiqomah dan ga menyerah. Begitu saja, selamat malam. Maaf kalau salah, kalau mau nambahin saran silahkan saja.

Sentimen

Kaum Quraisy di jaman Nabi Muhammad sering menuduh bahwa wahyu Allah yang disampaikan oleh nabi adalah dongeng, bahkan sihir guna2 buatan Nabi Muhammad SAW.
Tapi ada salah satu fakta yang membuat gak mungkin banget Quran dibuat sama Rasulullah. Yaitu fakta bahwa saat menerima wahyu, Nabi merupakan seorang yang ummi atau tidak bisa baca tulis. Sementara di masa itu, kalimat2 Quran merupakan syair tingkat tinggi. Masa we nabi Muhammad yang dari 0 banget ga bisa baca tulis tiba2 bisa nulis syair sangat indah hanya dalam 1 malam di gua hiro sendirian. Kita aja belajar baca tulis dua tauneun TK.

Kadang kita suka suudzhon sama hal2 yang tampak lemah. Seperti mempertanyakan kenapa nabi seorang yang ummi? Kenapa sempat ada pemberitahuan kalau apps Quran di hp ada salahnya? Dan ratusan kenapa lain yang bikin manusia sentimen sama agama Islamnya sendiri.

Padahal latar belakang nabi yang ummi justru jadi pematah yang pasti untuk tuduhan Quran dibuat oleh Rasulullah. Padahal kenapa apps Quran ada yang ngrlaporin bahwa sempat ada ayat yang salah, itu adalah bukti penjagaan Allah terhadap Quran. Karena satu ayat salah dikit bakal ada yang orang2 yang tahu (penghafal Quran dari jaman Nabi sampe sekarang banyak banget btw).

Dengan segala keMaha an Allah, Dia pasti memiliki hikmah dari setiap takdir. Kita yang pemikirannya terbatas dan manusiawi, seharusnya paham bahwa kita kadang luput dari sudut pandang lainnya. Rasanya selalu jadi paling pinter dan bisanya sentimen mulu. Udah gitu yang di sentimenkan bukan manusia, tapi Penciptanya sendiri 😦 Nauzubillah, semoga kita terhindar dari fitnah akhir zaman, fitnah dunia, dan fitnah dajjal.