Cara Menghafal

“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)

Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena anak kalian menghafal Al Qur’an.” (HR. Al-Hakim)

Kali ini aku mau nulis mengenai bagaimana cara menghafal Qur’an yang aku dapet dari seminar Al-Hafidz oleh Cordoba yang udah aku ikuti kira2 bulan November lalu. Tapi jangan salah sangka, ini ditulis bukan karena penulisnya udah hafal banyak. Justru masih dalam proses dan superjauuuuhhhhhhh banget untuk menuju 30 juz meskipun amin banget. Kalo nyari excuse mah banyak. Jadi ini ditulis biar inget dan biar menginspirasi dan bermanfaat.

opini

Sebelum mulai ngehafal, harus banget untuk membulatkan tekad, karena subhanallah walhamdulillah wallahuakbar, ini bukan pekerjaan yang semudah membalikkan telapak tangan. Pertama, godaannya bakal banyak banget (sibuk, males, ga sempet), dan kedua, memelihara hafalan itu sulit bagaikan lepasnya unta yang ga diiket (ada hadistnya), udah gitu, awal-awalnya berasa susah banget ngafalinnya.

Kalo aku pribadi, hal pertama yang mendorong buat berniat (baru niat doang:( ) ngapalin adalah karena ingin menghadiahkan “hafalan” ini buat orang tua kelak diakhirat, dan agar Qur’an menjadi penolong saat dihari aku tidak punya penolong (syafaat), dan ketiga, supaya aku memiliki Qur’an bukan hanya di rak tapi juga di hati (maksudnya bisa diaplikasikan gitu). Sisanya, tentu banyak banget manfaatnya tapi tulisan ini bukan ranahnya, jadi maka next aja. Tapi yang pasti, sebagai muslim tentu kita paham bagaimana krusialnya kedudukan Qur’an bagi Islam, jadi seharusnya tidak perlu banyak menimbang.

Rules

Terdapat aturan dalam menghafal, pertama jangan pegang hp dan fokus lupakan urusan lainnya. Kedua, mengulang2 itu sangat penting dan gunakanlah dalam sholat2 sunnah. Ketiga, saran aja ini mah, pake Qur’an yang terjemah atau penggalan per-kata dan jangan ganti2 Qur’an. Terakhir, istiqomah dan kalo bisa ada temen ngapalin.

Cara belajar

Setelah memutuskan untuk ngapalin, alangkah baiknya kita memahami cara belajar kita.

  1. Audio — yaitu dengan banyak2 ngedengerin Qur’an
  2. Visual — dengan melihat dan membaca terus-menerus
  3. Kinetik — dengan gerakan/aktivitas/nulis
  4. Pemahaman (khusus hapalan Qur’an) — belajar dengan memahaminya dahulu

Ada nenek-nenek yang sejak dulu tiap hari dengerin Qur’an, akhirnya diusia 60 ia udah hafal 30 juz hanya dengan dengerin aja. Tapi dengerinnya tiap hari dan tiap waktu sambil ia mengerjakan pekerjaan rumah. Ada juga sahabat nabi yang ngehafalnya sedikit2 karena mengutamakan aplikasinya, misalnya ia ga akan ngafalin Surat Ali Imron sebelum ia sudah menggunakan Al-Baqoroh dalam kehidupan sehari-harinya. Intinya, tiap orang punya potensi beda-beda. Misal kamu adalah orang yang sibuk banget mungkin bisa dengan dengerin murrotal tiap waktu luang, sehingga lama2 bisa hafal.

Mix

Tetapi, dalam seminar tersebut ditawarkan cara yang berbeda, yaitu dengan menghafal melalui semua elemen audio, visual, kinetik, dan pemahaman. Gimana caranya?

  1. (Audio) Sebelum tidur dan saat tidur, putar ayat2 yang ingin dihafal dan diulang terus sampe bangun.
  2. (Visual) Baca 30 kali (atau lebih) kurang lebih 3-5 baris setelah sholat (subuh / tahajjud). Kemaren mah kami dikasih Qur’an hafalan yang ada warna kuning ijo dan birunya sebagai batasan hafalan. Nih contohnya. Jadi sejam pertama ngafalin yang kuning, sejam besoknya atau hari itu yang ijo, dst.
  3. (Pemahaman) Akan lebih mudah, biar ayatnya kebayang maksudnya apa dan kita juga jadi belajar kosa kata bahasa arab dikit-dikit, baca juga terjemahan dan maksud ayatnya. Jadi aku pindah ngapalinnya pake Quran seperti ini, cuman di stabiloin aja untuk misahin mana yang dihafal sekarang dan mana yang nanti. Jadi misal kita udah kebayang ada satu kata yang lupa yang artinya “petunjuk” maka kita bisa mikir.. aduh apa ya bahasa arabnya….oiya HUDA. gitu. Maka, sambil baca arabnya, abis itu baca artinya dan pahami.
  4. (Kinetik) Caranya dengan menuliskan ulang dikertas punya sendiri. Katanya gakpapa salah nulis mad atau tajwidnya karena kan ini belajar dan untuk pribadi aja. Ulang-ulang terus sampe yakin panjang pendeknya bener. Misalnya seperti gambar ini, meski berantakan ya gapapa da yang baca juga diri sendiri. Lewat nulis juga kita jadi tau mana yang salah dan mana yang bener.

Itu adalah hal2 yang aku dapet. Sebenernya tiap orang punya cara masing2, tapi emang sih pas dicoba ditempat seminarnya, metode yang ini lebih kerasa cepet ngafalinnya. Yah itu mah terserah sih.

Saran lagi dari banyak orang, bahwa enakan ngafalin ayat-ayat pilihan atau ayat-ayat yang emang pengen kita hafalin. Misalkan Al-Kahfi 1-10, atau Al-Mulk, atau kalo mau berumah tangga ngapalin An-Nisa dulu, atau ayat-ayat lain yang lagi pas banget dengan kehidupan kita sekarang. Intinya mah jangan terbebani dan enjoy aja asalkan istiqomah dan ga menyerah. Begitu saja, selamat malam. Maaf kalau salah, kalau mau nambahin saran silahkan saja.

Advertisements

One Reply to “Cara Menghafal”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s